Perkuliahan merupakan masa remaja
menuju dewasa yang sangat menentukan tentang bagaimana karakter seseorang dapat
terbentuk. Semester enam yang dianggap akan sangat sibuk dan melelahkan telah
dilalui dengan baik. Setiap hari, minggu, dan bulan lebih banyak dihabiskan
dengan kegiatan kampus seperti praktikum, organisasi, maupun riset bersama
dosen. Kehidupan perkuliahan memiliki ritme yang hampir sama setiap harinya,
tak ayal hal tersebut memberi efek jenuh bagi beberapa mahasiswa. Sedangkan
tuntutan tugas masih terus menghantui, berbekal tekad dan semangat untuk terus
berjalan memenuhi harapan agar tidak menyesal kelak. Menjalani semester akhir
yang tergolong “penuh ujian” dan bayang-bayang mengenai langkah selanjutnya
tidak membiarkan ketenangan hinggap terlalu lama. Resah dan pesimis memikirkan
bagaimana menjalani semester akhir yang konon katanya penuh lika-liku.
Mahasiswa akhir harus selalu optimis dalam menjalani tiap semesternya sehingga
diperoleh hasil yang sesuai dengan harapan.
Semester genap diawali dengan
rangkaian tugas tatap muka serta beberapa laporan praktikum, dapat dikatakan
masih sama seperti semester sebelumnya. Akan tetapi, terdapat perbedaan yaitu
beberapa mata kuliah pilihan lebih banyak ditempuh pada semester ini dan
laporan sudah tidak sebanyak sebelumnya. Memasuki detik-detik semester akhir
dan bayangan tugas akhir yang sering diceritakan sebagai tugas terberat
sepanjang perkuliahan. Semester akhir yang harus dimulai dengan menentukan
judul skripsi dan penentuan DPU maupun DPA, bahkan tak juga lepas dari keluhan.
Memenuhi tugas kuliah dan pekerjaan laboratorium yang pasang surut arusnya,
tetapi masih harus tetap pasang badan agar tidak goyah maupun jatuh. Menjadi
mahasiswa memang tak mudah, tetapi hal itu patut disyukuri karena tidak semua
orang dapat beruntung merasakan menjadi mahasiswa. Hal paling krusial yaitu
mengenai waktu yang akan terus berjalan dan tidak berhenti begitu saja, seperti
halnya perihal deadline tugas maupun laporan menjadi target yang semacam
reminder untuk segera dipenuhi. Sebagai motivasi bagi diri sendiri yaitu
menanamkan bahwa segala kesibukan, tuntutan, maupun kegagalan patut untuk
disyukuri karena percaya bahwa semua hal itu akan menjadi pembelajaran.
Kegiatan perkuliahan maupun
praktikum masih berjalan seperti semester-semester sebelumnya. Mata kuliah
dengan praktikum didalamnya menerapkan sistem project base yang
membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk memperoleh hasil dan mengolah datanya.
Project base dilakukan secara kelompok dalam pengamatan objek selama
praktikum dan individu dan disajikan melalui jurnal ilmiah dan dipresentasikan
dalam Power Point. Mata kuliah yang memiliki jadwal project base
memiliki timeline berbeda dan setiap tugas yang diberikan pasti memiliki
deadline yang sama yaitu di minggu ke-14 hingga ke-15 perkuliahan. Timeline
pengerjaan dari setiap bab materi yaitu maksimal selama 3 minggu bahkan
mencapai 1 bulan serta beberapa dilakukan secara kelompok. Sistem project
base yang dilakukan pada setiap praktikum memberikan manfaat bagi mahasiswa
maupun dosen. Manfaat yang dapat diperoleh yaitu dapat memberikan gambaran bagi
mahasiswa tentang bekerja secara berkelompok sesuai target dan timeline
yang telah ditentukan. Mahasiswa juga dituntut aktif selama pengerjaan proyek
tersebut, seperti saling berkoordinasi mengenai progres dan mengatur jadwal
pergantian untuk perawatan, pemeliharaan, dan pengamatan. Sistem project
base juga dapat meningkatkan komunikasi antara dosen dan mahasiswa sebab
pastinya mahasiswa akan meminta solusi atau saran dari dosen mengenai topik project
base nya. Akan tetapi, pastilah terdapat beberapa kendala yang diperoleh
selama pengerjaan project base misalnya yaitu penyesuaian jadwal dengan
anggota kelompok, sulit untuk memulai koordinasi apabila setiap anggotanya
kurang aktif merespon, serta penyusunan hasil akhir dari proyek yang menganut
sistem dadakan. Anggota kelompok yang kurang berpartisipasi aktif dalam
pengerjaan proyek membuktikkan bahwa minimnya tanggung jawab yang dimiliki
serta kurang aktif mengikuti terhadap tugas yang dibebankan. Hal ini dapat
digunakan sebagai pembelajaran bagaimana solusi untuk menyikapi hal tersebut
serta sebagai bekal kelak di dunia kerja. Sistem project base memberikan
gambaran pada mahasiswa mengenai topik tugas akhir atau skripsinya. Melalui
sistem tersebut, mahasiswa dapat bertanggung jawab pada pilihan dan tugasnya.
Semester genap ini juga mayoritas
mahasiswa masih tergabung pada organisasi yang berasal dari tingkat jurusan
maupun fakultas. Bagi penulis, organisasi dapat memberi kesibukan diluar mata
kuliah bagi mahasiswa, dapat dikatakan sebagai “pengalihan isu” dari banyaknya
tugas maupun laporan. Selain itu, melalui organisasi juga dapat mengenal
berbagai kalangan mahasiswa dari jurusan lain yang masih di lingkup fakultas
MIPA. Acara dari organisasi dilakukan pada setiap weekend sehingga tidak
mengganggu proses belajar ataupun perkuliahan. Berbagai kegiatan dari
organisasi terkadang juga melibatkan dari organisasi di fakultas lain, sehingga
hal ini dapat dimanfaatkan untuk menambah relasi dan informasi. Setiap kegiatan
seperti organisasi maupun perkuliahan sudah pasti membawa manfaat bagi diri
sendiri, sehingga setiap tanggung jawab yang diambil sudah seharusnya dilakukan
dengan baik. Melalui dunia perkuliahan dapat diperoleh beragam ilmu dan
bermanfaat kelak ketika sudah terjun di masyarakat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar