Anak
adalah anugerah terindah yang diberikan Tuhan kepada manusia, terutama apa yang
kita sebut sebagai orang tua. Selain sebagai penerus keluarga, anak memiliki
sebongkah tanggung jawab yang akan dia emban sebagai bentuk timbal balik
terhadap jasa orang tua. Saat hadir ke dunia, anak tidak bisa memilih akan
jatuh pada keluarga seperti apa, entah dari segi keharmonisan, kelengkapan,
pendidikan, hingga status ekonomi. Namun setiap anak yang beranjak dewasa
memiliki berbagai cara untuk memilih jalan terbaik bagi kemajuan keluarganya
nanti. Hal itu juga dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya didikan
orang tua. Seperti kutipan St. Don Bosco, pendidik dan pastur asal
Italia Utara, keluarga khususnya orang tua memiliki peran besar dalam membentuk
kualitas anak.
Aku,
Renza Verina Anisia lahir di keluarga yang cukup baik. Sebagai seorang anak,
aku merasa bahwa orang tua ku telah memberikan dukungan, dorongan, dan hak
lainnya dari kewajiban mereka sebagai seorang ayah dan ibu. Keluargaku
beranggotakan tiga orang, yang mana artinya aku adalah satu-satunya harapan
mereka. Keinginanku yang kuat untuk mendapatkan pekerjaan mapan serta sesuai
dengan bakat minat yang aku kuasai, aku memutuskan untuk melanjutkan kuliah di
perguruan tinggi negeri Universitas Jember dengan program studi Pendidikan
Bahasa Inggris pada tahun 2022 jalur SNMPTN. Sempat terkendala ekonomi, aku tak
kuasa melihat kerja keras orang tua ku yang sampai bersimpuh keringat
mencarikan uang untuk kuliah. Namun dengan adanya bantuan beasiswa dari PT Bumi
Suksesindo, pandanganku cerah kembali. Aku mulai memanfaatkan dana serta
memanajemen pemasukan dan pengeluaran sebaik mungkin.
Seiring
berjalannya waktu, aku telah menjalani semester 1. Awal masa kuliahku dimulai
dengan mengikuti acara ospek universitas (PKKMB) dengan berbagai kegiatan seru.
Dari semua rundown di PKKMB ini, hari yang paling berkesan adalah
inaugurasi. Senang rasanya guest star yang diundang adalah Amigdala,
salah satu grub band musik Indonesia favoritku. Pun penampilan dari tiap-tiap
fakultas membuat acaranya semakin meriah. Dibalik itu, peralihan masa
pembelajaran yang tadinya online menjadi offline mengakibatkan
gejolak aktivitas fisik yang signifikan. Banyak diantara kami mahasiswa tumbang
saat acara masih berlangsung, sehingga petugas kesehatan dan ambulance
bolak-balik membunyikan aba-aba agar kami memberikan jalan. Memang dua tahun
sebelum ini tepatnya saat pandemi cukup memberikan beberapa dampak negatif,
diantaranya adalah tubuh yang kurang sehat. Dilanjutkan dengan ospek tingkat
fakultas (PPMB). Hal yang paling berkesan disini adalah serangkaian kelas
pembekalan ilmu pengetahuan seputar organisasi, seperti UKM, PKM, BEM hingga dasar
kepemimpinan. Kedua ospek tersebut memang berarti, namun bagiku ospek prodi lah
juaranya, yaitu PKMB ESA 22. Biasa dibilang lain dari yang lain, ospek prodiku
lebih santai dan tidak dibubuhi dengan aturan yang mengekang. Semua mahasiswa
Pendidikan Bahasa Inggris angkatanku dan panitia HMP turut ikut serta dalam
kegiatan di dalamnya. Ospek kali ini tidak membosankan karena tidak melulu
perihal materi, tetapi pembentukan kelompok-kelompok kecil yang didampingi
seorang kakak tingkat. Aku dengan senang hati menempati posisi sebagai wakil
ketua di kelompokku karena yakin aku akan berkontribusi baik. Memegang tanggung
jawab ini tentunya tidak selamanya mudah, aku bekerja dua kali lipat daripada
anggota lainnya. Namun mendampingi ketua kelompokku yang juga sama-sama belajar
untuk memupuk leadership, kami selalu menguatkan satu sama lain. Menjadi
pemimpin harus bisa mengendalikan anggota/pengikutnya, walaupun dengan tuntutan
yang memaksa, wajib didasari dengan tanggung jawab serta norma untuk mencapai
tujuan bersama. Ospek diakhiri dengan inaugurasi berisi penampilan tiap Kingdom
dan fashion show. Kelompokku yang bernama Ternate Tidore Kingdom
memutuskan untuk menghadirkan alunan musik akustik. Kami menyanyikan lagu See
You Again dan Laskar Pelangi. Disini aku menyadari bahwa kedekatan kami
sudah sempurna, membangun relasi yang rasanya seperti keluarga. Acara
dilanjutkan, akan ditampilkan dua perwakilan (satu lelaki dan satu perempuan)
untuk catwalk fashion show yang memvisualisasi pesona pakaian adat tiap
Kingdom. Sempat terjadi miss komunikasi sebelum hari H pelaksanaan
inaugurasi yang akibatnya seluruh kelompok diketahui boleh menyewa baju di
salon, kecuali kelompokku. Alhasil Ternate Tidore Kingdom menampilkan
kekreatifan yang tidak terduga. Perwakilan mengenakan baju modifikasi dari
kertas karton. Semua peserta memberikan sorakan dukungan saat kelompokku
tampil. Aku bangga dengan mereka dan tentunya pada diriku juga, karena atribut
yang dipakai mereka adalah hasil karyaku sendiri.
Seiringan
dengan sederet acara ospek yang berlangsung, terdapat program kerja dari
kepengurusan Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) 2022 yang menunjukkan
eksistensinya. ESA, sebutan organisasi prodiku dengan kepanjangannya yaitu English
Student's Association merupakan wadah aspirasi dan pengembangan kemampuan
mahasiswa yang terbagi dalam beberapa divisi. Setiap divisi mempunyai tanggung
jawab dalam mengemban tugasnya. Dari awal, ESA Super League dan ESA
Art Club lah yang paling berkesan bagiku. ESA Super League adalah
program kerja dari sport division. Kinerjanya bisa dikatakan mendominasi
yang lain. Bagaimana tidak, kegiatannya diikuti oleh mahasiswa program studi
Pendidikan Bahasa Inggris dari angkatan 2019 sampai 2022. Terdapat perlombaan
olahraga antar angkatan seperti futsal, voli, dan basket. Karena aku bukan tipe
orang yang menyukai olahraga, aku hanya menjadi supporter pada malam
itu. Meskipun demikian, aku senang angkatanku mendapatkan nominasi supporter
terbaik karena solidaritas kami yang tinggi. Di luar itu, olahraga bukanlah passionku
yang sebenarnya, aku lebih tertarik dengan program kerja art division. ESA
Art Club, namanya saja sudah membuatku ingin hadir setiap saat. Aku adalah
seniman, seni adalah bagian dari hidupku. Tanpa seni dunia hanyalah hitam putih
yang berlalu begitu saja. Jiwa ku bergejolak disini, bahkan ketika pamflet open
recruitment baru disebar, aku tanpa ragu mendaftarkan diri. Aku mendapatkan
banyak pengalaman menyenangkan serta relasi yang se-frekuensi. Sebagai
kelanjutan dari pengalaman yang di perdalam di ESA Art Club, dimunculkan
ESA Night Show yang merupakan wadah untuk memamerkan hasil karya
anggotanya. Ketika karyaku tampil di YouTube ESA, salah satu kakak tingkat
menanyaiku :
"Renza mau
ikut organisasi apa?"
Terbesit di
benakku, apakah penting mengikuti organisasi?
Yup
itu benar. Aku mendapatkan jawabannya setelah lolos seleksi HMP dan tepat
sasaran masuk dalam divisi seni. Awalnya aku mengira bahwa aku salah ambil
keputusan. Aku sebagai penanggung jawab Kalender Kerja ESA dan ESA Art Club
periode 2023 merasa bingung serta bercampur aduk kecamuk di pikiran. Seni rupa
memang bidang yang sangat aku kuasai, namun disini aku mau tidak mau harus
handal dalam digital art. Sempat berfikir menyesal, tapi kalau diingat
lagi, aku belajar untuk bisa. Tidak akan ada orang hebat tanpa mencoba sesuatu
yang baru. Aku meyakinkan diriku sendiri bahwa aku bisa, dan aku pasti
membutuhkan ilmu design digital seperti logo, template, maupun
yang lainnya di kemudian hari. Cukup lelah dengan rapat HMP yang tidak bisa
dikatakan hanya membutuhkan waktu sebentar. Rapat kerja di pertemuan awal saja
sudah menghabiskan waktu dari jam 9 sampai 3 sore. Cukup menyita waktu, aku
sedikit kewalahan dalam menjalankan bisnisku. Aku adalah pekerja seni yang
membuka jasa custom art sejak menduduki bangku SMA kelas 10 hingga
sekarang. Dikarenakan padatnya aktivitas akhir-akhir ini, aku memutuskan untuk
membuat jadwal antara belajar, bekerja, dan berorganisasi agar tersusun rapi
serta tidak saling bertabrakan.
Berbicara
tentang organisasi HMP, acaranya dimulai ketika aku libur kuliah.
Mengingatkanku pada hari sebelum-sebelumnya, ketika akhir semesterku ditutup
dengan pemberitahuan nilai IPK lewat aplikasi SISTER UNEJ. Aku mendapat IPK
yang bisa dibilang baik, yaitu 3,75. Sempat muncul rasa iri ketika mendengar
orang dengan IPK diatas 3,8. Karena jiwa perfeksionisku, aku merasa sedikit
kecewa dengan diriku sendiri. Hingga pada suatu saat, ibuku menyadari bahwa
anaknya sedang dalam pikiran negatif yang membuatnya gelisah.
Ibuku
mengatakan bahwa menyerah adalah hal yang wajar terjadi pada manusia. Tidak ada
manusia yang bisa sempurna dan diatas yang lainnya setiap saat. Seperti roda
berputar, ada saatnya di atas, tengah, dan bawah. Jika dipikirkan kembali, saat
aku berada di bawah dan tidak ada kemauan untuk berputar, akankah aku berada di
atas lagi? Itulah yang diajarkan ibu. Mulai naik dengan langkah pelan tapi
pasti. Penuh rasa syukur, aku memiliki orang-orang hebat yang menjadi alasanku
untuk terus maju, khususnya orang tua. Aku ingin mereka bangga dengan
pencapaian yang dapat diwujudkan oleh anaknya.
Inti
dari semua cerita yang aku urutkan dari awal aku memasuki dunia perkuliahan
yaitu peran utama mahasiswa adalah belajar, yang bertujuan lulus dengan IPK
bagus dan mendapatkan gelar sarjana untuk kebutuhan-kebutuhan lain kedepan
seperti pekerjaan. Di luar nilai serta kepandaian otak dalam memahami sesuatu,
perlu sebuah tindakan untuk merealisasikan ide-ide baru. Tujuan dari
berorganisasi adalah menunjang kemampuan mahasiswa agar mampu bekerja sama
dengan orang lain, melatih ketangkasan dalam mengerjakan tanggung jawabnya,
memupuk jiwa kekeluargaan dan leadership, serta sebagai bentuk awal atau
simulasi dalam menghadapi dunia kerja. Antara belajar dan organisasi, keduanya
sama pentingnya untuk mencapai tujuan apa yang kita buat di awal rencana masuk
kuliah. Salah satu tujuanku adalah membanggakan orang tua, tempat dimana aku
lahir, diberi asupan pendidikan pertama, dan dibesarkan dengan penuh kasih
sayang. Aku ingin melakukan hal terbaik apapun yang aku bisa untuk mereka.
Cintaku, duniaku, kepandaianku, semua tercipta dari mereka dan ingin ku berikan
itu semua kembali dengan berlipat ganda. Ibarat bulan yang sinar aslinya
berasal dari matahari, dan bulan berputar untuk mengelilingi bumi, anak yang mendapatkan
dukungan penuh dari orang tuanya maka ia akan berusaha menjadi manusia yang
berguna bagi nusa dan bangsa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar