Sebelum mengawali essay ini, perkenalkan nama saya Ika Mutianingrum dari Politeknik Negeri Jember Angkatan 2023. Alhamdullilah saya telah menyelesaikan semester 3 dengan baik, walaupun banyak lika-liku di dalamnya. Pada semester ini saya disibukkan dengan kegiatan PBL (Program Based Learning) atau pembelajaran berbasis proyek yang dijadikan sebagai sarana belajar mahasiswa, dan saya juga mengikuti seleksi Satgas PPKS (Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual) satgas ini berfungsi sebagai pusat pencegahan dan kekerasan seksual di kampus, serta ikut serta dalam beberapa seminar yang ada dikampus.
Pada minggu pertama disemester 3, didinformasikan terkait kegiatan PBL (Program Based Learning), dimana mahasiswa dibentuk kelompok yang berjumlah 7-9 anggota. PBl Angkatan kami bertemakan produk makanan dengan bahan baku ikan laut. Kelompok kami membuat inovasi pada makanan atau produk lokal, yaitu dengan bahan baku ikan tongkol yang kaya akan kandungan protein, zat besi, omega 3. Kami membuat cireng dengan isian tongkol suwir, yaitu makanan ringan dari tepung tapioka yang diberi isian tongkol suwir didalamnya dengan beberapa varian isian, yaitu original, pedas, dan pedas daun kemangi yang menggabungkan cita rasa tradisional dengan nilai gizi tinggi dari ikan tongkol. Alasan kelompok kami memilih produk tersebut dikarenakan di daerah Jember sendiri banyak penjual cireng akan tetapi dengan isian yang sering ditemui seperti, ayam suwir, keju, bakso, sosis, dll. Oleh karena itu, kami membuat inovasi baru dengan isian yang berbeda dengan harapan dapat menarik perhatian konsumen yang ingin mencoba atau penasaran dengan inovasi baru dari produk kami.
Kegiatan PBL (Program Based Learning) dilakukan selama 3 bulan, dimana akan dilakukan penjurian oleh dinas perikanan terkait, gelar produk, dan penjurian oleh dosen pembimbing. Selama kegiatan PBL mahasiswa dilatih untuk lebih mandiri dalam memahami konsep, memecahkan masalah, dan mengembangkan keterampilan praktis. Selama kegiatan PBL proses pembelajaran difokuskan pada proyek-proyek nyata yang berkaitan langsung dengan mata kuliah yang menjadi acuan dalam PBL. Kegiatan ini juga menjadi tantangan sekaligus pengalaman berharga bagi kami, terutama dalam memahami proses produksi, pemasaran, hingga manajemen usaha secara langsung. Dalam kelompok, saya bertugas sebagai tim produksi, yaitu memasak isian cireng, membuat adonan kuliat cireng hingga proses penggorengan cireng. Selain tim produksi ada juga tim marketing yang bertugas membat rencana pemasaran produk serta cara penjualan, tim pemasok bahan baku yang bertugas membeli bahan bahan cireng, tim dokumentasi yang bertugas mendokumentasikan keguatan PBL dan tim editing yang bertugas mengedit konten-konten yang akan dijadikan sebagai video promosi, perkenalan produk serta pamflet produk yang akan diposting di media sosial agar para konsumen mengetahui adanya produk kami.
Setiap minggu kelompok kami melakukan pemasaran baik secara online melalui media sosial seperti WhatsAap dan Instagram untuk mempromosikan produk dan secara offline dari mulut ke mulut serta dengan menggunakan tester agar konsumen dapat mencobanya terlebih dahulu. Kelompok kami juga sering membuka stand saat acara kampus dan cfd di alun-alun Jember. Saat berjualan kami membagi tugas dengan efisien, ada yang bertugas melayani pembeli, menggoreng cireng dan mempromosikan cireng. Pada saat berjualan kami juga sering mengalami kendala seperti, persaingan dengan produk lain dan adonan cireng yang biasanya lengket, hal menjadikan evaluasi bagi kelompok kami. Adonan yang lengket kami jadikan sebagai tester kepada konsumen agar mereka bisa menyicipi produk kami dan tertarik untuk membelinya.
Pada bulan ke-2 diadakan sesi penjurian produk oleh dinas perikanan dan dosen penguji mata kuliah PBL(Program Based Learning), masing-masing kelompok diharuskan membawa produk untuk dinilai oleh para juri yang nantinya akan dipilih produk terbaik dari semua produk yang ada, dan diberikan beberapa pertanyaan yang berkaitan tentang masing-masing produkoleh juri. Setelah itu, pada bulan terakhir diadakan acara dari Prodi, yaitu gelar produk PBL (Program Based Learning). Dimana setiap kelompok disediakan stand untuk berjualan dan dihadiri oleh dosen-dosen dari Prodi lain, serta tamu undangan dari dinas perikanan. Saat acara gelar produk, kami mulai membuat cireng dari jam 3 pagi karena acara dimulai pukul 07.00, kami membuat kurang lebih 350 pcs cireng dan habis terjual. Rasanya lega setelah acara selesai, karena kegiatan PBL pun sudah berakhir. Tapi tidak sampai disitu saja, karena kami harus membuat laporan akhir penjualan selama kegiatan berlangsung. Semua kelompok harus mempresentasikan laporan tersebut untuk dijadikan laporan sebagai pengganti ujian akhir mata kuliah PBL(Program Based Learning).
Setelah kegiatan PBL (Program Based Learning) selesai, saya ikut serta dalam pendaftaran Satgas PPKS (Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual) yang ada dikampus, dimana Satgas tersebut dibentuk oleh kampus untuk menangani kasus kekerasan seksual yang ada dilingkungan kampus. Tugas Satgas PPKS adalah melakukan edukasi dan sosialisasi tentang kekerasan seksual, mencegah terjadinya kekerasan seksual di lingkungan kampus, menangani kasus kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan kampus, memberikan perlindungan terhadap korban dan mengusut tuntas kasus yang terjadi. Dengan adanya Satgas tersebut, diharapkan agar korban yang mengalami kekerasan seksual berani untuk melapor dan bisa segera ditangani agar kasus tersebut tidak menyebar luas di lingkungan kampus.
Selain kegiatan di atas, saya juga sering menghadiri acara seminar yang ada dikampus atau diluar kampus. Biasanya yang sering saya ikuti adalah seminar hasil (semhas) dan seminar proposal (sempro). Alasan saya sering mengikuti seminar adalah untuk memperluas pengetahuan di bidang akademik, bisa bertukar pikiran dengan pembicara dan audiens lain, mengetahui alur atau bagian-bagian dari skripsi, dan masih banyak lagi. Hal tersebut sangat bermanfaat bagi saya, karena saya bisa belajar secara langsung dan memperlkuas wawasan serta pemahaman tentang proses penyusunan skripsi yang nantinya sangat berguna ketika saya menyusuan skripsi.
Dari kegiatan PBL (Program Based Learning), saya mendapat banyak ilmu dalam memecahkan masalah secara berkelompok dengan kreatif, bisa bekerja secara kolaboratif, mendorong kemampuan berfikir kritis dan penerapan ilmu secara praktis. Satgas PPKS (Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual) menjadi langkah nyata dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman dan nyaman, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pen tingnya pencegahan kekerasan seksual. Sementara itu, kegiatan seminar memberikan ruang untuk memperluas wawasan, menggali inspirasi, serta mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa. Sinergi dari kegiatan tersebut tidak hanya mendukung proses pembelajaran akademik, tetapi juga membangun kepribadian saya menjadi lebib responsive, inovatif, dan peduli terhadap lingkungan sosial. Selain itu, saya berharap kampus dapat terus berperan sebagai tempat yang mendukung terciptanya generasi muda yang berdaya saing tinggi., berintegritas, dan berkontribusi aktif dalam menciptakan lingkungan yang inklusif dan berkelanjutan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar