Kegiatan perkuliahan semester 7 dimulai pada bulan Agustus 2022, dan dimulai dengan kegiatan KKL atau Kuliah Kerja Lapangan. KKL ini merupakan suatu kegiatan yang dimana berisikan tentang kegiatan observasi, kunjungan, dan wisata bagi para mahasiswa. Dan untuk kali ini kegiatan ini di lakukan ditempat yang mengandung beberapa aspek yang mencerminkan prodi PPKN itu sendiri yaitu seperti pendidikan, politik, pemerintahan, budaya, dan juga keagamaan. Pada kesempatan kegiatan kali ini prodi PPKN melaksanakan KKL di Bali yang dimana meliputi tempat pendidikan seperti Universitas Dwijendra, politik dan pemerintah yaitu kantor DPRD Bali, Kebudayaan dan keagaaman dilakasanakan di Puji Mandala dan juga Tanah Lot. Kegiatan KKL ini tentunya tidak hanya bertujuan untuk hal rekereasi semata melainkan untuk menambah wawasan kita terhadap tempat-tempat baru, seperti hal kegiatan KKL saya terjadi di temat baru yang baru pertama kali saya kunjungi yaitu mengamati kegiatan kehidupan sosial di Tanah Lot.
Tanah Lot sendiri merupakan tempat wisata kebudayaan dan juga keagamaan yang terletak di kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali. Tanah Lot ini sendiri merupakan sebuah pura yang ada di tengah laut, yang dimana disana terdapat berbagai hal yang unik dan menarik yang mampu dipelajari dengan seksama untuk menambahkan wawasan. Hal yang membuat tata letak pura Tanah Lot berbeda dengan tata letak pura lainnya di Bali karena lokasi pura yang berada di atas batu karang. Karena pura Tanah Lot berada di atas batu karang pada tengah laut, membuat luas lokasi untuk membangun pura tidak terlalu besar, serta bentuk batu karang yang pastinya tidak beraturan. Untuk dapat memenuhi standar pembangunan pura di Bali, maka dalam area pura Tanah Lot terdapat beberapa tempat pemujaan yang di bangun berdasarkan unsur tingkatan sesuai prosedur tata letak pura di Bali pada umumnya. Pura adalah tempat suci bagi umat Hindu di Bali yang sangat terjaga kesakralannya. Maka itu, tidak semua orang yang datang di perbolehkan masuk ke areal pura. Hanya mereka yang punya tujuan untuk sembahyang, boleh masuk ke areal dalam pura Tanah Lot dan harus menggunakan pakaian sembahyang. Jika air sedang pasang, untuk menuju kawasan pura Tanah Lot, harus naik perahu. Karena air lautnya melebihi 2 meter di banding pada saat surut sekitar 0,5 meter atau tanpa ada air. Maka dari itulah ada arti atau makna sendiri dengan nama tanah lot ini yaitu Tanah di artikan dataran/tanah, Lot artinya laut, jadi Tanah Lot berarti dataran yang berada pada tengah laut. Sebuah bangunan pura Hindu berdiri di atas batu karang besar pada bibir pantai. Sesuai dengan nama tempatnya, pura tersebut di beri nama pura Tanah Lot.
Dari penjelasan diatas tujuan dari kegiatan KKL ini sendiri adalah untuk mengetahui implementasi Tri Hita Karana yang ada di tanah lot. Tri hita karana merupakan ajaran yang menekankan hubungan manusia dalam kehidupan di dunia ini. Ketiga hubungan itu meliputi hubungan dengan sesama manusia, hubungan dengan alam sekitar, dan hubungan dengan ke Tuhan yang saling terkait satu sama lain. Setiap hubungan memiliki pedoman hidup menghargai sesama aspek sekelilingnya. Prinsip pelaksanaannya harus seimbang, selaras antara satu dan lainnya. Apabila keseimbangan tercapai, manusia akan hidup dengan menghindari daripada segala tindakan buruk. Hidupnya akan seimbang, tenteram, dan damai. Hakikat mendasar Tri Hita Karana mengandung pengertian tiga penyebab kesejahteraan itu bersumber pada keharmonisan hubungan antara Manusia dengan Tuhan nya, Manusia dengan alam lingkungannya, dan Manusia dengan sesamanya. Dengan menerapkan falsafah tersebut diharapkan dapat menggantikan pandangan hidup modern yang lebih mengedepankan individualisme dan materialisme. Membudayakan Tri Hita Karana dalam kehidupan sehari-hari akan meningkatkan rasa sosialis dan harmonis dalam diri manusia.
Kegiatan yang selanjutnya yaitu diteruskan dengan PLP II atau Program Pengenalan Lapangan Persekolahan II merupakan tahapan kedua dalam Pengenalan Lapangan Persekolahan yang wajib dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha). PLP II dilaksanakan pada semester ketujuh dengan besar kredit 3 sks. PLP II dimaksudkan untuk memantapkan kompetensi akademik kependidikan dan bidang studi melalui berbagai bentuk aktivitas di sekolah. Sejalan dengan PLP I dan visi lembaga, masih sama seperti kegiatan KKL diawal PLP II dilaksanakan dengan berbasis falsafah THK juga. Falsafah THK akan menjadi landasan aktivitas yang dilakukan oleh mahasiswa dalam kegiatan mengajar dan nonmengajar. Dengan penerapan THK atau Tri Hita Karana ini sendiri diharapkan dapat menjadikan siswa siswi yang ada di lngkungan sekolah dapat menjadikan
dirinya yang mampu sebagai individu yang peduli terhadap Tuhan, lingkungan alam, dan juga sesama manusia dan diharapkan juga dapat menjadikan siswa dan siswi nya memiliki pemikiran yang lebih luas, kreatif, dan juga kritis, yang dimana hal ini dapat memajukan suatu pemikiran anak didik di era digital yang dipenuhi dengan hal-hal negatif sekarang. Dengan penerapan ini bisa menjadikan siswa siswi nya dapat berpikir lebih baik lagi untuk menyaring dan mengkontrol kehidupan mereka dan juga hal-hal baru yang masuk kedalam kehidupan mereka.
Setelah melakukan 2 kegiatan perkuliahan diawal semester yang merupakan syarat lulus mata kuliah di semester 7, maka dilanjutkan dengan mata kuliah lainnya, yaitu Hubungan Internasional, Seminar PPKN, dan juga TOEFL. Kegiatan perkuliahan ini dilaksanakan dalam 1 hari kerja yaitu pada hari Senin saja, dan selanjutnya hanya digunakan untuk menyusun proposal skripsi. Kegiatan 3 mata kuliah ini juga tidak kalah penting dari 2 kegiatan yang sudah dijelaskan diawal. Pada 3 mata kuliah ini juga dilaksanakan ujian tengah semester dan juga ujian akhir semester, yang dimana Hubungan Internasional nilai akhir ditentukan dengan pengumpulan penulisan essay mengenai Mata kuliah ini. Dan sedangkan seminar PPKN diakhiri dengan penilaian presentasi proposal masing-masing mahasiswa. Dan yang terakhir ada TOEFL mata kuliah ini dilaksanakan dengan penilaian akhir yaitu Tes TOEFL yang dimana tes ini mematok paling rendah nilai yang dapat lulus yaitu 300 point. Kegiatan semester 7 kali ini diakhiri dengan semua mahasiswa PPKN melakukan kegiatan Seminar Proposal atau Ujian Proposal.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar