Setelah menjalani satu semester pertama yang penuh dengan penyesuaian, pada semester dua saya mulai memasuki perkuliahan yang lebih khusus sesuai jurusan saya, yaitu Teknik Bioenergi dan Kemurgi (TB). Jurusan ini sebenarnya bukanlah jurusan pilihan pertama yang saya pilih, melainkan jurusan pilihan kedua. Meski demikian, hal ini tidak menyurutkan semangat saya untuk terus berkembang. Justru kondisi ini memacu saya untuk membuktikan bahwa di manapun saya berada, saya tetap bisa belajar, berkontribusi, dan meraih hasil yang terbaik.
Salah satu hal yang paling membanggakan dari semester dua adalah adanya peningkatan prestasi akademik yang tercermin dari kenaikan Indeks Prestasi saya dibandingkan semester sebelumnya. Kenaikan ini bukanlah sesuatu yang datang dengan mudah, melainkan hasil dari proses panjang berupa penyesuaian gaya belajar, membiasakan diri dengan ritme kuliah yang lebih padat, serta berusaha disiplin dalam mengatur waktu. Jika di semester pertama saya masih sering merasa kewalahan menghadapi tugas dan ujian, di semester dua saya belajar untuk lebih konsisten mencicil materi dan membuat catatan ringkas yang memudahkan saat menjelang ujian.
Dari segi mata kuliah, semester dua menghadirkan tantangan baru sekaligus, kesempatan untuk memperdalam ilmu yang lebih relevan dengan jurusan. Saya mempelajari mata kuliah seperti Pengenalan Rekayasa dan Desain, Kerekausahaan dan Pengenalan Keprofesian, hingga mata kuliah pengantar yang mulai mengenalkan saya pada bidang energi terbarukan, yaitu Ilmu Kimia Bahan Nabati. Awalnya saya merasa kesulitan, namun dengan berdiskusi bersama teman sekelas dan mengikuti kelompok belajar, saya perlahan mulai terbiasa dan bahkan menemukan ketertarikan baru. Selain itu, saya juga menyadari pentingnya keterampilan non-akademik. Di luar kelas, saya mulai lebih aktif mengikuti organisasi dan kepanitiaan. Salah satunya adalah bergabung dengan kegiatan jurusan serta organisasi keagamaan. Dari sini, saya belajar banyak tentang bagaimana bekerja dalam tim, menghadapi perbedaan pendapat, serta membangun komunikasi yang efektif. Misalnya, ketika menjadi Sekretaris Badan Pengurus KMB ITB 2025/2026, saya harus bisa menyeimbangkan antara tanggung jawab akademik dan organisasi. Awalnya cukup sulit, tetapi dengan belajar mengatur prioritas dan membuat jadwal, saya bisa tetap menjaga keseimbangan keduanya.
Pengalaman ini membuat saya memahami bahwa kuliah tidak hanya tentang mendapatkan nilai yang baik, tetapi juga membangun karakter, integritas, dan kepercayaan diri. Saya belajar untuk lebih terbuka terhadap pengalaman baru, tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan, serta berani mencoba hal-hal di luar zona nyaman. Semua proses ini membuat saya berkembang, baik sebagai mahasiswa maupun sebagai individu. Semester dua juga menjadi titik refleksi penting bagi saya untuk menerima kenyataan bahwa meskipun saya tidak masuk ke jurusan pilihan pertama, saya tetap bisa menemukan passion dan tujuan baru di Teknik Bioenergi dan Kemurgi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar