Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Halo Sahabat BSI,
perkenalkan nama saya Nur Cahya Hidayati, mahasiswa semester 5 jurusan Fisika –
UGM.
Tanpa
terasa hampir tahun ke 3 saya menempuh perkuliahan di Fisika UGM. Rasanya baru
kemarin lulus SMA, sekarang udah jadi mahasiswa tingkat 3. Kehidupan seorang
mahasiswa itu seperti masa transisi dari remaja menuju dewasa, dari kehidupan
kekanak-kanakan menuju kehidupan yang sebenarnya. Karena menjadi mahasiswa itu
belajar banyak hal, mulai dari bekerjasama, bersosialisasi, memanage waktu
belajar dan uang dengan baik dan masih banyak yang lain. Kuliah, ternyata tidak
seindah bayangan. Tapi namanya kuliah pasti ada enaknya dan tidaknya, entah komposisi
mana yang lebih banyak antara enak dan tidak enak itu. Hehe
Bisa dibilang, semester 5 adalah
puncak emosional mahasiswa. Kenapa ? Karena dibilang mau wisuda tapi nyatanya
belum KKN dan skripsi, kalau mau nyerah juga sudah sejauh ini perjuangannya. Di
semester lima ini juga pasti pikiran bakalan dibingungkan dengan pencarian
tempat PPL atau KP (Kerja Praktek). Bagi saya, awal merasakan semester 5 sama
seperti semester-semester sebelumnya. Karena baru merasakan beberapa hari dan
belum ketemu macam-macam kendala. Namun, mata kuliah semakin lama semakin butuh
pemahaman khusus. Disini saya berada pada titik dimana terkadang ada perasaan
menyesal dengan nilai semester sebelumnya dan masih penasaran dengan yang akan
terjadi di semester nanti. Karena bagi saya ini adalah masa-masa yang jaraknya
‘agak’ dekat atau menuju semester akhir. Hanya masalah waktu dan perjuangan
yang akan membawa saya pada titik akhirnya nanti.
Cerita selama perkuliahan semester
lima ini sebenarnya masih sama seperti semester sebelumnya. Hanya saja semakin
tinggi tingkatannya pasti ada saja cobaan dan tantangannya. Ada mata kuliah
yang semakin sulit lah, semakin tidak mengerti lah, atau bahkan ada yang tidak
tahu sama sekali. Apakah ada? Jelas ada. Hehehe. Karena semester lima merupakan
lanjutan dari materi di semester sebelumnya, bisa dibayangkan kalau semester
sebelumnya belum terlalu paham materi pasti juga akan sedikit kesulitan untuk
mata kuliah semester lima. Itulah yang sedang saya alami. Disemester lima ini
mungkin masa terakhir saya ikut organisasi, karena sudah habis masa jabatan.
Setelah hampir satu periode kepengurusan organisasi, saya mendapatkan banyak
sekali hal-hal tak terduga yang dapat saya ambil pelajarannya. And then, saya
juga ingin memperbaiki masa-masa kelam semester yang telah berlalu.
Kegiatan di semester lima ini hampir
pada umumnya, yakni kegiatan perkuliahan di kelas, kerja kelompok di luar
kelas, kegiatan praktikum di laboratorium, atau hanya sekedar ngumpul sama
teman-teman. Di semester lima ini saya mengambil matakuliah asisten Tugas
Laboratorium. Awalnya saya kira bakalan susah, ternyata setelah dijalani waaah
asik kok. Saya diberi tugas untuk menjadi asisten laboratorium untuk fakultas
lain yang akan melakukan penelitian di laboratorium Fmipa UGM. Karena semua
mahasiswa baru yang jurusannya mengandung kemipaan atau sains wajib untuk
mengikuti praktikum sains di Fmipa UGM. Semester
lima ini juga berbeda dengan sebelumnya, karena kita kedatangan tamu mahasiswa
pertukaran pelajar dari Universitas Negeri Makassar yang sama-sama semester
lima tentunya. Banyak pengalaman yang saya dapatkan, mulai dari pelajaran,
mendalami materi ajar, memahami karakter teman-teman yang diajar dan juga
tambah kenalan.
Seperti mahasiswa lain jurusan
Fisika, khususnya ilmu murni pasti tidak asing dengan praktikum dan laporan.
Yaa, setiap minggu pasti ada kegiatan rutin saya yakni praktikum dan nglaprak.
Praktikum, satu sks yang bisa menghabiskan seluruh waktu dalam seminggu. Kok
bisa ? ya karena laporan kita yang berlembar-lembar itu kita tulis tangan “No
Ketik”, Hehehe. Padahal, selain praktikum juga harus ngisi tugas asistensi tiap
minggu dan pastinya ada laporan lagi yang harus diselesaikan. Memang cukup
rumit menjadi mahasiswa semester lima (mahasiswa semi akhir) seperti saya ini
dengan segala kesibukan dan tanggung jawab yang harus diselesaikan. Apalah arti
mengeluh, yang dibutuhkan adalah ‘Semangat!!!’ dari orang-orang terdekat,
terutama kedua orangtua. Selain sebagai mahasiswa, saya adalah salah satu dari
sekian banyak orang yang memilih belajar ilmu agama selain akademik kampus. Ya,
saat ini saya masih betah tinggal di pondok pesantren. Memang tidak mudah
mengatur jadwal kampus dan pesantren yang begitu padatnya, bahkan terkadang
juga bertabrakan. Masalahnya adalah bagaimana kita bisa mengatur semuanya
dengan tepat dan tidak melebihi deadline yang telah ditentukan. Intinya adalah,
dimanapun tempatnya kita menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh InsyaAllah akan
ada berkah ilmunya.
Semester lima ini bisa dibilang ada
cahaya semangat tersendiri bagi saya. Sebelumnya nilai saya belum pernah memenuhi
target, bahkan hampir tiap semester selalu di bawah rata-rata. Tapi syukur
Alhamdulillah, semester lima ini berakhir dengan hasil yang manis. Hasil nilai
bisa meningkat dengan lumayan dan alhamdulillah sudah memenuhi target. Perlahan
tapi pasti, saya mulai membangkitkan lagi semangat belajar dan berusaha memperbaiki
kualitas diri saya dengan terus bekerja keras dan yang paling penting adalah
doa dan istiqomah. Saya jadi teringat kata ‘the power of DOA’, ini benar-benar
terjadi pada diri saya. Saya menyadari bahwa setiap tantangan yang saya hadapi
dalam dunia perkuliahan, meskipun berat namun kelak pasti akan mendatangkan manfaat
bagi saya. “Hidup Adalah Perjuangan”, selama masih hidup, perjuangan jangan
sampai berhenti karena untuk menjawab tuntutan zaman dan untuk meraih cita-cita
demi masa depan.
Sekian catatan singkat saya selama
perkuliahan di semester lima ini. Semoga dapat bermanfaat bagi teman-teman,
khususnya mahasiswa yang mulai merasa jenuh dengan dunia perkuliahan. Hati
boleh jenuh, namun semangat dalam mencari ilmu jangan sampai padam. Untuk menjadi
sukses tidak dibutuhkan nilai yang bagus, tetapi dibutuhkan ilmu yang dapat
dipergunakan kedepannya. Tetap semangat untuk teman-teman yang masih semester
awal melalui masa transisinya, semangat yang sudah mulai memasuki semester
akhir semoga hatinya selalu dikuatkan untuk tetap berjalan dan berjuang
menyelesaikan tugas akhirnya.
Wassalamu’alaikum
Wr. Wb.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar