Awal Baru
Berbeda dengan dua tahun sebelumnya yang mana pandemi covid-19 mengalami peningkatan yang mengakibatkan semua aktivitas yang sebelumya terbengkalai tidak hanya di masalah pendidikan yang mengharuskan para pengajar maupun pendidik melakukan pembelajaran dirumah saja juga disemua bidang termasuk kesehatan, perkantoran, dan lain lain yang juga dilakukan aktivitas dirumah saja. Namun dengan seiring berjalanya waktu pandemi bisa dilewati bersama walaupun masih belum sepenuhnya menghilang akan tetapi semua aktivitas sudah mulai berjalan normal kembali. Oleh karena itu semua kegiatan termasuk di bidang pendidikan diperbolehkan untuk dilakukan secara tatap muka (Offline).
Tahun ajaran 2021-2022 yaitu di semester 6 perkulihan kembali diadakan secara offline atau tatap muka walaupun awalnya masih digunakan sistem 50:50 yakni saat jam praktikum dilakukan secara offline dan jam perkulihan dilakukan secara daring. Karena masih tahap peralihan dari daring ke offline yang membuat beberapa mahasiswa perlu melakukan penyesuaian kembali dilingkungan kampus maupun di kos yang sudah terlalu nyaman dengan pembelajaran di rumah saja.
Pembelajaran secara luring (offline)
memiliki beberapa keuntungan misalnya dapat berdiskusi dengan mahasiswa yang
lain secara langsung, berinteraksi secara aktif dalam pembelajaran, kegiatan
praktikum yang dilakukan secara langsung dapat lebih menambah pemahaman. Akan
tetapi masih perlu beradaptasi kembali mengenai pembelajaran yang dilakukan
secara luring. Selain itu, pihak kampus pun perlu menyiapkan beberapa keperluan
dalam melakukan pembelajaran secara luring seperti kelas atau laboratorium yang
telah lama tidak digunakan untuk pembelajaran.
Memasuki semester akhir, semakin banyak tanggungan tugas dari dosen maupun tugas akhir yang semakin menghantui mahasiswa. Setiap mahasiswa tak hentinya berteman keluhan akan tugas ataupun ujian. Semester akhir yang harus dilalui dengan banyak pertanyaan, kebingungan, bahkan tak juga lepas dari keluhan. Melakukan tugas kuliah yang tidak berhenti arusnya, tetapi masih harus tetap pasang badan agar tidak goyah bahkan hingga jatuh. Harapan dan cita-cita tak hentinya memenuhi angan untuk dapat digapai. Menjadi mahasiswa memang tak mudah, tetapi hal itu patut disyukuri dan dijalani dengan ikhlas.
Akhir semester kegiatan yang dilakukan adalah diadakanya PKL 2 yaitu di puskesmas. Puskesmas yang dijadikan tempat PKL di lakukan di sekitar wilayah Jember untuk mengantisipasi penyebaran virus corona agar mahasiswa tetap stay di jember. Kegiatan PKL sendiri dilakukan selama 2 minggu pada saat libur semester. Setelah kegiatan PKL selesai maka diadakan ujian PKL oleh dosen pembimbing dan juga dosen penguji.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar