Full width home advertisement

EVENT

Post Page Advertisement [Top]

 






        Menjadi mahasiswa adalah pengalaman baru yang benar-benar berbeda dari masa-masa sekolah. Rasanya masih seperti mimpi ketika saya akhirnya diterima di Universitas Negeri Malang, kampus yang sudah saya impikan sejak duduk di bangku SMA. Perasaan bangga dan bahagia bercampur jadi satu karena akhirnya saya bisa berada di salah satu kampus terbaik di Indonesia. Namun, saya juga menyadari bahwa menjadi pelajar berarti memulai perjalanan baru yang penuh tantangan. Banyak hal baru yang harus saya pelajari dan adaptasi, mulai dari sistem perkuliahan, cara belajar yang berbeda, hingga bagaimana menjalin hubungan dengan teman-teman.

        Sebagai mahasiswa baru, langkah pertama yang saya lalui adalah mengikuti kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB). Kegiatan ini berlangsung selama enam hari dan diadakan di lingkungan kampus. Sejujurnya, awalnya saya merasa sedikit canggung karena belum terlalu mengenal siapa pun, namun perlahan-lahan rasa itu hilang karena kegiatan-kegiatan yang diadakan sangat seru dan mendukung kami untuk saling mengenal. Dalam rangkaian PKKMB, ada banyak acara yang bertujuan untuk memperkenalkan kehidupan kampus sekaligus membentuk mahasiswa yang sesuai dengan visi dan misi universitas. Salah satu momen yang paling berkesan bagi saya adalah saat kami melakukan papermob di lapangan stadion Universitas Negeri Malang. Dalam kegiatan ini, kami semua, ribuan mahasiswa baru berkumpul di lapangan, membawa kertas warna-warni, dan membentuk formasi besar. Rasanya luar biasa bisa menjadi bagian dari sesuatu yang sebesar itu. Saya benar-benar merasa bangga dan semakin yakin jika saya telah memilih tempat yang tepat untuk melanjutkan pendidikan.

        Setelah selesai dengan PKKMB di tingkat universitas, perjalanan saya melanjutkan ke ospek fakultas dan ospek program studi. Setiap kegiatan ospek mempunyai ciri khas tersendiri. Pada program studi ospek, misalnya, suasananya terasa lebih akrab karena jumlah pesertanya lebih sedikit dibandingkan tingkat universitas. Salah satu kegiatan yang tidak kalah menarik adalah peresmian. Dalam rangkaian pelantikan ini, saya berkesempatan menjadi panitia yang bertugas membantu penampilan dari Departemen Sastra Indonesia. Meskipun ini adalah pengalaman pertama saya ikut kepanitiaan di universitas, saya merasa sangat senang dan bangga bisa terlibat. Awalnya saya sempat khawatir apakah saya bisa mengatur waktu dengan baik, tapi ternyata semua bisa saya jalani. Dari pengalaman ini, saya tidak hanya belajar soal manajemen waktu, tetapi juga mendapat banyak hubungan baru, mulai dari teman seangkatan hingga kakak tingkat yang sangat ramah.

        Memasuki semester pertama, saya mulai merasakan bagaimana rasanya menjadi mahasiswa yang sebenarnya. Di masa transisi ini, saya merasa harus beradaptasi dengan banyak hal, termasuk mata kuliah yang sebagian besar masih terasa asing. Salah satu mata kuliah yang cukup membuat saya bingung di awal adalah Teori Sastra. Mata kuliah ini membahas tentang karya-karya sastra yang dikaji melalui berbagai teori dari para ahli. Awalnya, saya merasa kesulitan karena banyak istilah yang belum saya pahami. Tapi semakin lama, saya mulai menikmati proses belajarnya. Mata kuliah ini membuat saya memahami bahwa dunia sastra ternyata sangat luas dan dalam, jauh lebih kompleks dari yang saya bayangkan sebelumnya.

        Semester pertama ini menjadi masa yang penuh pelajaran bagi saya. Saya mulai memahami bahwa menjadi mahasiswa tidak hanya soal belajar di kelas, tetapi juga soal membangun pengalaman dan hubungan. Saya percaya, setiap proses yang saya jalani sekarang akan menjadi bekal berharga untuk masa depan saya nanti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]

| Designed by Colorlib