Pernah sesaat berpikir
kalau nggak akan bisa masuk kuliah. Pernah sesaat berpikir kalau akankah
cita-citaku tak tercapai. Pernah sesaat aku tak akan bisa membanggangkan
seseorang yang aku sayang. Tapi perjuangan mana ada yang musuhan dan berkhianat
dengan hasil. Inilah ceritaku, kisahku, tangisan ku yang ku urai perlahan dalam
suatu tulisan.
14 agustus khususnya
aku berdiri tegak tanpa pegangan lagi di bumi arema yang ganas ini. Berbekal
ilmu kumulai cerita yang luar biasa yang dapat kuceritakan kelak. Tak bisa
berkata kata lagi bahkan tak bisa juga disyaratkan lagi kalau aku ada di kampus
biru, kampus perjuangan Universitas Brawijaya ini. Impianku pun setengah jalan.
Ayah Ibu aku tak bisa berkata-kata lagi. Karna doa aku bisa, karna usaha aku
bisa, karna kalian aku bisa.
Medan tempur pun
dimulai. Kerasnya perkotaan, banyaknya orang baru, ilmu baru, adaptasi baru.
Kini kumulai lembaran baru. Ingin menjadi apatis, tapi apakah aku dapan
bertahan hidup jika seperti itu. Mulailah aku memberanikan diri, beradaptasi
dan akhirnya mekar dengan sempurna.
Di awal saya memutuskan untuk kuliah,di saat itu juga aku
memutuskan untuk hidup jauh dari orang tua, jauh dari keluarga,dan juga jauh
dari sanak saudara.Jujur awalnya emang berat bahkan tidak pernah terfikir
sebelumnya untuk hidup jauh dari orang tua,semua serba sendiri,masak
sendiri,makan sendiri,cuci baju sendiri,pokoknya semua sendiri,kalau tidak
usaha gerak sandiri tidak akan bisa makan.karena juga sebelumnya tidak pernah
hidup jauh dari orang tua,semua serba disediakan oleh orang tua,jadi belum
terbiasa hidup serba sendiri.
Awal masuk kuliah ini
bisa juga disebut sebagai masa-masa transisi, yaitu dimana perubahan dari masa
sekolah ke kuliah perlu dilakukan penyesuaian diri. Biasanya di sekolah memakai
pakaian seragam, sekarang memakai pakaian bebas tetapi tetap menjaga kesopanan
dalam berpakaian. Dahulu jaman sekolah disebut siswa, kini disebutnya
mahasiswa. Begitu juga dengan pengajarnya yang biasanya saya panggil beliau
dengan sebutan guru, tetapi sekarang saya memanggilnya dosen. Kesan pertama
saat diajar oleh dosen, beliau terlihat lebih santai dalam memberikan materi
tidak sama seperti guru sewaktu jaman saya sekolah dahulu. Tetapi tetap saja
tugas yang diberikan dosen sama seperti jaman saya sekolah, yaitu tugas
individu atau tugas kelompok yang harus dikumpulin tepat waktu
1, 2, 3 bulan telah berlalu. Adaptasi sudah mencapai
maksimum. Kini belajar pun sudah mengalir tanpa hambatan. Usaha pun
dipertaruhkan, kemampuan juga dipertaruhkan, bersaing apa lagi. Kini kita mulai
babak baru 1 semester terlewati. Awal yang baik akan terus berbuah baik
kedepannya. Kita lihat saja. Tri Dharma perguruan tinggi akan jadi acuan.
Dimana saya berdiri dan memperjuangkan


Tidak ada komentar:
Posting Komentar