Semester 3 adalah semester yang penuh dengan tantangan, tetapi mengeluh tidak akan pernah bisa memperbaiki keadaan. Roy T.Bennett pernah berkata, “Saat-saat tersulitmu sering kali mengarah pada momen-momen terbesar dalam hidupmu. Teruskan. Situasi sulit pada akhirnya membangun orang yang kuat.”. Perkenalkan nama saya Arifah Nur Basyiroh Machi, saya berasal dari desa Karangrejo Kecamatan Banyuwangi. Saya adalah mahasiswa semester tiga di kampus Pionir Technopreneur Politeknik Negeri Banyuwangi Jurusan Bisnis dan Informatika Program Studi Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak. Pertama-tama, saya ucapkan puji syukur dan terima kasih karena telah diberi kesempatan untuk menjadi salah satu mahasiswa peraih beasiswa dari PT Bumi Suksesindo. Yang mana tak hanya membantu saya dalam hal keuangan, tetapi juga memantik semangat saya agar terus berprestasi.
Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, pada semester tiga ini saya mendapatkan banyak sekali tantangan. Tak jarang tantangan-tantangan tersebut membuat saya berada pada situasi-situasi yang sulit. Namun, saya tahu dibalik masalah pasti ada solusi. Pada semester ini, saya mendapatkan beberapa mata kuliah yang menurut saya susah untuk saya pelajari. Beberapa diantaranya adalah Pemrograman Perangkat Bergerak, Pemrograman Web Lanjut, dan Interoperabilitas.
Pada mata kuliah Pemrograman Perangkat Bergerak, saya dikuliahi bagaimana caranya membuat aplikasi mobile dengan menggunakan flutter. Dan permasalahanpun muncul ketika kami diharuskan untuk menginstall beberapa tools yang digunakan untuk mendukung kerja flutter. Permasalahan pertama adalah storage laptop saya yang ternyata tidak dapat mencukupi, dan permasalahan kedua adalah laptop saya menjadi lebih sering bluescreen serta sempat terjadi kerusakan pada SSD nya sehingga saya harus menggantinya dengan SSD yang baru. Bagian paling disayangkan adalah software-software, tools, dan tugas-tugas saya harus hilang.
Di saat-saat tersebut saya harus beradaptasi kuliah tanpa menggunakan laptop sampai laptop saya sudah selesai diperbaiki. Awalnya perkuliahan berjalan dengan lancar-lancar saja, saya berulang kali pergi ke rumah teman untuk mengerjakan tugas bersama, sampai pada akhirnya terdapat ujian praktikum dadakan. Saya ingat sekali ujian tersebut membuat saya sempat merasakan putus asa. Ujian dadakan tersebut mengharuskan saya untuk menguji ilmu dan pengetahuan saya tentang flutter. Dengan berbekal pengetahuan yang belum seberapa, saya harus menginstall dan mengkonfigurasi flutter di PC lab kampus, setelah itu baru saya mulai untuk mengerjakan task-task untuk ujian tersebut. Namun, lagi-lagi masalah muncul karena sepertinya pathnya tidak dapat membaca flutter sdk yang baru saya install. Melihat teman-teman saya yang sudah hampir selesai dan durasi waktu yang tersisa membuat saya merasa tertekan dan rasa ingin menyerah pun datang begitu saja. Saya pun akhirnya hanya dapat mengerjakan beberapa task saja, dan hal ini membuat saya merasa sedih dan kecewa.
Namun dibalik tantangan-tantangan tersebut, saya menyadari adanya nilai-nilai pelajaran yang dapat saya petik. Saya seharusnya lebih merawat laptop saya agar tidak mengalami kerusakan, dan saya juga tidak seharusnya bersedih dan berlarut-larut dalam penyesalan. Selain itu, saya dapat menguji dan meningkatkan pemahaman saya karena harus menginstall tools dan membuat tugas dua kali. Saya juga mendapat banyak dukungan dari teman-teman saya, salah satu teman saya juga memberikan saran untuk selalu melakukan commit ke GitHub setiap kali selesai ngoding agar code tidak hilang. Saya banyak berterimakasih pada teman-teman yang telah membantu dan memberikan semangat kepada saya di semester ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar