Full width home advertisement

EVENT

Post Page Advertisement [Top]




Assalamualaikum Wr. Wb.
Halo sahabat BSI, saya Nur Cahya Hidayati, mahasiswa semester 7 jurusan Fisika-UGM.
      Syukur Alhamdulillah saya bisa menyelesaikan segala kegiatan saya di semester 7 ini. Semua ini tidak lepas dari sebuah perjuangan saya dan juga orang tua khususnya yang tidak pernah lelah mengusahakan semuanya untuk saya. Perjalanan menempuh pendidikan sampai di titik ini memang benar-benar patut saya syukuri, karena masih diberikan kelancaran dalam setiap langkah, diberikan nikmat yang luar biasa oleh-Nya melalui beasiswa PT. BUMI SUKSESINDO.
      Semester 7 adalah masa-masa menakutkan dan juga bertambahnya kegalauan mahasiswa, apalagi mahasiswa tingkat akhir seperti saya. Bukankah sama saja setiap semester ? Jika dikatakan sama dengan semester sebelumnya, mungkin tidak juga. Karena setiap semester mempunyai banyak faktor tersendiri yang menyebabkannya beda dengan semester sebelumnya. Di semester 7 ini saya mengambil 23 sks. Mungkin juga sama saja seperti teman-teman yang lain. Berbeda dengan semester sebelumnya, semester ini saya hanya mengambil 1 praktikum, yaitu praktikum Fisika Inti. Banyak yang bilang jika praktikum inilah yang paling horor daripada yang lain. Karena kita sebagai praktikan harus melalui pretest terlebih dahulu bersama dosennya langsung. Hal ini berbeda jika sebelumnya praktikum hanya pretest dengan asisten lab saja. Yang menakutkan bagi setiap praktikan adalah tidak sedikit dari kami yang harus bertemu dosen berkali-kali hanya untuk pretest 1 judul percobaan. Padahal dalam 1 semester kami ada 6 judul percobaan. Praktikum bagi saya adalah penguras waktu. Kenapa demikian ? Karena mata kuliah ini hanya berbobot 1 sks saja, tetapi dalam waktu 1 minggu seperti dikuasai oleh serangkaian praktikum, mulai dari pretest sampai pengerjaan laporan yang harus ditulis tangan. Praktikum Fisika Inti ini memang sedikit rumit, karena berhubungan langsung dengan bahan-bahan radioaktif yang berbahaya jika terpapar pada tubuh terlalu lama. Maka dari itu harus benar-benar diperhatikan secara seksama.
      Sesuai kurikulum program studi, seharusnya disemester 7 ini saya mengambil matakuliah TA A ( di kampus lain mungkin namanya proposal ). Jadi di prodi saya matakuliah skripsi dibagi menjadi 2, yaitu TA A dan TA B. Namun saya mengurungkan niat untuk tidak mengambil TA A terlebih dahulu, karena waktu itu saya sedang menjalani KKN. Jadi saya belum sempat untuk bertemu dosen meminta persetujuan secara langsung ketika masa KRS. Namun diakhir semester 7 saya banyak konsultasi dengan beberapa dosen mengenai TA saya, dan Alhamdulillah di akhir semester 7 ini saya sudah mendapatkan dosen pembimbing TA dan judul skripsi. Jadi insyaAllah di semester 8 nanti saya langsung merngambil TA A dab TA B sekaligus. Semoga dilancarkan. Aamiin J
      Semester 7 bisa dibilang saya masih banyak sekali kuliah. Mungkin berbeda dengan kampus lain yang setelah masa KKN seperti sudah tidak ada kuliah lagi dan hanya fokus pada skripsi. Di tempat saya, pasca KKN masih banyak mahasiswa yang mengambil matakuliah. Tidak hanya sekedar mata kuliah pilihan saja, tetapi juga matakuliah wajib alias ngulang. Maklum, di kampus memang sudah tidak ada lagi semester pendek. Jadi harus benar-benar memanfaatkan kesempatan untuk mengulang matakuliah yang sekiranya perlu perbaikan. Dan di semester ini saya mengulang beberapa matakuliah wajib. Namun lagi-lagi semuanya tidak mesti sesuai dengan harapan. Karena matakuliah yang saya ulang nilainya juga tidak tambah lebih baik, bahkan ada yang lebih anjlok dari sebelumnya. Bukan karena tidak berusaha, pastinya sudah berusaha semampu yang saya bisa. Tetapi apapun hasilnya, intinya berproses itu penting. Selebihnya dipasrahkan kepada-Nya.
      Banyaknya liku kehidupan selama semester 7 ini, saya sudah tidak lagi mengikuti kegiatan non akademik. Karena semester tua ini kebanyakan mahasiswa pasti ingin fokus dengan tugas akhirnya, begitupula saya. Akan tetapi disatu kesempatan saya iseng mengikuti sebuah kegiatan pelatihan bisnis yang diadakan oleh ASTRA. Memang hanya seperti kegiatan biasa saja, tetapi setidaknya bisa untuk refreshing dari segala kegalauan mahasiswa tua.
      Alhamdulillah, akhirnya sampai pada penghujung cerita disemester 7 saya. Meskipun nilai akhir saya di semester ini turun lagi atau tidak lebih baik dari semester sebelumnya, dan lagi-lagi saya belum bisa memenuhi target yang disyaratkan oleh PT. BUMI SUKSESINDO, yang mungkin sangat jauh dari pencapaian teman-teman yang lain. Apapun itu patut disyukuri. Karena mungkin masih sampai disitu saja bentuk ikhtiar yang saya lakukan selama semester 7 ini. Dan saya juga sangat-sangat bersyukur atas pembelajaran dalam kehidupan saya, yang sampai saat ini saya masih bertahan mengenyam pendidikan nonformal di pondok pesantren. Karena tidak semua anak itu mampu menjalankan keduanya berbarengan dengan padatnya masing-masing kegiatan, baik di kampus maupun di pesantren. Dan itulah motivasi yang selalu saya dapatkan dari kedua orangtua saya. Sekian cerita apa adanya dari mahasiswa semester tua. Semoga di sesi yang lain saya bisa selalu menginsipirasi teman-teman yang lainnya. Tetap semangat, karena belajar itu tidak ada batasan usia.
Wassalamualaikum Wr. Wb



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]

| Designed by Colorlib