Kata
orang-orang semester tua atau akhir menjadi momok yang menakutkan untuk bisa
mengabdikan diri kita dalam sebuah organisasi ataupun kegiatan non-akademik. Banyak
pula yang pada akhirnya lebih memilih untuk berhenti dari organisasi dan
kegiatan yang mereka ikuti hanya untuk bisa lebih meluangkan waktunya untuk
mengerjakan skripsi. Skripsi ohh skripsi, andai bisa kuubah namamu menjadi
skripsweet biar selalu manis untuk dijalani.
Hehehe. Sedikit intermezo untuk ceritaku dari semester tujuh ini dan akan
lanjut ke semester delapan.
Kalau
dibilang longgar waktu kuliah disemester tujuh, Politeknik sepertinya hanya
bahasa semu saja. Karna, kita masih menggunakan sistem paket untuk dapat
memenuhi SKS yang ditempuh. Padatnya jadwal akademik disemester tujuh ini serta
tugas akhir praktikum yang merajalela, seakan ingin menghempaskan nafas
dalam-dalam untuk mengeluarkan udara penat dari otak-otak semester akhir
sepertiku. Meski sudah memiliki pandangan untuk judul dan penelitian yang akan
dijalankan, tapi untuk melangkah mengerjakannya pun butuh waktu yang lama,
yupp... menunggu dosen pembimbing dibagi. Semua itu terjawab sudah, usai ujian
tengah semester dosen pembimbing dibagi. Saya dan tim bekerja secara cepat
untuk menyelasaikan bab-bab yang digunakan untuk konsultasi. Sampai hanya dua
kali tatap muka proposal skripsi kami di acc dan itu diluar dugaan sekali.
Diantara senang karena harus seminar proposal duluan dan sedih karena tidak ada
koreksi sama sekali dari dosen pembimbing. Alhamdulillah, seminar proposal kami
lancar meski ada revisi dari dosen pembahas dari segi kepenulisan, seminar
pertama kali tapi tak boleh langsung berbesar hati.
Banyak
proses yang saya lalui disemester tua ini, dibalik terlaksananya seminar
proposal untuk pertama kali. Saya banyak membagi waktu bukan hanya untuk
pengerjaan skripsi maupun kuliah, melainkan kegiatan non-akademik dan sedikit
berwirausaha kecil-kecilan. Sebenarnya lebih keiseng untuk membuat usaha ini,
berawal dari malu semester tua masih minta uang ke orang tua dengan tagihan
kebutuhan yang membengkak. Memaksa saya untuk memberanikan diri berwirausaha
donat SAE dan ZONA bouquet. Terlihat simple sih memang tapi ternyata gak
semudah yang dibayangin saat pertama kali buat merasakan gagal, gagal, gagal
dan terus membuat saya penasaran untuk bangkit, disitu saya meluai memahami
bahwasannya usaha itu jangan ragu-ragu TOTALITAS dibutuhkan sampai pada
akhirnya donat yang saya bikin bersama satu rekan saya terasa enak. Sifat saya
dari dahulu kala yang paling malu untuk berjualan dan menawarkan dagang ke
orang, bisa saya pecahkan disemester ini karena untuk bisa ngembalikan modal
kita harus menjual donat tersebut dengan cara promosi. Hehehe. Meski pembuatan
berdasarkan pesanan diharian donat SAE yang kami buat juga pernah dipesan 276
kotak, dengan dibuat oleh dua pasang tangan tanpa tidur seharian.
Bukan
hanya kegiatan itu saja yang saya lakukan di semester tujuh ini. Merelakan
waktu hari sabtu dan minggu untuk berbagi ilmu menjadi pemandu LKMM Pra TD di
empat jurusan dengan jumlah kelas paling sedikit tiga dan materi yang diberikan
rata-rata tiga jam. Masya Allah, ternyata cukup bisa membuat dahaga selalu
membutuhkan air, dan ilmu kecil harus digali dengan dalam dan luas. Selain itu,
persiapan untuk mengabdikan diri di BEM untuk menjadi Presiden Mahasiswa juga
menyapa waktu saya untuk terus berkegiatan. Hingga saya bingung bagaimana saya
harus membagi waktu dengan penelitian yang saya kerjakan. Tuhan selalu
memberikan jalan hambanya, kalau ada pepatah bilang “hasil tidak akan pernah
menghianati usaha” saya rasa kalimat tersebut benar. Usaha yang dijalankan dari
hati yang diolah melalui pikiran dan dibuktikan dengan tindakan memberikan
kepercayaan dan amanah yang harus saya jalankan untuk bisa berkontribusi lebih
di BEM Polije selama setahun mendatang. Tentu akan ada banyak hal yang harus
menjadi resiko saya nantinya, namun bagi saya setiap keputusan yang diambil
pastilah ada resikonya. Kunci utamanya menjalankannya dengan tekun, jujur, dan
tentunya totalitas kontribusi sangat diperlukan. Sehingga, nantinya saat kita
menjajakan diri didunia pekerjaan kita sudah pernah mendapatkan pengalaman di
masa muda kita untuk bisa mengabdikan diri untuk tempat yang kita singgahi.
Selain
itu, perpisahan mungkin terdengar pahit untuk dijalankan. Usai mengerjakan soal
saat ujian akhir semester tujuh tentunya hari itu adalah hari terakhir kita
semua dalam menerima kuliah di masa ini. Perjalanan baru dimulai, Field Trip merupakan agenda terakhir
kami untuk bercengkrama dan belajar bersama di luar Polije. Perjalanan panjng
selama lima hari, Jawa barat dan Jawa tengah adalah saksi cerita indah angkatan
2015 Program Studi Teknik Energi Terbarukan tertawa peluk bersama. dan
selanjutnya harus terpisah lagi dengan Praktek Kerja Lapang dan penelitian.
Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan, kelancaran, dan kebahagiaan dalam
menjalankan roda kehidupan.
Semangat
berproses teman-teman, jangan pernah menyalahkan waktu dari hasil yang kita
telah lakukan. Tapi salahkan diri kita sendiri karna tak mampu memanajemen waktu
dengan baik untuk menggapai suatu buah hasil.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar