Full width home advertisement

EVENT

Post Page Advertisement [Top]


Setelah semester dua terlampaui, kisahku beranjak ke semester selanjutnya yang pasti tidak kalah menarik dengan dinamika di semester sebelumnya. Awal perjalanan kuliah di semester tiga, dimulai dengan kepindahanku dari kontrakkan ke pondok pesantren. Pesantren yang bernama Sabilurrosyad ini bertempat di salah satu sudut kota yang jaraknya tidak jauh dari UIN Malang dan Universitas Brawijaya. Menurutku keputusanku untuk pindah mondok sangat tepat mengingat pergaulan anak muda di daerah Kota Malang memang lumayan ekstrim, setidaknya dengan mondok kegiatanku jauh lebih bermanfaat daripada tidak mondok. Hampir semua yang mondok di Pesantren Sabilurrosyad merupakan mahasiswa yang kuliah di UIN, adapun UB dan universitas yang lain masih jauh di bawah jumlah mereka. Para Kyai dan pengurus pondok juga sangat toleransi terhadap kehidupan akademik mahasiswa di perkuliahan yang penting ada izin jelas berupa surat yang diperoleh dari bagian administrasi pondok. Kegiatan yang wajib hanya ada tiga, yaitu satu kali ngaji diniyah sehabis isyak, dan dua kali ngaji kitab yang dipimpin langsung oleh Abah (sebutan bagi Kyai) pada waktu sehabis sholat maghrib dan shubuh. Selain tiga kegiatan itu santri tidak diwajibkan untuk ikut berpartisipasi selagi ada kegiatan yang lebih penting di kampus atau di tempat lainnya, kecuali sholat lima waktu yang memang wajib bagi semua muslim.
Agak berbeda dari periode sebelumnya, jika di semester dua aku masih bisa bertemu dengan pengalaman lomba di bidang akademik seperti Kompetisi Business Plan di Kota Pempek Palembang, namun di semester tiga ini aku lebih tertarik untuk terjun lebih dalam lagi di dunia organisasi dan non akademik dari pada akademik. Sebab di semester ini, semua Pengurus UKM Seni Religi tengah dihadapkan dengan proker-proker yang cukup menyita tenaga dan pikiran mengingat timeline yang berdekatan satu sama lain. Pada awal bulan Oktober, terdapat salah satu acara dari rangkaian Raja Brawijaya (sebutan ospek di UB) bernama Open House yang berisi pengenalan semua UKM di tingkat universitas Brawijaya dimana aku ikut berpartisipasi di dalamnya dalam rangka mengenalkan UKM Seni Religi kepada para mahasiswa baru. Acara tersebut diikuti oleh semua mahasiswa baru sebagai peserta dan panitia Raja Brawijaya dengan menggandeng semua UKM untuk berpartisipasi sebagai penyelenggara. Alhasil dengan stan dan profil yang cukup menarik, UKM Seni Religi dapat merangkul hampir dua ratus mahasiswa baru dan beberapa mahasiswa lama dalam mengembangkan minat bakatnya di bidang seni religi dan MTQ.
Setelah kami mendapatkan lumayan banyak anggota baru melalui Open House, kami mulai mengenalkan UKM Seni Religi lebih dalam melalui sebuah acara bernama Upgrading yang berlangsung pada pertengahan bulan Oktober. Tujuan dari acara ini adalah mengenalkan lebih dalam lagi anggota dengan Pengurus UKM Seni Religi, antar anggota, dan sekaligus sebagai acara peresmian anggota baru UKM Seni Religi. Dalam acara tersebut aku bertindak sebagai pendamping para peserta yang bertugas mendampingi, mengarahkan para peserta, dan sebagai perantara antara divisi acara dengan para peserta selama acara berlangsung. Acaranya cukup seru, waktu dari pagi hingga sore berisikan pembacaan Gema Ilahi, penampilan-penampilan dari pengurus UKM, beberapa sambutan, presentasi, pemutaran video UKM, beberapa game, dan ikrar anggota UKM Seni Religi. Kami tidak mengambil untung dalam acara ini, hanya antusias dan tanggapan yang baik dari para peserta sudah cukup membuat kami puas dan bangga dalam menyelenggarakan Upgrading. Sebab, Upgrading merupakan agenda yang harus dilewati oleh para anggota sebelum mengikuti pembinaan-pembinaan UKM Seni Religi. Ibaratnya sebelum masuk rumah orang harus ketuk pintu dahulu dan mengucapkan salam agar pemilik rumah dapat mengenali tamunya atau keluarga baru yang akan ikut tinggal di rumah tersebut.
            Tidak jauh dari Upgrading, pada pertengahan bulan November UKM Seni Religi melanjutkan proker yang lain dan lebih besar lagi bernama Festival Seni Religi (FSR). Acara ini baru pertama kali diadakan oleh UKM Seni Religi sehingga cukup berat bagi para panitianya. Terdapat dua cabang lomba yang kami adakan, yaitu Sholawat Albanjari dan Vokalis Gambus yang pesertanya merupakan SMA/MA dan Universitas se-Jawa. Acara yang berlangsung dua hari ini juga mendatangkan Jami’ah Sholawat yang dipimpin langsung oleh adik kandung dari rektor Brawijaya pada ujung rangkaian acara di hari kedua.
            Selain proker-proker besar yang jangkauannya tahunan yang telah aku ikuti selama semester ini, terdapat  beberapa proker lainnya yang rutin diadakan setiap bulan dan minggunya. Seperti Semaan Alquran Se-Malang Raya yang diadakan setiap bulannya dan berpindah-pindah di hampir semua Universitas di Malang. Semaan Alquran ini merupakan acara khataman Alquran yang diadakan bilghoib, maksudnya yang bertindak sebagai pengkhatamnya adalah para mahasiswa penghafal Alquran dari universitas se-Malang Raya, dan yang belum hafal bertindak sebagai penyimaknya. Di Salah satu bulan pada semester tiga ini UB juga pernah menjadi tuan rumah semaan dan mendatangkan bintang tamu Bapak Imam Prayogo selaku mantan Rektor UIN Malang yang beliau kami undang sebagai pemberi mauidzoh hasanah dalam acara tersebut. Dan setiap minggu di malam Jumat UKM Seni Religi mengadakan acara YKS (Yuk Kita Sholawatan) yang menjaring khalayak umum sebagai pesertanya. Dan YKS ini merupakan salah satu proker dari divisiku. Dan Alhamdulillah setiap sabtu, dan minggu kami juga aktif mengadakan pembinaan 7 cabang MTQ dan seni religi bagi para anggota baru.
            Ujung kepengurusan akhirnya bertemu di sidang muktamar yang berisikan agenda pemilihan ketua umum baru UKM Seni Religi yag berlangsung pada tanggal 25 Desember, tanggalnya persis sama dengan awal jabatan kepengurusan sebelumnya. Dalam acara tersebut terdapat beberapa rangkaian seperti pembacaan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) selama satu tahun kepengurusan serta sidang pemilihan ketua umum dan perumusan AD ART organisasi. Acara yang dihadiri oleh semua pengurus dan beberapa anggota UKM Seni Religi tersebut berlangsung dengan hikmat dan memanas. Muktamar ini juga menjadi pengalaman pertamaku mengikuti persidangan, sehingga aku masih agak dibingungkan oleh beberapa peraturan sidang yang tidak akan ditemui pada diskusi-diskusi biasa yang tidak terlalu resmi. Acaranya juga sangat lama dan memakan waktu, kasihan waktunya ya kami makan. Hehe.. Muktamar mulai pada pagi hari dan berakhir pada dini hari.
            Setelah jajaran ketua umum terpilih, tentunya akan hadir kabinet baru di belakangnya. Alhamdulillah di kabinet kepengurusan baru ini aku naik jabatan menjadi Wakil Ketua Divisi PSDM yang membawahi semua kegiatan yang berhubungan dengan perekatan dan pengambangan antar sumber daya di UKM Seni Religi. Kalau yang satu ini memang pengalamanku yang paling membanggakan di semester ini. Namun ada juga pengalaman yang terunik, karena aku tidak pernah berfikir sebelumnya berani dan mampu melakukannya. Pernah dengar Stand up Comedy kan pastinya. Nah, Open mic merupakan pengalaman terunikku semester ini. Kesempatan itu hadir pada waktu acara Serah Terima Jabatan (SerTiJab) kepengurusan baru pada bulan Januari ketika UB pada masa UAS. Itu pun terpaksa karena aku disuruh langsung oleh Ketua Umum Seni Religi pada periode sebelumnya untuk mengisi pada salah satu waktu hiburan di acara Serah Terima Jabatan tersebut. Alhamdulillah, meskipun ini awal aku open mic para peserta yang hadir juga turut pecah tertawanya saat menonton stand up comedy yang aku peragakan. Setidaknya rasa takutku terbayar lunas oleh gelak tawa mereka.

            Nah, itu semua merupakan pengalaman terbaikku di semester tiga ini. Jika berbicara soal akademik atau perkuliahan, nampaknya biasa-biasa saja seperti mahasiswa pada umumnya. Hanya saja pada waktu mata kuliah kewirausahaan, dosenku membawa produk-produk yang beliau jual dan kami semua yang ada di kelas waktu itu suruh menebak harganya dan harus pas nominalnya. Jika ada yang berhasil menebak harganya dengan pas sesuai analisa mahasiswa tersebut, maka produk tersebut akan menjadi miliknya. Dan Alhasil, aku tidak berhasil menebaknya. Hahaha...





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]

| Designed by Colorlib