Saya pertama kali jadi panitia bagian
Humas, yaitu hubungan masyarakat. namun jobdis saya disini mencari sponshorship
dan donatur dari perusahaan untuk menggelar acara yang besar yang diadakan
dalam setiap tahunnya, yaitu Festival Tari Tradisional Pelajar (FTTP) se- Jawa
Timur. Saya harus bersusah payah, datang ke perusahaan 1 ke yang lainnya, untu
mencari dana dan mengajak bekerja sama dalam suatu acara, namun terkadang ada yang langsung
menolak, ada yang meng-iyakan namun dihubungi kembali untuk meminta kepastian
ternyata tidak ada jawaban, seperti hanya memberi harapan palsu saja, ada yang
tidak mau memerikan dalam berupa uang namun diganti produk seperti Wardah.
Namun demi acara ini terselenggara lancar dan sukses, saya dan teman-teman
seperjuangan seksi Humas harus melakukan pengorbanan, panitia lainnya seperti itu. Setelah jadi Humas, saya lebih banyak tau jalan yang ada di Surabaya dan
banyak kenalan dari orang-orang luar, selain itu saya banyak yang menghubungi
saya, dari perusahaan karna meminta laporan dananya, dan saya bersyukur,
menjadi bagian ini saya menambah pengalaman pastinya, dan lebih menata
pembicaraan dengan sopan terhadap orang kantor atau masyarakat setempat.
Kegiatan Workshop ini, menambah wawasan dan pembelajaran yang luar biasa,
karena saya dan teman-teman belajar langsung dari pencipta sekaligus maestro
seniman di Sumenep-Madura. Kami mempelajari tekhnik gerak tari yang
benar ketika menari tarian topeng getak, Gambuh dan tari muang sangkal. Ketiga tarian tersebut merupakan materi
yang kita pelajari disana, kami di Madura selama 3 hari, selain
workshop materi, kami juga bertukar pikiran ilmu yang kita punya dari daerah
masing-masing.
Disana kita juga datang ke Kraton Madura, mempelajari sejarah dan budaya
masyarakat yang ada disana. setelah itu kita ke pantai untuk refreshing dan
liburan bersama. Mata kuliah ini diharapkan selain bisa merias diri sendiri, juga dapat
merias orang lain dengan menyesuaikan postur wajah dan tekstur kulit dalam
penggunaan warna bedak dan yang lainnya. Selain itu diharapkan tidak hanya merias tari saja, melainkan dapat merias
manten, wajah berkarakter, animasi, flora fauna dan lainnya. Dalam ujian akhir
ini saya kebagian tata rias fauna(Hewan), jadi saya mengambil tema ular. Mulai dari sanggul, penataan baju, make
up, semua harus dikerjakan sendiri. Untuk melakukan itu saya menghabiskan
waktu hampir 3 jam, mulai make up jam 4 dan selesai jam 7, dan mulai ujian jam
8 pagi.
Alhamdulillah, dengan karya tari saya
yang kedua, dengan judul tarian "Laskar Bayu" telah sukses dan lancar. Dengan mata kuliah Koroegrafer
Pendidikan ini, sebagai calon pendidik atau guru diharuskan dapat mengetahui
kemampuan dan kreativitas anak atau siswa dalam melalui kesenian tari. maka
dari itu, saya sebagai koreografer, sebelum membuat karya, saya harus melihat
siapa yang akan memperagakan karya tari ini, dan ditujukan untuk siapa. Lalu saya mengangkat karya tari tentang
perjuangan seorang wanita Banyuwangi yang melawan penjajah Belanda, saat itu
pemimpinnya bernama Sayu Wiwit. Namun yang saya fokuskan atau yang saya angkat
dalam karya tari ini yaitu anak buah Sayu Wiwit, kumpulan para pejuang wanita
yang karakternya gagah, berani dan mempunyai jiwa kebersamaan yang tinggi. Laskar Bayu, "Laskar" yang
berarti Kumpulan dan "Bayu" adalah kejadian perang Puputan Bayu, yang
dimana dilakakukan sekelompok pejuang wanita untuk membunuh para Belanda. lalu
alasan saya ambil peraga dari siswi SMPN 1 Siliragung, karna tarian ini saya
ciptakan sedikit aktif atau lincah dan cocok untuk anak SMP.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar