Full width home advertisement

EVENT

Post Page Advertisement [Top]

 


“Coba rasakan nanti ketika kamu memasuki semester lima” Itulah kalimat yang terucap dari kakak tingkat yang pernah saya temui saat sedang melaksanakan kuliah di Yogyakarta. Selain terucap dari kakak tingkat, saya juga sering menjumpai kalimat tersebut dalam berbagai macam postingan video mahasiswa yang sedang menginjak ataupun sudah melewati semester lima tersebut dalam media massa. Pada awalnya saya merasa penasaran dan bertanya-tanya, ada apa dengan semester lima? Selain itu, saya juga merasa tertantang dengan kalimat tersebut. Walaupun pada awalnya saya menganggap berlebihan dengan apa yang terkandung dalam kalimat tersebut sampai pada akhirnya saya merasakan sendiri.

Semester lima merupakan semester ganjil yang bagi diri saya sendiri menganggapnya sebagai semester yang mungkin sama dengan semester-semester sebelumnya. Akan tetapi setelah saya benar-benar memasuki dan menjalani semester lima tersebut, kalimat “Coba rasakan nanti ketika kamu memasuki semester lima” yang sebelumnya saya remehkan kini menjadi kalimat yang selalu saya katakan kepada adik tingkat saya. Hal ini saya lakukan karena saya merasa bahwa semester lima benar-benar semester yang mana merupakan tahap pembukaan uji nyali selama perkuliahan. Jika pada semester sebelumnya saya masih bisa sedikit santai-santai mengerjakan tugas, kini di semester lima sangatlah berbeda. Saya dituntut untuk dapat membagi waktu seefisien mungkin dalam menjalani perkuliahan. Tuntutan ini didasarkan pada banyak kegiatan kerja kelompok dari setiap kelas yang ada. Perlu diketahui bahwa di semester lima semua kelas membentuk kelompok dengan anggota kelompok yang berbeda-beda di setiap kelasnya. Pembagian kelompok ini membuat saya sedikit merasa kesulitan dalam membagi waktu. Misalnya, di kelas A dan B harus berdiskusi di hari yang sama dan waktu yang sama. Hal semacam ini membuat saya harus benar-benar dituntut untuk dapat membagi diri saya agar dapat mengikuti diskusi dari keduanya. Selain masalah pembagian waktu, hal sulit lainnya ketika berdiskusi dalam kelompok adalah mengenai pemikiran. Dalam kelompok tentunya terdiri dari bermacam-macam orang dan setiap orang tentunya juga memiliki pemikiran yang berbeda. Hal inilah yang membuat saya terkadang merasa kesulitan untuk mengikuti diskusi yang terdapat dalam kelompok karena adanya perbedaan pemikiran tersebut. Kedua masalah inilah yang membuat diri saya akhirnya sempat menyerah dan menjadi anggota yang pasif dalam kelompok.

Selain pasif dalam anggota kelompok, saya juga merasa bahwa diri saya juga pasif dalam diskusi di kelas. Jika di semester-semester yang lalu saya sering aktif berpendapat di kelas, kini saya cenderung mengikuti kelas dengan biasa-biasa saja. Konsep saya di semester lima ini hanyalah pokok saya datang kuliah tanpa absen dan mengerjakan tugas sesuai arahan tanpa berlebihan. Konsep inilah yang akhirnya berdampak pada hasil akhir dari perkuliahan di semester lima.

Dapat dikatakan bahwa nilai hasil akhir semester lima ini sangatlah hancur. Saya mendapatkan nilai paling rendah di semester lima ini dibandingkan semester sebelumnya. Pada awalnya setelah mengetahui nilai tersebut saya merasa kaget dan menyesal. Penyesalan ini dikarenakan oleh diri saya sendiri yang menjadi pasif dan asal-asalan dalam mengerjakan tugas. Meskipun demikian, saya tidak mau berlarut-larut dalam penyesalan tersebut karena semuanya sudah terjadi ibarat nasi sudah menjadi bubur. Nilai yang hancur di semester lima ini akan saya jadikan sebagai pemacu untuk menghadapi semester berikutnya. Saya berjanji pada diri saya sendiri bahwa akan meningkatkan semangat diri saya dalam menghadapi semester berikutnya. Saya yakin bahwa semester yang akan datang justru akan lebih dari apa yang ada dalam semester lima. Apabila saya menjadi kendor dalam menjalani perkuliahan maka semester lima yang hancur akan terulang lagi di semester berikutnya. Oleh karena itu, penting bagi saya untuk meningkatkan semangat dalam melaksanakan perkuliahan di semester mendatang.

Saya mencoba memperoleh semangat dalam menghadapi semester yang akan datang dengan merencanakan hal-hal yang positif. Saya mulai membuat planning mengenai pengaturan waktu agar dapat berjalan secara efisien, lebih banyak meningkatkan keaktifan dan belajar untuk konsisten serta disiplin dalam mengerjakan tugas. paling ini saya buat dari pengalaman yang telah terjadi di semester lima. Harapan saya planning yang saya buat ini dapat mengangkat nilai saya yang hancur di semester lima.

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]

| Designed by Colorlib