Memasuki dunia perkuliahan banyak hal yang perlu saya pelajari. Mulai dari
beradaptasi dengan lingkungan, mengatur waktu, dan sebagainya. Semua hal itu, menurut
saya bukanlah hal yang mudah karena terkadang saya merasa keteteran disebabkan
manajemen waktu saya yang kurang baik. Namun, hal itu bukanlah sebuah halangan bagi
saya untuk aktif di bidang akademis maupun non-akademis. Semester pertama di ITB
menjadi pengalaman yang luar biasa, karena saya mengenal banyak teman baru dan
mendapatkan banyak pengalaman baru yang sangat berarti bagi saya.
Kegiatan akademik semester satu saya di ITB menurut saya lebih intens dan lebih
kompleks dibandingkan di SMA karena dituntut untuk lebih banyak belajar mandiri
dibandingkan belajar secara tatap muka. Pada waktu perkuliahan, materi yang disampaikan
oleh dosen lebih mendalam dan membutuhkan pemahaman konsep yang kuat. Terkadang
ketika dosen menyampaikan materi saya merasa kesulitan dan itu menjadi tantangan bagi
saya untuk belajar dan memahami materi. Terkadang saya merasa kewalahan dalam
menyelesaikan tugas dan mempersiapkan ujian yang mana hal itu membuat saya semakin
menyadari pentingnya manajemen waktu. Manajemen waktu merupakan hal penting yang
harus diperhatikan dalam dunia perkuliahan. Karena harus menyeimbangkan antara belajar,
istirahat, mengerjakan tugas, dan melakukan kegiatan non-akademis. Saya mulai menyadari
pentingnya membuat jadwal belajar yang terstruktur dan lebih bijak dalam mengatur waktu.
Meski belum sepenuhnya berhasil, sedikit demi sedikit saya mulai beradaptasi dan
memperbaiki cara belajar.
Selama semester satu di ITB saya mengikuti kegiatan kepanitiaan di dua event ITB,
yaitu Olimpiade Jatinangor dan Parade Wisuda Oktober. Pada acara Olimpiade Jatinangor
saya menjadi panitia divisi operasional yang merupakan bagian yang mempersiapkan sarana
dan prasarana acara Olimpiade Jatinangor. Selain itu, pada acara Parade Wisuda Oktober saya
juga menjadi panitia divisi lapangan yang merupakan divisi yang mengatur jalannya acara
supaya lancar, seperti mengatur jalannya arak-arakan himpunan, mengatur waktu orasi
himpunan, menjaga supaya tidak terjadi kericuhan, dan sebagainya. Bagi saya dua kegiatan
kepanitiaan tersebut merupakan pengalaman yang berkesan, selain mendapatkan teman baru,
saya juga belajar bagaimana cara menjadi sebuah tim yang mana harus bekerja satu sama lain
supaya tidak terjadi miskomunikasi. Pada kegiatan kepanitiaan ini menumbuhkan rasa
percaya diri saya dan meningkatkan kemampuan komunikasi saya menjadi lebih baik.
Pada akhirnya, berkuliah di ITB merupakan hal yang sangat berkesan bagi saya.
Banyak hal-hal baru yang harus saya pelajari dan eksplorasi. Tantangan dalam
menyeimbangkan kegiatan akademik dengan non-akademik memberikan pelajaran berharga
mengenai arti kerja keras, manajemen waktu, dan ketekunan. Saya percaya bahwa setiap
kesulitan yang dihadapi akan memberikan kekuatan dan pengalaman untuk menghadapi
semester-semester berikutnya dengan lebih baik.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar