Waktu berjalan begitu cepat, tidak
terasa saat ini aku sudah berada ditahap akhir dunia perkuliahan. Banyak
tantangan yang sudah aku lewati di sepanjang kuliah ini tanpa terkecuali di
semester 7 yang baru saja berakhir. Kesibukan mungkin sedikit berkurang jika
dibandingkan dengan kehidupan kuliahku saat berada diawal semester dulu, yang
dulunya mendapat sebutan “kura-kura” alias kuliah-rapat kuliah-rapat hingga
sekarang ke pergi kekampus bisa dihitung dengan jari, memang begitulah
kehidupan harus terus berjalan menuju tujuan baru yang pastinya lebih baik dan
lebih besar lagi.
Kehidupan “kura-kura”-ku sudah
sangat berkurang saat ini karena memang periode kepengurusanku di himpunan
sudah berakhir juga karena saat ini aku lebih fokus memikirkan bagaimana karirku
kedepannya. Rapat untuk membahas program kerja beberapa kali masih aku ikuti
apabila memang dibutuhkan oleh adik-adik untuk sedekar meminta saran, masukan
dan arahan dalam pelaksanaan kegiataan namun hal tersebut juga dilakukan secara
daring atau online karena meskipun covid-19 saat ini sudah mulai berkurang
namun kita merasa bahwa rapat atau diskusi secara daring lebih efektif jika
dibandingkan dengan kita bertemu secara langsung. Kebiasaan orang Indonesia
yang molor saat menghadiri undangan nampaknya sangat terasa di kehidupan
mahasiswa jurusanku.
Keseharianku di awal semester tujuh
ini adalah menjadi intern di salah satu perusahaan BUMN yang ada di Surabaya.
Melalui jalur Program Magang Mahasiswa Bersertifikan (PMMB) aku mendapat
kesempatan untuk menjalani program magang selama 6 bulan disana. Aku
ditempatkan di Divisi Corporate University yang dimana banyak pengalaman baru
yang aku dapatkan selama 6 bulan magang. Saat menjalani aktivitas sebagai
seorang intern, aku menyadari bahwa softskill ku yang aku pelajari dari
mengikuti organisasi dulu sangat berguna saat ini, di tempat aku magang setiap
harinya aku diberi tugas dan tanggungjawab untuk menghandle sebuah kegiatan,
pelatihan dan workshop bagi seluruh karyawan perusahaan tersebut secara
berkala. Disana aku harus bisa menjadi MC sekalian moderator untuk kegiataan
online maupun offline. Untuk tampil dan berbicara didepan publik aku merasa
akan sangat sulit jika aku belum memiliki pengalaman sebelumnya namun karena
pada saat menjabat sebagai pengurus Himpunan dulu aku pernah beberapa kali
diminta untuk menjadi MC dan moderator kegiatan kampus hal tersebut akhirnya
yang membuatku sedikit lebih rilex saat diminta menghandle acara yang cukup
besar di tempat magang.
Tugas dan tanggungjawab ku tidak
hanya tampil “didepan” saja namun aku juga harus menyiapkan beberapa laporan
dan dokumen yang harus secara berkala dilaporkan kepada manajerku. Dokumen
tersebut lebih banyak dokumen untuk vendor perusahaan. Selain itu aku juga
banyak membantu untuk menyalin dan memindai dokumen, membantu notulensi pada
saat rapat untuk memudahkan atasan dan mentorku dalam meninjau hasil rapat yang
telah dilaksanakan. Kegiatan workshop ataupun pelatihan bagi karyawan yang aku
pegang selalu berlangsung dalam hitungan minggu, selama kegiatan itu berjalan
aku harus menyiapkan semua keperluan yang dibutuhkan baik sebelum, selama
ataupun sesudah kegiataan. Kegiatan biasa berlangsung selama 4 minggu yang
didalamnya 2 minggu pertama kelas online dan 2 minggu selanjutnya kelas offline
(praktik dan ujian). Sebelum kegiatan berlangsung aku harus selalu menyiapkan
rincian anggaran kegiatan, absensi peserta, materi yang akan mereka dapatkan,
menghubungi instruktur dan memberikan informasi-informasi kepada peserta untuk
persiapan kegiatan offline. Selama kegiataan disana aku mulai membuat laporan
pertanggungjawaban untuk kegiatan sesuai dengan pengeluaran yang dilakukan
selama kegiataan. Rutinitas tersebut yang kurang lebihnya aku jalani selama 6
bulan menjadi intern. Banyak sekali pembelajaran dan pengalaman yang aku
dapatkan dari sana sehingga aku mempunyai pengalaman bagaimana kehidupan di
dunia kerja yang sesungguhnya.
Kehidupanku di semester tujuh ini
sebenarnya tidak hanya sebagai seorang intern, di waktu luangku setiap sabtu
dan minggu aku mengambil kelas brevet pajak AB di Ikatan Akuntan Indonesia
(IAI) Jatim. Kelas tersebut berlangsung setiap weekend mulai pukul 13.00 hingga 17.30 selama 6 bulan. Pelatihan
ini aku ambil bukan tanpa alasan, aku menyadari bahwa ilmu perpajakan itu akan
sangat berguna untuk diriku sendiri nantinya maupun untukku dalam menjalankan
pekerjaan. Karena aku berfikir saat ini segala sesuatu yang kita dapatkan pasti
nantinya akan diperhitungkan pajaknya. Jadi selain untuk menambah ilmu, aku
juga ingin mengetahui dunia perpajakan secara sedikit lebih dalam lagi. Kelas
pajak ini aku ambil secara daring, karena saat ini aku juga masih mempunyai
beban yaitu skripsi yang dimana aku harus membagi waktuku untuk juga
mengerjakan tugas akhir tersebut. Kadang kala dosen pembimbingku memintaku
untuk bertemu membahas dan berdiskusi terkait skripsi yang aku ambil mulai dari
topik, permasalahan, fenomena yang mendasari hingga acuan yang aku gunakan.
Terakhir yang ingin aku ceritakan
disini adalah target. Segala sesuatu yang kita lakukan pasti mempunyai tujuan.
Tujuanku saat ini adalah bisa menyelesaikan skripsi di waktu yang tepat dan
dengan hasil yang maksimal dan setelah itu bisa berkarir di perusahaan yang
tepat juga. Aku merasa bahwa langkahku kurang beberapa titik lagi untuk mencapai
tujuan tersebut. Doa dan usaha harus terus sama-sama aku lakukan, kalau ada
kerikil-kerikil kecil itu biasa tapi hal itu tidak boleh membuat kita pasrah
dan akhirnya berhenti untuk mencapai tujuan yang ada. Semangat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar