Full width home advertisement

EVENT

Post Page Advertisement [Top]



Kata orang-orang semester tua atau akhir menjadi momok yang menakutkan untuk bisa mengabdikan diri kita dalam sebuah organisasi ataupun kegiatan non-akademik. Banyak pula yang pada akhirnya lebih memilih untuk berhenti dari organisasi dan kegiatan yang mereka ikuti hanya untuk bisa lebih meluangkan waktunya untuk mengerjakan skripsi. Skripsi ohh skripsi, andai bisa kuubah namamu menjadi skripsweet biar selalu manis untuk dijalani. Hehehe. Sedikit intermezo untuk ceritaku dari semester tujuh ini dan akan lanjut ke semester delapan.
Kalau dibilang longgar waktu kuliah disemester tujuh, Politeknik sepertinya hanya bahasa semu saja. Karna, kita masih menggunakan sistem paket untuk dapat memenuhi SKS yang ditempuh. Padatnya jadwal akademik disemester tujuh ini serta tugas akhir praktikum yang merajalela, seakan ingin menghempaskan nafas dalam-dalam untuk mengeluarkan udara penat dari otak-otak semester akhir sepertiku. Meski sudah memiliki pandangan untuk judul dan penelitian yang akan dijalankan, tapi untuk melangkah mengerjakannya pun butuh waktu yang lama, yupp... menunggu dosen pembimbing dibagi. Semua itu terjawab sudah, usai ujian tengah semester dosen pembimbing dibagi. Saya dan tim bekerja secara cepat untuk menyelasaikan bab-bab yang digunakan untuk konsultasi. Sampai hanya dua kali tatap muka proposal skripsi kami di acc dan itu diluar dugaan sekali. Diantara senang karena harus seminar proposal duluan dan sedih karena tidak ada koreksi sama sekali dari dosen pembimbing. Alhamdulillah, seminar proposal kami lancar meski ada revisi dari dosen pembahas dari segi kepenulisan, seminar pertama kali tapi tak boleh langsung berbesar hati.
Banyak proses yang saya lalui disemester tua ini, dibalik terlaksananya seminar proposal untuk pertama kali. Saya banyak membagi waktu bukan hanya untuk pengerjaan skripsi maupun kuliah, melainkan kegiatan non-akademik dan sedikit berwirausaha kecil-kecilan. Sebenarnya lebih keiseng untuk membuat usaha ini, berawal dari malu semester tua masih minta uang ke orang tua dengan tagihan kebutuhan yang membengkak. Memaksa saya untuk memberanikan diri berwirausaha donat SAE dan ZONA bouquet. Terlihat simple sih memang tapi ternyata gak semudah yang dibayangin saat pertama kali buat merasakan gagal, gagal, gagal dan terus membuat saya penasaran untuk bangkit, disitu saya meluai memahami bahwasannya usaha itu jangan ragu-ragu TOTALITAS dibutuhkan sampai pada akhirnya donat yang saya bikin bersama satu rekan saya terasa enak. Sifat saya dari dahulu kala yang paling malu untuk berjualan dan menawarkan dagang ke orang, bisa saya pecahkan disemester ini karena untuk bisa ngembalikan modal kita harus menjual donat tersebut dengan cara promosi. Hehehe. Meski pembuatan berdasarkan pesanan diharian donat SAE yang kami buat juga pernah dipesan 276 kotak, dengan dibuat oleh dua pasang tangan tanpa tidur seharian.
Bukan hanya kegiatan itu saja yang saya lakukan di semester tujuh ini. Merelakan waktu hari sabtu dan minggu untuk berbagi ilmu menjadi pemandu LKMM Pra TD di empat jurusan dengan jumlah kelas paling sedikit tiga dan materi yang diberikan rata-rata tiga jam. Masya Allah, ternyata cukup bisa membuat dahaga selalu membutuhkan air, dan ilmu kecil harus digali dengan dalam dan luas. Selain itu, persiapan untuk mengabdikan diri di BEM untuk menjadi Presiden Mahasiswa juga menyapa waktu saya untuk terus berkegiatan. Hingga saya bingung bagaimana saya harus membagi waktu dengan penelitian yang saya kerjakan. Tuhan selalu memberikan jalan hambanya, kalau ada pepatah bilang “hasil tidak akan pernah menghianati usaha” saya rasa kalimat tersebut benar. Usaha yang dijalankan dari hati yang diolah melalui pikiran dan dibuktikan dengan tindakan memberikan kepercayaan dan amanah yang harus saya jalankan untuk bisa berkontribusi lebih di BEM Polije selama setahun mendatang. Tentu akan ada banyak hal yang harus menjadi resiko saya nantinya, namun bagi saya setiap keputusan yang diambil pastilah ada resikonya. Kunci utamanya menjalankannya dengan tekun, jujur, dan tentunya totalitas kontribusi sangat diperlukan. Sehingga, nantinya saat kita menjajakan diri didunia pekerjaan kita sudah pernah mendapatkan pengalaman di masa muda kita untuk bisa mengabdikan diri untuk tempat yang kita singgahi.
Selain itu, perpisahan mungkin terdengar pahit untuk dijalankan. Usai mengerjakan soal saat ujian akhir semester tujuh tentunya hari itu adalah hari terakhir kita semua dalam menerima kuliah di masa ini. Perjalanan baru dimulai, Field Trip merupakan agenda terakhir kami untuk bercengkrama dan belajar bersama di luar Polije. Perjalanan panjng selama lima hari, Jawa barat dan Jawa tengah adalah saksi cerita indah angkatan 2015 Program Studi Teknik Energi Terbarukan tertawa peluk bersama. dan selanjutnya harus terpisah lagi dengan Praktek Kerja Lapang dan penelitian. Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan, kelancaran, dan kebahagiaan dalam menjalankan roda kehidupan.
Semangat berproses teman-teman, jangan pernah menyalahkan waktu dari hasil yang kita telah lakukan. Tapi salahkan diri kita sendiri karna tak mampu memanajemen waktu dengan baik untuk menggapai suatu buah hasil.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]

| Designed by Colorlib