Hai
sahabat BSI bertemu lagi dengan saya Dhiajeng, gimana nih kabar kalian ? Hmm jika
dilihat cuaca yang kurang kondusif di awal tahun ini semoga kalian selalu baik
ya. Semester 5 ini mungkin bisa dibilang semester yang lumayan pendek untuk
saya, ya apalagi kalau bukan karena semua mata kuliah dimampatkan dan ujian
dimajukan baik UTS ataupun UAS. Alasan dibalik dimajukan UTS dan UAS adalah
karena mengejar jam kerja yang harus terpenuhi selama PKL berlangsung nantinya.
Sahabat BSI yang udah mau ataupun sudah PKL pasti tahu kan ya hiruk pikuk PKL
itu gimana. Setelah beberapa pergantian judul proposal yang saya alami akhirnya
proposal PKL saya diterima nih Sahabat BSI dan kebetulan saya mengambil PKL di
PT BSI ehehe.
Sebelum
saya bercerita tentang PKL saya, saya akan bercerita tentang kegiatan saya selama
semester 5 kemarin. Jadi sama halnya kegiatan yang sebelum-sebelumnya, saya
mengikuti jadwal perkuliahan seperti biasa. Kebetulan di bulan akhir bulan
November 2018 kemarin saya mengikuti lomba essai yang diadakan oleh BEM U UNAIR
dan alhamdulillah masuk sebagai finalis. Nah singkat cerita di dalam lomba
essai itu ada pengabdian masyarakatnya loh di salah satu kampung yang ada di
Blitar yaitu Kampung Jolosutro dan ide yang tim saya tuliskan dalam essai
tersebut diaplikasikan di masyarakat. Setelah itu kita kembali ke Surabaya
untuk melakukan presentasi terkait hasil implementasi yang telah kita terapkan
di kampung tersebut. Tapi sayang tim saya belum mampu membawa salah satu piala
penghargaan dari lomba tersebut. Mungkin kedepannya akan saya coba lagi dan
berjuang lebih keras yaa.
Kembali
lagi ke topik awal ya Sahabat BSI terkait PKL saya hehe. PKL saya dimulai pada
minggu ketiga di bulan Desember 2018 dan saya berada di Departemen Lingkungan.
Dimana di departemen ini ada tiga subdivisi yaitu Monitoring, Rehabilitation,
dan Compliance. Kalau kalian tahu
disini seru sekali loh Sahabat BSI, banyak hal yang saya pelajari dan ada
beberapa diantaranya belum saya dapatkan di lingkungan perkuliahan saya. Karena
tidak semuanya teori mampu menjawab pertanyaan dari permasalahan yang ada di
lapangan.
Karena
topik saya tentang limbah domestik jadi saya masuk ke subdivisi Compliance. Kegiatan awal yang saya
lakukan disini adalah induksi dan setelah itu dilanjutkan mengunjungi Sewage Treatment Plant (STP) atau pengolahan
limbah cair domestik. Kesan awal saya ketika melihat instalasi pengolahan
limbah domestiknya, ternyata wah besar juga dan prosesnya dapat berjalan dengan
otomatis. Sekalipun sudah menggunakan instalasi yang otomatis subdivisi Monitoring setiap hari tetap melakukan
pengukuran dan pemantauan effluent
yang dihasilkan dari instalasi tersebut dan saya juga terkadang terlibat di
dalamnya. Pengukuran dan pemantauan ini berlangsung agar apabila ada effluent yang melebihi batas baku mutu
akan segera ditangani.
Setelah
mengunjungi STP, kegiatan saya dihari-hari selanjutnya banyak dihabiskan di lab
bahkan sampai saya menulis cerita ini saya sedang berada di lab hehe. Bukan di
dalam labnya sih, tapi disini kator dan lab jadi satu dan berbeda ruang saja.
Setiap seminggu sekali saya dan tim Compliance
akan melakukan inspeksi ke setiap instalasi di masing-masing camp. Tujuannya sama sih, agar apabila
ada permasalahan dapat diperbaiki dengan cepat, sehingga tidak mempengaruhi
maupun menghambat kinerja dari instalasi itu sendiri.
Sebenarnya,
kegiatan yang dilakukan disini mempunyai resiko yang cukup besar. Apabila saya
tidak menggunakan APD yang lengkap dan aturan yang berlaku ketika inspeksi
ataupun pengambilan sampel, bisa-bisa saya terkena diare. Kira-kira kenapa hayo
? Yups karena saya terkadang harus kontak langsung dengan air limbah domestik
baik itu black atau gray water tentunya yang didalamnya
terdapat bakteri yang dapat membahayakan kesehatan kita Sahabat BSI. Maka dari
itu penggunaan dan mentaati peraturan itu sangat penting dan gunanya untuk
menjamin kesehatan dan keselamatan kita dalam bekerja. Oh iya berhubung kemarin
tanggal 10 Januari kita merayakan Hari Lingkungan Hidup Indonesia, harapannya
Sahabat BSI dimanapun kalian berada sekarang makin sadar nih bahwa bumi kita
semakin tua dan persoalan lingkungan menjadi tugas rumah untuk kita bersama.
Mulai sekarang yuk terapkan pola hidup zero
waste dan menjaga kebersihan, untuk air yang bersih, udara yang sehat, dan
lingkungan yang lebih baik. Sampai bertemu dicerita saya selanjutnya ya...


Tidak ada komentar:
Posting Komentar