Full width home advertisement

EVENT

Post Page Advertisement [Top]

 


Kuliah merupakan kata yang sering dan gampang terucap dari mulut seseorang. Setiap orang memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk merasakan bangku perkuliahan. Hak tersebut bergantung pada masing-masing orang untuk digunakan atau tidak. Banyak opini beredar bahwa kuliah tidak penting karena bekerja tidak harus menjadi sarjana. Namun banyak juga orang yang menentang hal tersebut dengan anggapan bahwa dengan kuliah bisa mendapat gelar yag nantinya dapat digunakan untuk melamar kerja dengan pangkat tinggi. Menurut saya kedua opini terseut tidak sepenuhnya benar dan salah, saya menganggap orang yang berkuliah memiliki suatu nilai tersendiri. Kuliah untuk membentuk seseorang menjadi lebih bermoral dan memiliki semangat juang yang tinggi. Sekarang zaman sudah berubah, sehingga pola pikir setiap manusia juga harus berubah. Pola pikir harus menyesuaikan dengan zaman, apalagi kita sebagai generasi muda harus dapat menyesuaikan pengetahuan dan keterampilan sesuai teknologi yang terbarukan.

Nama saya Hera Eka Saputri, saya merupakan Mahasiswi aktif Universita Brawijaya Program Studi Sarjana Teknik Geofisika. Menjadi seorang mahasiswa merupakan salah satu impian saya saat berada di bangku SMA. Untuk mewujudkan impian ini, saya belajar dengan keras agar mendapat nilai yang memuaskan dan memiliki kuota daftar ke PTN melakui jalur SNMPTN. Ya, Alhamdulillah impian tersebut terwujud. Sekarang saya sudah melewati semester 1 masa perkuliahan. Selama beberapa bulan ke belakang ini, kehidupan saya jauh berbeda dengan kehidupan saya saat masih SMA. Perbedaan yang mendasar yaitu saya harus hidup mandiri dan jauh dari keluarga.

Perjuangan awal kuliah dimulai pada pertengahan bulan Agustus, saya berbondong-bondong pergi ke Malang diantar oleh Ibu saya. Pada pertengahan bulan Agustus Universitas Brawijaya sudah mengadakan kegiatan pengenalan kampus bagi mahasiswa baru, kegiatan tersebut dikenal dengan sebutan PK2MB. Kegiatan tersebut dilakukan selama 3 hari, hari pertama dan kedua saya mengikuti PK2MB secara daring dan pada hari ketiga saya merasakan secara offline. Ini adalah kedua kalinya saya datang ke Kampus Universias Brawijaya, namun ini adalah pertama kalinya bagi saya masuk ke salah satu gedung yang ada di Universtas Brawijaya. Karena sebelumya saya hanya berkeliling di  luar gedungya saja.

PK2MB sama seperti ospek hanya saja sebutan dan sistematika pelaksanaannya yang berbeda, jika dahulu ada kata perpeloncoan sekarang tidak ada. Saya telah mengikuti beberapa PK2MB mulai dari tingkat Universitas yang disebut dengan RABRAW, kemudia di tingkat fakultas yang disebut dengan PROBINMABA, lanjut di tingkat jurusan yang disebut dengan PHYPRO, dan terakhir yaitu tingkat prodi yaitu MAKRAB. Namun saya masi belum melaksanakan MAKRAB, karena dijadwalkan akan dilaksanakan pada tahun 2023 awal, kemungkinan setelah liburan tepatnya awal semester 2. Saya telah merasakan awal dari perkuliah seperti yang dikatakan oleh kakak tingkat, bahwa kegiatan pengenalan kampus merupakan awal yang sangat peting. Dari kegiatan pengenalan kampus ini mulai dari tingkatan yan tertinggi hingga dibawahnya saya sedikit demi sedikit paham tentang budaya yang ada di perkuliahan. Saya memiliki kenalan teman dari berbagai fakultas, dan tentunya dari berbagai daerah yang berbeda juga.

Kegitan PK2MB tingkat fakultas dan seterusnya dilakukan bebarengan dengan jadwal perkuliahan, jadi hari senin-jumat kegiatan kuliah dan hari sabtu-minggu kegiatan PK2MB. Sehingga sulit sekali merasakan hari yang benar-benar libur. Hari-hari libur digunakan untuk mengerjakan tugas kuliah ataupun tugas ospek. Karena nyatanya tugas ospek yang lebih banyak daripada tugas kuliah, selain banyak bahkan tenggat yang berdekatan membuat saya kadang kebingungan harus mengerjakan yang mana dahulu. Memang kehidupan yang seperti ini membuat saya pada awalnya terkejut selain karena kegiatan perkuliahan yang terus berlanjut seperti tiada jeda, saya juga harus memikirkan hal lain seperti kebutuhan sehari hari  mulai dari makan, mencuci, memutuskan beberapa hal yang mungkin sebelumnya merupakan keputusan orang tua sekarang harus saya putuskan seorang diri. Selama 1 semester kuliah berusaha berpikir bagaimana cara berhemat, memaksimalkan kebutuhan yang mendesak dengan uang bulanan yang ada. Serta harus terbiasa dengan kehidupan di dalam kamar kos yang sunyi.

Awal-awal memang membuat saya kaget, namun seiring berjalannya waktu saya mulai menikmati hal tersebut. Saya sudah mulai terbiasa mengerjakan tugas kuliah bebarengan dengan tugas ospek. Membagi waktu antara belajar dengan istirahat ataupun sekedar berlibur menghibur diri. Tugas ospek yang sudah lumayan memudar membuat saya sedikit merasa berjalan bukan berlari seperti awal kuliah, namun hal tersebut hanya sementara karena ada mata kuliah berupa praktikum di prodi yang saya ambil. Saya harus bergadang mengerjakan beberapa laporan tulis tangan dengan tenggat yang mepet. Saya sudah terbiasa mengerjakan jam 1 pagi sedangkan tenggatnya jam 6 pagi, terbiasa keluar jam 2 pagi hanya untuk pergi ke tempat foto copy. Menulis bukan menggunakan pulpen hitam melainkan pulpen biru. Menulis menggunkan buku folio bergaris yang tebalnya 200 halaman. Setiap hari harus memikirkan memakai daftar pustaka apa pada laporan, harus mencari sumber buku atau artikel terbaru. Menyiapkan syarat untuk melakukan praktikum, yang disebut dengan TM (Tiket Masuk) praktikum. Saya juga terbiasa merasakan belajar t-15 menit sebelum praktikum.

Pada semester 1 perkuliahan selain mengikuti kegiatan akademik perkuliahan  dengan disiplin saya juga mencoba aktif pada kegiatan non-akademik. Saya mengikuti organisasi dan beberapa kepanitiaan tingkat fakultas atau departemen. Saya menjadi staf magang Himpunan Mahasiswa Fisika Universitas Brawijaya. Saat menjadi staf magang saya mengikuti dan menjalankan beberapa program kerja yang ada. Mulai dari kegiatan kaderisasi, sosial, dan studi banding dengan universitas lain. Dari serangkaian kegiatan yang saya ikuti, saya dapat mengambil manfaat misalnya lebih memperhatikan etika berbicara dalam sebuah forum, pentingnya sebuah presensi kehadiran, disiplin waktu, bertanggung jawab atas apa yang menjadi tugasnya, dan masih banyak lagi. Saya juga menjadi paham etika dan berkomunikasi dengan petinggi kampus bahkan membuat suatu event. Tentu saya juga dapat merasakan sarapan jam 3 sore, tapi dalam semua proses tersebut saya berusaha semaksimal mungkin untuk melaluinya dengan santai. Bagi saya, lebih banyak manfaat yang didapat daripada rasa lelah.

Sebelum kegiatan UAS program studi yang saya ambil melakukan kegiatan field trip, dalam kegiatan ini saya juga ikut ambil sebagai panitia. Kegiatan ini dilakuan sebagai salah satu syarat untuk melaksanakan UAP, selain melakukan penelitian kegiatan ini sekaligus untuk refreshing. Kegiatan dilakukan di beberapa stop site, mulai dari sebuah dataran rendah yang terbentuk dari lahar vulkanik, daerah datran tinggi yang awalnya laut kemudian mengalami pengangkatan, daerah dataran tinggi tempat pertambangan phyrophylite, sebuah bukit yang dibelah untuk dibagun jalan raya, hingga stop site terakhir yaitu pantai.

Setelah merasakan 1 semester perkuliahan yang cukup melelahkan tapi alhamdulillah saya dapat melalui itu semua dengan mendapat IP yang cukup. 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]

| Designed by Colorlib