Full width home advertisement

EVENT

Post Page Advertisement [Top]

        

        Makrab merupakan salah satu kegiatan dalam pengkaderan sebelum menjadi anggota Himpunan Mahasiswa Teknologi Geologi. Kegiatan ini dilakukan agar calon anggota HMTG Angkatan 2022 dengan Angkatan 2021 semakin menjunjung tinggi solidaritas dan keakraban antar sesama. Kegiatan ini dilakukan di villa Lembang Jawa Barat selama sehari semalam. Di sini kami melakukan berbagai rangkaian acara yang telah dibuat oleh panitia yaitu game, sharing mengenai kendala di himpunan, makan bersama, karaoke. Kegiatan ini menjadi kewajiban mahasiswa geologi PE-B untuk menjadi anggota HMTG.

        JOGMEC (Japan Organization for Metals and Energy Security) pelatihan teknologi keselamatan tambang batubara bawah tanah untuk mahasiswa PEP Bandung angkatan 2022 pada tanggal 31 Januari sampai 2 Februari 2023 di Gedung PPSDM Geominerba Bandung. Pelatihan ini merupakan salah satu bentuk kerja sama JOGMEC dengan PPSDM Geominerba dan PEP Bandung dalam meningkatkan kompetensi SDM Indonesia.

        Pelatihan ini dibuka oleh Direktur PEP Bandung, Asep Rohman. Jika kita mengingat beberapa bulan ke belakang telah terjadi ledakan pada tambang batubara bawah tanah di daerah Sawah Lunto. Hal ini juga menjadi perhatian oleh Menteri ESDM. Ledakan ini sangat mungkin terjadi bahkan di beberapa negara sehingga diperlukan kompetensi dalam penambangan batubara bawah tanah. “Pelatihan tentang keselamatan tambang bawah tanah sangat penting untuk meminimalisir kecelakaan dan ledakan di tambang batubara bawah tanah. Oleh karena itu, mahasiswa PEP Bandung harus serap ilmu sebanyak banyaknya pada pelatihan ini” tutup Asep Rohman.  Selama 3 hari pelaksanaan pelatihan ini, acara diisi oleh narasumber JOGMEC yang merupakan ahli tambang bawah tanah dari Jepang. Materi yang disampaikan meliputi teori dan evaluasi keekonomisan tambang bawah tanah, ventilasi tambang bawah tanah, hingga keselamatan tambang batubara bawah tanah. Dalam pelatihan ini tujuan utamanya adalah agar mahasiswa memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi bahaya salah satunya dengan metode tunjuk sebut. Shimoda, salah satu narasumber, menjelaskan bahwa tambang batubara bawah tanah memiliki beberapa bahaya. Walaupun begitu, resiko bahaya tersebut dapat diminimalisir dengan beberapa metode. Jepang memiliki tambang bawah tanah di Pulau Ikeshima. Shimoda menjelaskan beberapa teknologi yang digunakan di tambang batubara bawah tanah pulau Ikeshima. Teknologi tersebut meliputi teknologi penggalian, teknologi pengangkutan batubara dan pekerja serta beberapa faktor keselamatannya.

        Mahasiswa Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung Angkatan 2022 mengikuti Pendidikan Karakter dan Kedisiplinan, selama tiga hari 77 Mahasiswa yang berasal dari Prodi Teknologi Geologi, Pertambangan, dan Metalurgi itu ditempa dengan berbagai latihan dalam rangka membentuk karakter, melatih disiplin, dan mampu survival. Setibanya para mahasiswa dijemput oleh tim panitia dilanjutkan dengan pemeriksaan Kesehatan dilanjutkan dengan pembukaan di Lapangan Upacara Wingdik 800. Acara pembukaan dipimpin oleh Letnan Kolonel Pas Subhan, S.T. M.Tr.SOU selaku Komandan SKadron Pendidikan 804 Arhanud. Sementara itu Tedi Yunanto, Wadir III Bidang Kemahasiswaan hadir mewakili Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung. Setelah ishoma para mahasiswa mendapatkan pembekalan wawasan kebangsaan. Sebelum istirahat di malam hari seluruh peserta mengikuti apel malam. Pelatihan hari kedua dimulai pukul 4 pagi para peserta Ishoma, olahraga, dan pembersihan. Setelah apel pagi para peserta mengikuti Rappeling/Mountenering, Rappeling jaring Pendarat, Titian 2 tali, halang rintang. Pada sore hari peserta mendapat edukasi tentang survival diantaranya belajar mengolah makanan yang ada di alam bebas seperti umbi-umbian dan ular. Acara berlangsung hingga pkl. 22.00 malam. Pada hari terakhir setelah ishoma apel pagi diisi dengan dinamika kelompok untuk melatih para mahasiswa bisa bekerja sama dalam kelompok. Siang hari merupakan kegiatan terakhir dilakukan penyebrangan basah melintasi sungai menggunakan tali dan pelampung. Hari ketiga merupakan hari terakhir penutupan acara dilakukan sore hari. Di akhir acara Letnan Kolonel Pas Subhan, S.T. M.Tr.SOU berpesan kepada para mahasiswa semoga kegiatan ini dapat memberi manfaat menjadi bekal dalam menempuh Pendidikan di PEP Bandung.

        Field trip adalah studi lapangan yang dilakukan oleh siswa/mahasiswa untuk melakukan kegiatan belajar yang terjadi atau dilaksanakan diluar sekolah. Field trip merupakan kunjungan wisata atau kunjungan yang dapat menunjang pengetahuan anak melalui pembelajaran diluar kelas dengan mendatangi beberapa destinasi yang telah ditentukan. Kegiatan field trip ini bukan hanya sekedar kegiatan dimana anak hanya asyik bermain diluar lingkungan sekolah, namun juga untuk belajar. Field trip ini dilakukan di Sahyang Heuleut dalam rangka Diesnatalis HMTG PEPB yang berlangsung selama sehari. Selain bersenang-senang kegiatan ini juga bertujuan sebagai pembelajaran bagi Angkatan 2022. Kegiatan ini diikuti oleh 3 dosen, Angkatan 2019, Angkatan 2021 dan Angkatan 2022. Kegiatan ini dilakukan juga sebagai latihan fisik para geologist dalam pengamatan di hutan. Di sisni kami belajar mendeskripsikan batuan, morfologi, kompas, membaca peta. Harapanya setelah melaksanakan field trip ini mahasiswa geologi khususnya Angkatan 2022 dapat belajar lebih dalam dan dapat mempermudah dalam pembelajaran bersama dosen.

        Puncak acara diesnatalis HMTG adalah perayaan yang di hadiri oleh para dosen geologi, himpunan mahasiswa prodi teknologi pertambangan, himpunan teknologi metalurgi dan tentunya himpunan mahasiswa teknologi geologi. Kegiatan ini di awali dengan pembukaan, kemudian sambutan dari Direktur Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung yaitu Bapak Asep Rohman. Kemudian sambutan oleh kepala program studi teknologi geologi oleh Bapak Denny Lumban Raja. Pemotongan tumpeng bersama Direktur dan Ka Prodi, kemudian sesi foto bersama dan dilanjutkan dengan evaluasi proker dari masing-masing divisi HMTG kemudian pesan dan kesan, diakhiri dengan penutupan.

      Teknologi pemboran sumur air tanah adalah suatu cara untuk membuat lubang sumur dan konstruksi instalasi sumur bor. Pembuatan lubang sumur dilakukan dengan berbagai metode pemboran di tanah. Praktikum geohidrologi kali ini mengenai air tanah, kami mengunjungi kegiatan pengeboran air tanah ini di ruko bundaran Sudirman-Elang, Bandung dengan bergantian tiap kelompok 7 orang. Kami belajar mengenai pengenalan alat-alat pemboran, cara kerja alat, tekniknya, dan prinsip-prinsip dalam pemboran air tanah dan juga keadaan geologinya.

    Praktikum Geohidrologi di awali dengan pembukaan oleh Bapak Oman dan Bapak Ade sebagai dosen dan Kepala Badan Geologi. Di pagi hari kami melakukan kunjungan laboratoriun air tanah di PAGTL (Pusat Air tanah dan Geologi Tata Lingkungan). Kami belajar banyak mengenai berbagai alat – alat untuk menguji air tanah dan bagaimana cara menggunakanya sepertiisotop, pengukur PH, DHL, kekeruhan, umur air tanah, kandunganya dll. Selain alat laboratorium air, kami juga di perkenalkan dengan alat-alat geofisika, geolistrik namun kita tidak dapat mempraktikkannya karena pengawasnya lagi di luar kota. Setelah dzuhur kami melanjutkan praktikum geohidrologi di bengkel alat-alat pengeboran Cimahi. Alat-alat pengeboran itu sudah lama tidak di operasikan karena butuh biaya yang cukup besar karena biasanya proyek besar itu sudah dijangkau. Namun, alat-alat ini dijaga baik oleh petugas, jadi sebenernya bisa digunakan. Praktikum ini berakhir sore hari dan di tutup dengan foto bersama.

    Kegiatan praktikum petrologi kami bersama dosen geologi Bapak Ade dan Bu Fiati selaku pendamping praktikum. Kami berangkat dini hari dengan alat transportasi bus menuju ke kampus lapangan kurang lebih 3 jam. Setiba di lokasi kami bergegas ke daerah pengamatan, agar praktikum berjalan dengan lancer kami melakukan pengamatan per kelompok dengan lokasi yang bersebelahan. Kami belajar mengenai deskirpsi singkapan, petrologinya, dan proses yang terjadi berjuta tahun-tahun yang lalu. Selain itu kami juga belajar kompas serta mineral yang ada dalam singkapan. Setelah ke lokasi pertama kami lanjut ke lokasi kedua yaitu di gunung batu dengan mengendarai bus. Karena jalan ke atas tidak bisa di lewati kendaraan kami berjalan kaki dengan lereng yang cukup terjal. Gunung Batu merupakan bukit berupa dinding alam yang terdiri dari batu-batu raksasa yang terletak di kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Gunung Batu di Lembang ini merupakan destinasi wisata dan sekaligus taman nasional di Lembang dengan ketinggian sekitar 1228 mdpl. Sebagian puncak gunung didominasi dari bebatuan sehingga tidak ada pohon yang dapat hidup di atasnya (terkecuali lumut atau ilalang). Diprediksi bahwa gunung ini terbentuk dari lava yang berasal dari letusan dahsyat Gunung Sunda sekitar 500.000 tahun lalu. Sebagai salah satu gunung tertinggi di Lembang, Anda dapat menyaksikan pemandangan gunung-gunung lain di sekitarnya seperti Gunung Tangkuban Perahu, Gunung Putri, Gunung Bukit Tunggul dan Gunung Palasari.

    Maksud diadakannya kuliah lapangan Stratigrafi, Petrologi dan Geologi Struktur ini adalah untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang survei pemetaan di lapangan  (secara praktik langsung) Sehingga, diharapkan mahasiswa/i sudah mumpuni keilmuan geologianya dan telah mengaplikasikan ilmunya secara nyata dengan praktik pada keadaan sesungguhnya di lapangan. Hari pengamatan pertama kami berlokasi di Teluk Ciletuh. Keberangkatan dari kampus Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung menuju ke Pantai Palampang, Teluk Ciletuh CPUGGp, Desa Ciwaru, Kec Ciemas, Kab. Sukabumi dengan perjalanan sekitar  ±7 jam dengan kendaraan 2 Travel dan 1 mobil. Hari pertama kami melakukan pengamatan praktikum petrologi batuan beku, sedimen dan batuan metamorf. Sebelum kami menuju ke lokasi pengamatan kami berkunjung ke Puncak Darma dengan koordinat 7°10’3.0” S dan 106°28’14.98” E dengan elevasi 251.27 m di atas permukaan laut, dimana disana kita bisa melihat morfologi dari atas, kitab isa melihat Teluk Ciletuh yang membius mata, kami juga melihat Amphiteater dari kejahuan. Tak hanya terpukau oleh indahnya Teluk Ciletuh, kami juga melihat indahnya Curug Cimarinjung. Setelah melihat indahnya Teluk Ciletuh dari atas Puncak Darma kami menuju ke lokasi utama pengamatan kami yang menekankan pada matakuliah Petrologi yang berlokasi di Pantai Palampang, CPUGGp, sekitar Teluk Ciletuh, di Pantai Citerem, di Pulau Mandra dan di Pulau Kunti, Desa Citarik.

    Pengamatan hari kedua kami berada di Desa Gunungguruh yang berada di sekitar area tambang batupasir kwarsa. Perjalanan di hari pertama setelah pengamatan hingga sore hari kami langsung menuju ke penginapan dari Teluk Ciletuh menuju Desa Gunungguruh sekitar ±3 jam. Pada hari kedua ini kami melakukan praktikum Stratigrafi di sekitar are tambang yang aktif. Lokasi pengamatan kita ini dengan koordinat 106°53’33.3” E dan 6°57’07.2” S dengan elevasi 474.90 m di atas permukaan laut. Lokasi pengamatan kita ini tidak jauh dari penginapan dengan jarak sekitar ±1,5 km dengan berjalan kaki. Setelah pengamatan praktikum stratigrafi selesai kami menuju ke penginapan dengan travel

    Pada hari ketiga kami melakukan pengamatan di area tambang batupasir Kec. Cibadak, ini merupakan pengamatan terakhir kita dimana pengamatan ini mengenai matakuliah Geologi Struktur. Kami menempuh perjalanan dari penginapan Desa Gunungguruh menuju ke Area Tambang Cibadak sekitar ±33 menit. Pada hari terakhir ini praktikum kami mengenai struktur geologi yang berada di kawasan tambang batupasir, PT Java Protam di Desa Sekarwangi, Kec. Cibadak Sukabumi. Lokasi ini berada pada koordinat 106°57’21.01” E dan 6°54’23.69” S dengan elevasi 436.95 m di atas muka air laut. Kawasan ini merupakan kawasan tambang batu pasir yang lumayan aktif. Setelah selesai kami menuju ke Bandung, Kampus Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung.

    Kuliah lapangan ini kami melakukan pengamatan mata kuliah Geologi Teknik dengan dosen pendamping. Bidang diskontinu atau struktur geologi adalah parameter masukan untuk analisis kinematika, kesetimbangan batas, dan metode numerik pada analisis kestabilan lereng.          Line mapping/scanline adalah metode pemetaan yang dilakukan dengan pengukuran dan mengambil setiap karakteristik dari bidang diskontinu yang berada pada sepanjang garis pengukuran, observasi atau pengukuran dilakukan pada singkapan batuan atau muka lereng. gerakan massa. Pada daerah penelitian terdapat titik tempat gerakan massa yang dimana gerakan massa pada batuan banyak dikaitkan dengan tingkat pelapukan dan struktur geologi yang hadir pada massa batuan tersebut, seperti sesar, kekar, lipatan dan bidang perlapisan. Struktur geologi tersebut, selain lipatan, selanjutnya disebut sebagai diskontinuitas (bidang lemah).

    Hand Auger merupakan salah satu metode dalam penyelidikan tanah bawah permukaan, Cara ini termasuk yang paling sederhana dalam pembuatan lubang dalam tanah dengan menggunakan alat bor. Hand auger terdiri dari batang baja yang dapat diperpanjang, diputar dengan pegangan. Sejumlah auger baja (mata bor) yang berbeda dapat dipasang di ujung bawah batang bor. Auger diputar ke dalam tanah sampai terisi, lalu diangkat keluar dari lubang bor untuk dikosongkan. Bor yang berbeda dapat digunakan untuk setiap jenis formasi (tanah). Hand auger dapat dilakukan dengan menggunakan tripod dan winch yang berat (seperti rig Vonder), atau dengan material yang lebih ringan.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]

| Designed by Colorlib