Full width home advertisement

EVENT

Post Page Advertisement [Top]




        Tahun 2022/2023 menjadi tahun dimana saya berada di tingkat II dalam masa perkuliahan yaitu Semester 4. Pada semester ini banyak ilmu secara teoritis maupun praktek, karena ada 15 mata kuliah dan 22 SKS yang harus ditempuh. Februari merupakan bulan pertama memasuki semester 4, minggu awal perkuliahan tidak begitu sibuk karena biasanya pada minggu – minggu ini masih pengenalan dengan mata kuliah yang baru dan juga dosen yang baru kita temui selama kuliah di semester ini. Selain itu saya juga disibukkan dengan kegiatan non akademik seperti organisasi. Saya cukup aktif di Himpunan Mahasiswa Teknologi Geologi PEP Bandung sebagai sekretaris dan menjabat sebagai dirjen jurnalistik Divisi Informatika BEM PEP Bandung.

        Tentunya dengan posisi tersebut di sebuah organisasi kegiatan yang dilakukan juga banyak, seperti halnya waktu di HMTG aku menyusun beberapa proposal untuk acara Dies Natalis HMTG yang ke-2, Fieldtrip Tahura, PEMIRA HMTG dan menjadi panitia di event – event yang diadakan HMTG. Di BEM PEP Bandung karena aku berada di divisi informatika jadi kegiatan yang aku lakukan seputar design grafis, dokumentasi setiap acara BEM PEP-B, menulis artikel singkat atau disebut BEMPEDIA yang diunggah ke Instagram.

        Pada semester 4 ini aku juga sempat mengikuti lomba yang diadakan oleh Pt. Agincourt Resources berkerja sama dengan MGEI yaitu bernama OLYMPIAR tepatnya pada bulan Januari – Maret. Lomba ini diadakan secara bertahap dan pesertanya bersifat tim yang terdiri dari 2 – 3 orang. Tahap yang pertama adalah penyisihan yang mana pada tahap ini kita diberi soal berupa pilihan ganda, isian, seputar dengan geologi, tambang processing plant, environment. Sedangkan untuk essay topikny adalah “Exploration And Mining Practice In Martabe Gold Mine”. Alhamdulillah tim saya lolos tahap penyisihan 1, dari sekitar 70 tim yang bertanding dan hanya diambil 20 tim untuk lanjut ke tahap berikutnya. Tahap penyisihan 2 adalah pembuatan model geologi menggunakan aplikasi Micromine. 

    Pemodelan Geologi merupakan kumpulan metode matematis yang memungkinkan untuk memodelkan kaitan hubungan topoologi, geometri, dan sifat fisik suatu objek geologi dengan mempertimbangkan semua jenis data yang terkait dengan objek – objek tersebut (Mallet, 2002). Waktu yang diberikan utuk pemodelan ini sekitar 20 hari dan pada tanggal 25 Februari kita mempresentasikan model geologi yang kita buat. Pada tahap ini tim saya berada di urutan ke 11 dan belum mendapatkan kesempatan untuk maju ke final. Tapi banyak ilmu serta pengalaman yang saya dapatkan dari mengikuti lomba seperti ini.

          Memasuki minggu ke 9 atau tepatnya setelah UTS kegiatan praktikum lapangan mulai dilakukan. Praktikum Geofisika Eksplorasi yaitu Metoda Geolistrik IP dan Resistivity di Kampus Lapangan PPSDM Geominerba di Cipatat, tujuan ini adalah untuk mengetahui zona patahan, sumber air tanah serta nilai IP & Resistivity dari lapisan batuan di kawasan tersebut. Selain metode tersebut, Metode Geofisika seperti Metode Geomagnet pernah dilakukan di Kawasan Curug Jompong. Metode Geomagnet merupakan salah satu metoda pasif geofisika untuk mengidentifikasi struktur geologi dan geomatri/dyke (head resources potential. Pada survey pendahuluan geomagnet dimanfaatkan untuk eksplorasi minyak bumi, panas bumi, batuan mineral, maupun untuk keperluan pemantauan (monitoring) gunungapi. Output dari pengukuran geomagnet ini adalah Peta Anomali Magnetik. Data mentah yang didapat dari lapangan adalah ; 1) Waktu, meliputi Hari, tanggal dan jam, 2) Data Geomagnetik (Medan Total, Variasi Harian, Medan Utama Bumi/ IGRF), 3) Posisi titik stasiun pengukuran. Hasil pengukuran akhir geomagnet akan menghasilkan Anomali Magnet Total.

        Tanggal 25 Mei 2023, diadakan kuliah kunjungan perusahaan di IUP PT ANTAM Tbk. yang berlokasi di Desa Pakenjeng, Kec. Pamulihan, Kab Garut. Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari dan menerapkan ilmu yang didapat di perkuliahan seputar lingkungan pembentukan emas ephitermal. Kawasan Prospek Arinem Garut (IUP PT Antam Tbk) termasuk daerah lingkungan ephitermal karena termasuk bagian dari busur magmatik sunda bagian timur, sehingga memiliki potensi endapan mineral logam yang cukup melimpah. Berdasarkan latar belakang tersebut pengamatan dilakukan untuk mengetahui karakteritik batuan, mineralisasi dan metoda eksplorasi yang tepat digunakan pada daerah tersebut. Kemudian didapatkan hasil pengamtan dari lokasi tersebut bahwa lithologinya didominasi oleh old andesit formation (OAF) yang berumur kuarter. Dapat juga dijumpai batuan berupa breksi diatreme polimik dengan tekstur fabric. Untuk jenis alterasi hidrotermal yang dijumpai pada lokasi ini adalah Argilik, Advanced Argilik dan Silika Masif. Ditemukan keberadaan mineral alunite, enargite dan variasi mineral lempung, dari ciri – ciri mineralsasi tersebut dapat disimpulkan bahwa daerah pengamtan termasuk ke dalam lingkungan pembentukan emas tipe Ephitermal High Sulfidation (Enargite Type).

        Tidak ada alasan yang sepadan untuk melewatkan momen praktikum lapangan yang mencetak cerita di setiap detiknya, hutan, semak belukar, kompas, batu telah menjadi teman setia di setiap perjalanan seorang Mahasiswa geologi ini. Sungai Citarum menjadi sebuah lokasi saya belajar menerapkan metoda eksplorasi geokimia. Kegiatan sampling geokimia yang dilakukan adalah seperti mengayak material di mesh 80, mengambil sampel BLEG (Bulk Leaching Extratabel Gold) serta pan concentrate (PC).

        Masih berkaitan dengan sampling geokimia, setelah puas di sungai pindah ke lahan kosong didepan kampus untuk melakukan sampling geokimia tanah. Cara sampling tanah adalah menggunakan hand auger dan yang diambil untuk dianalisi adalah tanah pada horizon B. Kenapa harus tanah pada horizon B…? karena pada lapisan ini sudah mengalami suatu perkembangan, selain itu struktur dari horizon ini mayoritas berupa batuan asli. Menjelang UAS semester 4 akan diadakan pemetaan geologi di Cipatat selama 5 hari 4 malam. Tujuan dari pemetaan geologi ini adalah untuk mengaplikasikan ilmu yang didapat selama 4 semester. Mahasiswa Geologi Angkatan saya berjumlah 32 orang yang akan dibagi 5 kelompok, dan setiap kelompok akan mendapatkan area pemetaan yang dibagi oleh dosen. Hari pertama dilakukan pembekalan materi terlebih dahulu dikampus kemudian dilanjut pembekalan materi kembali di kampus lapangan PPSDM Geominerba, Cipatat. Selanjutya pada malam harinya setiap kelompok diminta untuk Menyusun rencana pemetaan pada area yang telah ditentukan. Pada hari kedua ini semua menjalankan rencana yang telah dibuat, kelompok saya kebetulan mendapatkan pemetaan menggunakan drone pertama, namun pada hari kedua ini drone tidak diterbangkan karena cuaca tidak mendukung. Akhirnya kelompok saya memutuskan untuk survey lokasi agar tau medan yang akan dilalui seperti apa dan mengambil sampel batuan untuk dideskripsi.

            Malam harinya setiap kelompok mempresentasikan hasil yang didapatkan pada hari itu sembari menyusun pendahuluan untuk laporan akhir pemetaan. Hari ketiga kelompok saya berhasil menerbangkan drone, anggota kelompok yang lain melanjutkan pemetaan langsung. Karena lokasi pemetaan cukup luas akhirnya kelompok saya dibagi agar lebih cepat mengcover seluruh area dan hari keempat bisa fokus untuk perhitungan sumber daya. Hari keempat adalah hari terakhir kami ke lapangan karena hari kelima nanti akan digunakan untuk presentasi hasil pemetaan akhir. Hari keempat ini kegiatan yang dilakukan adalah menghitung sumberdaya dan cadangan untuk bahan galian yang dikomoditaskan masing – masing kelompok. Karena data drone belum 100 % selesai jadi ada 2 orang anggota kelompok meneruskannya sisanya ke lapangan. Ssebelumnya untuk perhitungan sumberdaya ini kita menggunakan metode perhitungan penampang yaitu dengan cara membuat lintasan di area yang kita jadikan komoditas.

            Tiba hari terakhir untuk menampilkan semua hasil yang didapatkan selama 3 hari di lapangan dan nantinya data dari setiap kelompok akan dipadukan. Kuliah lapangan semester ini ditutup dengan kunjungan ke RIG milik PDSI Pertamina di Indramayu. Di lokasi ini dapat melihat langsung alat – alat pemboran dan proses pemboran minyak bumi yang sedang berlangsung. Itulah sedikit cerita pengalaman selama semester 4 di Teknologi Geologi Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]

| Designed by Colorlib