Culture Shock di Perkuliahan Semester
Pertama
Oleh: Bagas Irya Aditiya
Halo, perkenalkan saya Bagas Irya Aditiya dari
Universitas Brawijaya Program Studi Ilmu Kelautan. Disini saya akan
menceritakan pengalaman saya saat memasuki masa perkuliahan saya pada semester
pertama.
Diawali dengan PKKMB atau Pengenalan Kehidupan Kampus
bagi Mahasiswa Baru yang dilaksanakan secara daring atau online dikarenakan
masih maraknya kasus COVID-19. Kami para mahasiswa baru Universitas Brawijaya
mengharuskan PKKMB secara daring. Beberapa permasalahan seperti kesulitan
memperoleh koneksi internet yang memadai dan lain sebagainya. Meskipun secara
daring, tidak memudarkan semangat saya untuk menjalani rangkaian acara PKKMB
ini dan ternyata diluar dugaan saya, yang dimana saya mengira banyak
acara-acara yang seperti senioritas atau sebagainya tetapi ternyata tidak. Acara-acara
PKKMB yang saya laksanakan ternyata seru juga. Banyak acara-acara yang membuat
kami para mahasiswa baru.
Terlepas dari acara PKKMB, kami langsung memasuki
kegiatan belajar mengajar. Minggu pertama kami dan dosen hanya saling
berkenalan. Tak terduga, ternyata teman-teman sekalas saya banyak yang rumahnya
diluar pulau Jawa bahkan ada yang dari Medan, Sumatera Utara. Dengan berkenalan
satu sama lain membuat saya kenal dengan banyak teman dari luar Jawa dan
sesekali saya mengajari mereka Bahasa Jawa hahaha. Apabila ada waktu luang,
kami mencoba membuat room zoom meeting untuk mengenal lebih satu sama
lain dan juga saling mengenalkan beberapa budaya dan suasana lingkungan kami.
Minggu-minggu awal masih terasa mengasyikkan, akan
tetapi ada sesuatu yang menunggu kami. Sesuatu tersebut adalah praktikum mata
kuliah yang digadang-gadang sebagai hal yang mengerikan bagi mahasiswa. Pada
prodi kami Ilmu Kelautan, pada semester pertama ada 3 praktikum yaitu Zoologi
laut, matkul yang mempelajari hewan-hewan laut, Botani Laut yang mempelajari
tumbuh-tumbuhan laut dan Renang. Praktikum renang dilakukan setiap minggu
selama satu semester dimana kami harus menguasai beberapa teknik renang dan
teknik menyelam. Untuk 2 praktikum yang lain dilaksanakan selama 3 minggu
dimana pada minggu-minggu tersebut membuat saya frustasi.
Semua keresahan dan kebingungan pasti ada alasannya.
Frustasi yang saya rasakan dikarenakan culture shock pada sistem
praktikum yang sangat berbeda dengan praktikum pada saat saya berada di SMA.
Pada praktikum ini kami diharuskan untuk menjelaskan 31 spesies hewan laut dengan
referensi yang terbatas. Semua teman-teman saya sangat frustasi pada awalnya,
namun bagaimanapun kondisinya, semua harus tetap dijalani. Minggu pertama saya
gagal acc laporan praktikum, namun dengan kegagalan yang saya alami membuat
saya harus memaksakan diri dan akhirnya laporan praktikum minggu kedua dan
minggu ketiga saya acc. Pada praktikum Botani cukup mudah tidak ada yang
membuat saya frustasi namun pada saat UAP atau Ujian Akhir Praktikum,
pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh asisten dosen cukup sulit sehingga
kami hanya bisa menjawab sebisanya.
Praktikum semua saya lalui dengan penuh duka dan suka.
Mulai dari pengeluaran yang melonjak akibat praktikum renang yang mengharuskan
ke kolam hingga menjelaskan 31 spesies pada praktikum Zoologi Laut. Berakhirnya
ketiga praktikum membuat hari-hari kuliah saya terasa kosong dan sepi. Kegiatan
kuliah hanya materi dan presentasi saja.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar