Kegiatan
perkuliahan dilakukan secara full offline tanpa adanya batasan kehadiran
mahasiswa di kampus. Semester 5 menjadi semester awal bagi Angkatan 2020 untuk
melakukan perkuliahan offline dan menjadi pembuka jalan menuju semester
akhir, dimana beberapa mata kuliah untuk membuat skripsi sudah mulai diberikan.
Mitos yang beredar di kalangan mahasiswa betapa menakutkannya semester 5 yang
penuh dengan segala macam kesulitan yang harus dihadapi, baik kesulitan
menghadapi tugas menumpuk dengan praktikum dan kerja kelompok yang tiada akhir dengan masa jatuh tempo tugas
yang sangat berdekatan satu sama lain, membuat semua mahasiswa menjadi
keteteran dengan segala hal yang diberikan. Semester yang menjadi masa momentum
di perkuliahan, sebuah masa transisi mahasiswa yang diharuskan menjadi lebih
dewasa, siap menghadapi aktifitas selain perkuliahan biasa di kelas dan siap untuk
menyelesaikan sebuah masalah sebelum berhadapan langsung dengan masyarakat.
Perkuliahan akan terasa berat di
semester ganjil katanya. Dimana awal mulai semester akan diawali dengan
rangkaian tugas yang beragam dari berbagai mata kuliah yang lebih sulit dari
sebelumnya. Seiring betambahnya angka semester maka semakin sulit pula
pelajarannya. Bergelut dengan mata kuliah serta laporan praktikum yang menumpuk,
menjadi sebuah tantangan bagi mahasiswa untuk lebih fokus dalam memperhatikan
pelajaran yang diberikan. Selain tugas menumpuk yang menjadi momok mahasiswa,
semester 5 menjadi puncak bagi mahasiswa yang aktif di sebuah organisasi.
Kampus akan lebih menuntut agar serius untuk mengikuti perkuliahan, sedangkan
di organisasi menjadi waktu yang hetic dalam melakukan segala program
kerja. Kegiatan perkuliahan dan organisasi akan menyita banyak waktu dan
dituntut untuk berpikir lebih keras agar mahasiswa dapat me manage waktu
dengan baik sehingga tidak jarang membuat mahasiswa sering mengeluh mengenai
kegiatan yang sedang dilakukakan. Masa yang akan dirasakan setiap mahasiswa
‘lemah batin’ sebutannya, dimana rasa bosan dengan perkuliahan, bosan dengan
praktikum dan adanya perasaan masa bodo dengan tugas ataupun laporan. Nilai
akan semakin sulit dicari di semester 5, selain mata kuliah sulit dosen tidak
akan mengasihani mahasiswa selayaknya mahasiswa baru yang baru masuk
perkuliahan. Cita-cita dan harapan orang tua yang terus memenuhi pikiran untuk
dapat diraih. Tidak mudah memang menjadi mahasiswa, namun kesulitan tersebut
akan kalah dengan rasa syukur yang sepatutnya dilakukan dengan segenap hati.
Tidak semua orang mendapatkan privilege untuk berkuliah, maka perlu
dimaksimalkan bagi para mahasiswa untuk melakukan segala kegiatan yang diikuti
untuk menjadi bekal di masa depan.
Semester 5, tugas yang selalu
dikerjakan secara berkelompok, menjadikan mahasiswa untuk terbiasa bekerja sama
dan melatih diri agar dapat bekerja bersama orang banyak sebelum akhirnya
terjun ke dunia kerja. Tidak mudah memang bekerja dengan orang-orang yang
memiliki pemikiran yang berbeda, harus menyatukan pendapat dari masing-masing
anggota agar mendapat hasil yang sesuai, menyelesaikan segala pertikaian yang
ada dalam pengerjaan tugas dengan kepala dingin. Hal tersebut sangat menguras
pikiran para mahasiswa, yang mana dalam suatu permasalahan tidak bisa
terselesaikan dengan baik apabila dari anggota tetap kukuh dengan pemikiran
masing-masing. Terlihat jelas pada semester ini mahasiswa mulai mementingkan
pemikiran sendiri daripada pemikiran dari anggota kelompok, yang hal tersebut
merupakan sumber dari pertikaian yang ada.
Di
saat bersamaan, keinginan para mahasiswa menggebu mengenai masa depan,
masa-masa awal menyadari dunia luar yang membuat pusing tak karuan dan ketidak
tahu an terhadap kemauan diri sendiri kemana arah yang akan mereka tuju.
Kebingungan serta ketakutan ketika memikirkan PKL di semester depan, menjadi
salah satu alasan mahasiswa merasa jenuh akan pikirannya. Selain overthinking
mengenai PKL mahasiswa akan terpikirkan mengenai skripsi, mengingat semester
depan menjadi semester awal bagi mahasiswa untuk memulai kegiatan penyusunan
proposal yang akan disusul dengan kegiatan seminar proposal sebelum pada
akhirnya mengolah atau menganilis data. Tempat penelitian serta judul
penelitian harus sudah terpikirkan sejak semester 5. Kebimbangan mahasiswa
mulai terlihat dengan penentuan tempat dan topik yang akan digunakan di
semester depan. Dapat lulus tepat waktu, pengerjaan skripsi dengan lancar,
dapat membagakan orang tua dengan hasil yang diperoleh selama perkuliahan
menjadi harapan yang sering terucap dari mahasiswa semester 5. Semester 5 akan
terasa lebih berat jika memikirkannya terlalu dalam. Semua perlu dijalani dengan
sepenuh hati. Do’a yang selalu dipanjatkan agar segala harapan dan cita-cita
dapat terkabul.
Kegiatan
organisasi yang menjadi wadah bagi mahasiswa untuk melatih skill dan kemampuan
dalam bekerja sama. Organisasi sering dianggap sebagai trial di sebuah
perusahaan, dimana dituntut untuk bisa bekerja dengan orang banyak yang
terbentuk dalam sebuah tim. Banyak kegiatan serta pengalaman organisasi yang
telah dilakukan selama semester 5. Menjadi ketua panitia misalnya, melatih diri
agar bisa mengkoordinasikan sebuah agenda dengan sebuah tim. Penyatuan beberapa
pendapat untuk menentukan solusi yang tepat dalam permasalahan yang terjadi.
Selain keaktifan dalam kelas, aktif dalam sebuah organisasi menjadi nilai
tambah dalam diri sendiri untuk meningkatkan kualitas serta kemampuan diri
sebelum terjun ke masyarakat.

.jpg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar