Full width home advertisement

EVENT

Post Page Advertisement [Top]




 Oleh: Riski Hidayaturrohkim


Assalamu’alaikum Wr. Wb

            Hai sobat BSI kembali lagi nih sama aku Riski Hidayaturrohkim dari prodi Ilmu Keperawatan jangan pernah bosan ya baca tulisan ku he..he.. enggak terasa 2,5 tahun sudah ku lalui. Semester yang katanya kating horror dan penuh tantangan Alhamdulillah sudah berlalu. Kesan selama menjadi mahasiswa semester 5, tentunya jauh menguras tenaga daripada semester sebelumnya wkwk. Pada semester lima ini mata kuliah yang ditempuh yaitu keperawatan anak, keperawatan medikal, keperawatan keluarga, keperawatan komunitas, keperawatan menjelang ajal. Setiap hari sabtu dan minggu dihabiskan untuk terjun ke masyarakat langsung (PBL). Banyak sekali pembelajaran yang aku terima dari masyarakat. Mata kuliah keperawatan komunitas dan keluarga kita ditugaskan untuk mengkaji sesuai agregat komunitas dan keluarga (aku dapat agregat balita), menyusun diagnosa komunitas dan keluarga binaan, membuat intervensi sesuai diagnosa yang ditegakkan, pengimplementasian serta evaluasi. Desa Glagahwero menjadi sasaran Praktek Belajar Belajar. Angka prevalensi stunting (kurang gizi kronis sejak 1000 hari pertama kehidupan) di Desa Glagahwero ini cukup tinggi berdasarkan hasil wawancara bersama kader setempat terdapat 90 balita mengalami gizi kurang dan memiliki risiko terhadap stunting.

            Lalu bagaimana peran mahasiswa? Tentu sebagai calon ners muda generalis dapat melakukan asuhan keperawatan yang holistik dalam segala bidang, dalam hal ini lingkup keluarga dan komunitas. Aku bersama temanku memiliki keluarga binaan di Sumberduren RT 1. Selama satu minggu kami mengkaji keluarga Bp. K dengan An. P yang mengalami gizi kurang. Pada KMS, status nutrisi berada pada pita kuning. Intervensi yang kita lakukan adalah meningkatkan status nutrisi melalui konseling dan pemberdayaan keluarga Masak Abereng (masak bersama). Keluarga sangat kooperatif sekali, kunjungan dilakukan sebanyak 7 kali setelah UTS. Alhamdulilah hasil evaluasi yang di dapat terjadi peningkatan berat badan pada An. P. Upaya yang membuahkan hasil, kami sangat senang sekali mampu memberikan intervensi yang bermanfaat bagi pasien (keluarga). Pada keperawatan komunitas, hampir sama kegiatan yang dilakukan namun cakupanya lebih luas yaitu komunitas. Program – program yang dilakukan adalah pemberdayaan dengam melibatkan partisipasi masyarakat sekitar, sehingga sebelumnya kami harus berkoordinasi dengan perangkat desa, RW, dan RT setempat. Kegiatan yang terlaksana berupa Musyawarah Masyarakat Desa 1 (pengenalan mahasisawa dengan masyarakat), Musyawarah Masyarakat Desa 2 (penyampaian hasil pengkajian model Community as Partner), Implementasi yaitu pendidikan kesehatan tentang stunting dan kurang gizi di RW 3 Sumberduren, Glagahwero-Panti, Pendidikan kesehatan gizi seimbang sesuai pedoman piramida makanan, Pemberdayaan ibu – ibu balita dengan kader setempat melalui masak bersama berbasis kearifan lokal yaitu memanfaatkan bahan pangan lokal (kelor, papaya, bayam, jagung, umbi – umbian), yang terakhir Musyawarah Masyarakat Desa 3 (evaluasi kegiatan). Alhamdulilah berjalan sangat lancar, melalui kegiatan tersebut kita dapat mengetahui karakter, pembelajaran kehidupan, potensi, mekanisme koping yang ada di masyarakat. Manajemen waktu sangat di terapkan pada semester ini. menyusun prioritas dan membagi waktu antara perkuliahan, konsultasi dosen, PBL (Praktek Belajar Masyarakat, belajar, mengerjakan tugas, praktikum dan sebagainya. Pada tanggal 2 Desember 2019 kami melakukan pendidikan kesehatan dan pemeriksaan kesehatan asam urat pada kelompok tani. Selama kegiatan berlangsung kami mengedukasi pencegahan asam urat melalui senam ergonomis pada petani “SEGOTANI” yang dapat diterapkan sebelum berangkat ke sawah. Berikut link youtube gerakan senam pada kelompok kami bit.ly/segotani-a17 jangan lupa like, comment, share dan subscribe! ya sobat he..he… semoga bermanfaat.

            Selain kesibukan perkuliahan apa yang dilakukan? Dalam UKM Nursing Study Club aku aktif mengikuti kompetisi karya tulis ilmiah, baru – baru ini pada tanggal 14 Oktober 2019 aku bersama kedua temanku echi dan hafifah menjadi finalis This is Our Care di Universitas Padjajaran, Bandung. Disana kami mempresentasikan hasil karya tulis kami tentang stigma disabilitas pada kusta. Alhamdulilah selama perjalanan aku tidak mengeluarkan dana he…he.. kami di support oleh lembaga fakultas keperawatan UNEJ. kami disana berangkat rombongan dengan bidang delegasi lainnya ada yang lomba Bantuan Hidup Dasar, Doodle Art, dan English debate. Sebelumnya tidak pernah ku sangka bisa menjejakkan diri di Jatinangor ini wkwk. Selama berkompetisi tidak ada persaingan yang aku rasakan, melainkan seperti reuni wkwk sebab delegasi universitas lain sama seperti yang dulu di Padang he..he.. Kita menghabiskan di tanah pasundan ini selama tiga hari di apartemen yang disiapkan panitia. Hasil LKTI ini kami menduduki pada nomor 4 miris sekali tinggal selisih poin saja dengan juara ketiga. Perasaan menyesal pasti ada walaupun begitu kami tetap semangat untuk kompetisi selanjutnya.

            Demikian secuplik cerita yang bisa ku tuliskan semoga bermanfaat dan menginspirasi para sobat BSI. O.. Iya masih dalam suasana tahun baru 2020 kan semoga menjadi lebih baik kedepannya, sehat selalu dan makin banyak rejekinya aminnn… sedikit quotes nih dari aku wkwk “Jadikan masyarakat sebagai partnermu sebab dari situlah pelajaran kehidupan bisa kita dapatkan”. Kurang lebihnya mohon maaf sebesar – besarnya ya sobat.. sampai ketemu lagi di tulisanku berikutnya

Wassalamu’alaikum Wr.Wb

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]

| Designed by Colorlib