Full width home advertisement

EVENT

Post Page Advertisement [Top]




Saat ini saya menempuh kuliah di semester ganjil tepatnya yaitu semester 3. Sebelum melakukan KRSan di semester 3 ini, sudah menjadi rutinitas mahasiswa program studi Pendidikan Biologi melakukan konsultasi dengan DPA (Dosen Pembimbing Akademik). Pesan dari DPA yang paling mengena atau istilahnya terngiang-ngiang di otak saya adalah "Semangat, karena disemester 3 ini 90% mahasiswa Pendidikan Biologi pasti akan mengalami penurunan IP". Kalimat beliau lah yang membuat saya sedikit khawatir di semester ini. Karena melihat dari mata kuliah yang harus di tempuh semester ini sampai 3 semeter kedepan merupakan mata kuliah yang cukup sulit. Ditambah untuk semester ini saya mendapatkan SKS yang maksimal, yaitu 24 SKS. Namun, saya hanya bisa menempuh sebanyak 23 SKS, karena memang sudah ketentuan dari mata kuliah yang ditawarkan oleh program studi.
Di semester 3 ini saya menempuh sebanyak sembilan mata kuliah. Mata kuliah tersebut adalah Biostatistik, Anatomi Tumbuhan, Struktur dan Perkembangan Hewan, Genetika, Strategi Belajar Mengajar Biologi, Media Pembelajaran Bidang Studi, Taksonomi Hewan Invertebrata, Perkembangan dan Telaah Kurikulum Sekolah dan PLP. Kesembilan mata kuliah tersebut dalam proses penempuhannya tidak jauh berbeda dengan mata kuliah di semester sebelumnya. Setiap mata kuliah ada yang dibagi atas tatap muka  dan praktikum, seperti halnya mata kuliah Anatomi Tumbuhan atau setiap mata kuliah yang ditawarkan oleh program studi. Ada juga yang hanya terdiri atas tatap muka saja, seperti mata kuliah Media Pembelajaran Bidang studi atau setiap mata kuliah yang ditawarkan oleh fakultas.
Dari kesembilan mata kuliah yang saya tempuh tersebut selama semester ini. Mata kuliah yang cukup menarik yaitu mata kuliah Taksonomi Hewan Invertebrata. Karena di dalam mata kuliah tersebut terdapat satu kegiatan yang bisa dibilang jalan-jalan atau berwisata sekaligus belajar dan melakukan penelitian. Kegiatan tersebut disebut dengan Studi Lapangan yang dilaksanakan pada tanggal 7 Oktober 2018 di Taman Nasional Baluran tepatnya di wilayah Pantai Bama bersama dengan teman-teman seangkatan 2017 Prodi Pendidikan Biologi.
Ketika saya dan teman-teman sudah berada di Pantai Bama. Kegiatan yang kami lakukan adalah terjun ke laut tepatnya di zona intertidal ketika air laut mulai surut. Zona intertidal yaitu zona laut sepanjang kurang lebih 100 meter dari bibir pantai. Tugas yang kami laksanakan yaitu mengambil hewan-hewan dari PhylumEchinodermata dan juga lainnya untuk diamati dan menghitung kelimpahannya di laut tersebut. Sebagai contohnya yaitu hewan bulu babi dan teripang laut. Kenapa kok hewan-hewannya diambil? Bukankah nanti akan mengurangi jumlah populasinya di sana?. Tidak perlu khawatir karena hewannya diambil dalam keadaan hidup dan akan dibiarkan tetap hidup sampai selesai penelitiannya. Karena nanti hewan tersebut juga dikembalikan lagi ke habitat aslinya. Berdasarkan hasil penelitian di laut tersebut, habitat terumbu karang dan juga populasi hewan-hewannya masih terjaga dengan baik. Terbukti dengan masih banyaknya populasi teripang laut disana. Hal tersebut bisa terjadinya karena adanya kerja sama antar penjaga pantai tersebut dengan wisatawan perihal penjagaan ekosistem dari Pantai Bama. Setelah selesai melakukan identifikasi, kegiatan selanjutnya yaitu kembali ke kampus. Namun, tugas saya tidak berhenti disitu. Karena setelahnya yaitu membuat laporan dan artikel hasil identifikasi di Pantai Bama tersebut.
Selain kegiatan akademik, saya juga ikut andil di kegiatan-kegiatan non-akademik. Kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh program studi. Salah satunya yang saya ikuti yaitu kepanitian pelantiakan anggota baru program studi biologi. Dikegiatan ini saya di beri kepercayaan dalam bidang kedisiplinan. Dalam bidang ini saya dituntut berangkat jam setengah 5 pagi untuk menertipkan peserta sekaligus panitia lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]

| Designed by Colorlib