MY WAY TO ACHIEVE MY DREAM
Tak terasa, langkahku telah menginjak
satu semester akhir sebelum masa studiku saat
ini akan usai. Semester 7 ini menjadi semester terbaik selama masa
perjalanan kuliahku. Bagaimana tidak,
di semeter ini aku berhasil lolos salah satu program Kemendikbud dan LPDP, IISMAVO (Indonesian International Student Mobility Awards for Vocational Path) Program
2022. Singkatnya, sebuah program beasiswa
yang diberikan oleh Kemendikbudristek
dan LPDP untuk 400 mahasiswa vokasi Indonesia untuk diberangkatkan belajar dan magang di luar negeri. Sungguh merupakan program yang luar biasa bukan? Tentu saja! Terlebih
program ini hanya dapat diikuti oleh mahasiswa vokasi mulai
dari semester 3 sampai semester 7
saja. Jadi, ini merupakan kesempatan
terakhirku, dan aku berhasil lolos
dan masuk ke Ulsan College, Korea Selatan dengan major Hospitality and Tourism Industry (Pariwisata dan Perhotelan).
Sebagai seorang gadis biasa yang
menjalani hari dengan kuliah dan bekerja part
time, tak luput aku juga termasuk
salah satu gadis yang menyukai KPOP seperti kebanyakan orang di luaran sana. Selain menyukai genre
musiknya, aku juga sangat menyukai negaranya, Korea Selatan. Negara yang menurutku hampir mirip dengan Indonesia,
khususnya Banyuwangi, yang memiliki
banyak destinasi wisata yang unik dan khas serta budaya dan musiknya yang berkembang dengan sangat baik. Mengapa aku
bisa berpikir seperti itu? Tentu karena aku merupakan mahasiswa
pariwisata, kurasa memang semenjak kuliah di jurusan
yang membuatku jatuh cinta ini sangat berpengaruh pada pola pikirku. Berangkat dari sinilah keinginan pertamaku untuk mendaftar ke program
IISMAVO ini.
Namun, tidak semulus seperti di drama-drama, perjalanan yang ku lewati untuk mendaftar program ini tentu ada beberapa rintangannya. Mulai dari awal, ketika aku masih ragu untuk mendaftar karena aku sempat merasa kurang percaya pada kemampuan diriku sendiri, ketika aku harus mengambil tes untuk mendapatkan sertifikat kemampuan Bahasa Inggrisku, bahkan ketika aku dinyatakan lolos sampai ke tahap wawancara. Namun, semua rintangan itu dapat ku atasi berkat kerja keras, ikhtiar pada Allah, juga berkat dukungan yang tak henti-hentinya ku dapatkan dari orang tuaku dan teman-teman dekatku. Itu semua cukup membuktikan bahwa jika kita yakin dengan diri kita sendiri maka Tuhan pasti akan selalu memberikan jalan.
Oh ya, semua tahapan dalam program ini full berbahasa
Inggris, jadi saat tahap wawancara
pun full menggunakan Bahasa Inggirs. Aku jadi teringat masa ketika aku masih SD aku sangat menyukai Bahasa Inggris, bahkan aku selalu percaya diri untuk
menyapa setiap turis lewat yang aku
temui dimanapun saat itu, meski itu sekedar “Halo/Hi”. Namun nyatanya itu membuatku semakin
tertarik utnuk belajar
Bahasa Inggris baik di
sekolah ataupun secara otodidak. Dari
sini aku sadar bahwa tidak ada hal yang sia-sia ketika aku melakukannya dengan giat dan senang.
Lalu bagaimana dengan magangku yang
harusnya ku lakukan di semester 7 ini? Satu kata
untuk menjawabnya, aman. Karena nantinya ketika aku di Korea, aku akan dididik
oleh tenaga industri dan akan mendapatkan kesempatan visitasi ke industri
secara langsung sehingga nantinya aku bisa mengetahui bagaimana sistem dan proses
industri pariwisata disana. Hal ini
disetujui oleh kepala prodiku untuk direkognisi ke sks magangku semester ini sehingga aku tetap bisa dihitung magang
ketika belajar disana. Dan untuk sekarang ini, aku sedang sibuk mempersiapkan semua kebutuhan untuk
keberangkatanku. Mulai dari paspor, VISA,
dokumen-dokumen penting, perlengkapan dan yang paling utama adalah menyiapkan kesehatan dan mentalku untuk tinggal dan
belajar di negara orang selama jangka waktu yang tidak sebentar. Tapi aku yakin, selagi aku fokus dan
mempersiapkan diri dengan baik, aku bisa
dan siap menjalaninya. Korea, aku datang!!!



Tidak ada komentar:
Posting Komentar