Full width home advertisement

EVENT

Post Page Advertisement [Top]

         



           Mahasiswa akhir adalah kata yang tepat untukku saat ini. Masa studi empat tahun hampir usai ku jalani. Banyak hal yang terjadi mulai dari naik, turun, susah, senang, dan asam manis kehidupan mahasiswa yang menjadikanku maju ke versi diri yang lebih baik dari sebelumnya. Di beberapa langkah menuju masa akhir studiku ini, aku merasa sangat bersyukur. Mengingat kembali ke belakang, banyak berkah yang ku dapatkan selama menjadi mahasiswa. Mulai dari pengalaman, serta pencapaian-pencapaian yang belum pernah aku dapatkan sebelumnya. Satu pencapaian yang ingin aku highlight adalah ketika aku menjadi salah satu Awardee IISMAVO 2022, sebuah program beasiswa untuk mengirim mahasiswa Indonesia ke luar negeri untuk belajar dan mendapat pengalaman industri, dan aku berangkat ke Korea Selatan untuk itu semester pada lalu.

           Kembali ke satu semester sebelumnya ketika aku di Korea Selatan, banyak hal yang aku lakukan dan ku dapatkan ketika disana. Namun, tinggal di negara lain yang memiliki budaya dan tradisi yang berbeda juga tidak semudah kelihatannya. Culture shock, weather shock, language barrier, adalah beberapa kendala yang aku alami. Mulai dari Culture shock atau gegar budaya, dimana aku merasakan budaya “palli-palli” orang Korea secara nyata. Budaya cepat-cepat yang bertolak belakang dengan budaya orang Indonesia yang bisa dikatakan ‘santai’ ini membuatku agak terkejut pada awalnya. Lalu weather shock atau gegar musim yang sudah pasti akan dirasakan orang yang awalnya tinggal di negara dua musim lalu pindah ke negara empat musim. Serta language barrier atau kendala bahasa, hal itu terjadi karena Korea bukan merupakan negara yang terbiasa menggunakan bahasa Inggris sama seperti Indonesia. Sama seperti Indonesia, tidak semua orang bisa berbahasa Inggris, sehingga aku kesulitan untuk berkomunikasi di luar lingkungan kampusku disana pada awalnya karena keterbatasan kemampuan Bahasa Koreaku. Namun, semua kendala tersebut tidak menjadi penghambatku sama sekali. Semua itu membuatku semakin semangat untuk menyesuaikan diri, belejar budaya baru, bahasa baru, dan berusaha tetap fokus pada tujuan awalku berangkat kesana yakni untuk belajar dan magang kerja industri.

            Beralih ke kehidupan kampus Korea, perbedaan sistem dan lingkungan pembelajaran sangat ku rasakan disini. Sama-sama kampus vokasi dengan kampusku di Indonesia, namun kampus Korea lebih banyak menekankan pengalaman industri. Aku beberapa kali terjun ke industri pariwisata dan perhotelan Korea Selatan, baik dalam rangka belajar maupun bekerja, serta menjadi bagian dari pelaksanaan beberapa event MICE yang memberiku pengalaman berharga sekaligus bonus untuk isi resumeku nanti. Selain menyibukkan diri dengan segala kegiatan perkuliahan dan industri, mengeksplor pariwisata Korea Selatan juga menjadi fokusku yang berlatar dari esai yang pernah ku tulis untuk program ini. Mencari tahu dan mengadaptasi strategi pengembangan pariwisata Korea Selatan untuk diadaptasi ke Indonesia khususnya Banyuwangi adalah salah satu tugasku.

            Aku beberapa kali mendapat tugas untuk mempresentasikan tentang pariwisata Indonesia di kelas. Melalui tugas-tugas, itu ku jadikan sebagai peluang untuk memperkenalkan Kota Banyuwangi ke kancah yang lebih luas di hadapan professor asing dan teman-teman mahasiswa yang lain, baik lokal Korea maupun mahasiswa asing lainnya. Kesempatan-kesempatan itu membuatku berhasil dipercaya oleh profesorku mengikuti beberapa kompetisi, seperti Start-up Business Competition 2022 dan Foreign Language Speech Contest 2022. Beralih ke kehidupan sosial di luar perkuliahan, aku adalah seorang mahasiswa biasa yang juga menyukai K-POP dan Drama Korea seperti kebanyakan fans pada umumnya. Bisa merasakan hidup tinggal di negara yang musik dan dramanya aku sukai sejak dulu ini membuatku seringkali masih merasa tidak percaya saat itu. Kagum adalah kata yang tepat untuk menggambarkan perasaan itu. Lingkungan kehidupan yang awalnya hanya ku lihat melalui drama Korea, aku menjalaninya secara nyata. Salah satu dari banyak list pencapaianku sata itu adalah bertemu dengan Idol K-POP yang aku kagumi, dan aku berhasil mewujudkannya.

           Beralih ke masa ketika aku telah menyelesaikan studiku dari Korea Selatan dan kembali ke Indonesia khususnya ke kampusku di Banyuwangi, aku merasa sangat bersyukur ketika aku didapuk menjadi narasumber dalam acara sharing session mengenai program IISMAVO. Aku merasa sangat bersemangat untuk menceritakan pengalamanku serta memotivasi mahasiswa lainnya untuk mendaftar di program yang sama pada batch selanjutnya. Online dan offline ku jajaki semua untuk membantu teman-teman yang mendaftar di tahun ini mulai dari mempersiapkan seluruh persyaratan dan menghadapi seluruh rangkaian seleksi nantinya. Tak hanya teman-teman dari kampus yang sama denganku, beberapa dari mereka juga berasal dari luar kota. Memberikan tips, saran dan strategi, serta menjadi seorang Essay Proof Reader merupakan jobdeskku saat ini dan aku senang melakukannya. Berbagi memang sangat indah.

            Pengalaman pembelajaran dan budaya, terjun ke industri, kompetisi, serta sertifikasi kompetensi merupakan beberapa dari banyak hasil yang bisa ku bawa pulang dari petualangan satu semesterku di Korea Selatan. Syukur, hanya itulah rasa yang bisa ku ungkapkan atas semua yang sudah aku gapai selama masa perkuliahan ini. Tugasku selanjutnya adalah menyelesaikan studiku dan kembali berjuang untuk melangkah menggapai mimpi yang lainnya.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]

| Designed by Colorlib