Full width home advertisement

EVENT

Post Page Advertisement [Top]

 


        
        Sebagai mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, pada saat semester 2 ini kehidupan perkuliahan tidak hanya berfokus pada proses akademik di ruang kelas, tetapi juga mencakup pembinaan karakter, keterampilan, serta penguatan spiritual. Rutinitas harian saya sebagai mahasiswa di UINSA dimulai sejak dini hari, di mana setiap aktivitas terjadwal dengan rapi agar membentuk kedisiplinan dan keseimbangan antara ilmu pengetahuan umum dan keislaman.
        
        Hari saya dimulai sekitar pukul 04.30 pagi, ketika saya bangun untuk menunaikan salat Subuh berjamaah di masjid raya ulul albab. Salat Subuh tidak hanya menjadi kewajiban sebagai seorang muslim, tetapi juga menjadi momen refleksi diri yang menenangkan sebelum memulai aktivitas yang padat. Seusai salat, biasanya saya menyempatkan waktu sekitar 15–20 menit untuk membaca Al-Qur’an atau murajaah hafalan, sebagai bentuk pembiasaan diri dalam menjaga spiritualitas di tengah kesibukan kuliah. Pukul 06.00 pagi, saya bersiap mengikuti program kelas intensif bahasa Arab dan Inggris yang diadakan hingga pukul 07.30 pagi. Program ini menjadi salah satu ciri khas pembelajaran di UINSA yang bertujuan membekali mahasiswa dengan kemampuan bahasa internasional dan bahasa Al-Qur’an. 

        Di kelas bahasa Arab, kami mempelajari keterampilan percakapan, membaca kitab kuning, serta memahami teks klasik. Sementara itu, pada kelas bahasa Inggris, pembelajaran lebih diarahkan pada keterampilan akademik seperti menulis esai, presentasi, dan memahami literatur ilmiah. Kelas ini cukup intensif, karena setiap hari ada latihan dan tugas yang menuntut ketekunan. Meski terasa melelahkan, saya menyadari bahwa keterampilan bahasa ini merupakan bekal penting untuk studi lanjutan, penelitian, maupun persaingan di dunia kerja. Setelah kelas bahasa selesai, perkuliahan reguler dimulai. Jadwal mata kuliah bervariasi tergantung program studi, biasanya berlangsung dari pukul 08.30 hingga sore hari.

        Di sela-sela perkuliahan, saya sering memanfaatkan waktu untuk mengerjakan tugas, berdiskusi bersama teman, atau membaca buku di perpustakaan. Kampus UINSA menyediakan berbagai fasilitas yang mendukung mahasiswa untuk belajar mandiri, seperti perpustakaan dengan koleksi buku keislaman dan umum, ruang diskusi, serta area yang nyaman untuk belajar. Menjelang malam, setelah salat Magrib, saya mengikuti kegiatan Ma’had yang menjadi bagian dari program pembinaan mahasiswa. Kegiatan ini biasanya berlangsung hingga pukul 20.00 dan mencakup beragam aktivitas, seperti kajian kitab kuning, pembinaan akhlak, diskusi keilmuan, hingga pelatihan kepemimpinan. Kegiatan Ma’had memberikan suasana belajar yang berbeda dari kelas formal; lebih santai tetapi tetap penuh makna. Di sinilah mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga membentuk karakter dan memperdalam pemahaman agama secara praktis. Rutinitas harian di UINSA memang terasa padat, namun saya merasakan banyak manfaat dari semua aktivitas ini. Jadwal yang dimulai sejak Subuh hingga malam hari melatih saya untuk disiplin, mampu mengatur waktu, serta menyeimbangkan kehidupan akademik, spiritual, dan sosial. Selain mendapatkan ilmu pengetahuan dari mata kuliah, saya juga memperoleh keterampilan bahasa, pemahaman agama yang lebih mendalam, dan pembinaan karakter yang kuat. Melalui sistem pembelajaran dan pembinaan seperti ini, UINSA tidak hanya mencetak mahasiswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga membentuk pribadi yang berakhlak, mandiri, dan siap menghadapi tantangan di masa depan. Bagi saya, meskipun rutinitas ini cukup melelahkan, setiap aktivitas memberikan nilai tersendiri yang membuat kehidupan kuliah di UINSA terasa bermakna dan berkesan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]

| Designed by Colorlib