Full width home advertisement

EVENT

Post Page Advertisement [Top]

 

            Perkuliahan merupakan masa remaja menuju dewasa yang sangat menentukan tentang bagaimana karakter seseorang dapat terbentuk. Semester enam yang dianggap akan sangat sibuk dan melelahkan telah dilalui dengan baik. Setiap hari, minggu, dan bulan lebih banyak dihabiskan dengan kegiatan kampus seperti praktikum, organisasi, maupun riset bersama dosen. Kehidupan perkuliahan memiliki ritme yang hampir sama setiap harinya, tak ayal hal tersebut memberi efek jenuh bagi beberapa mahasiswa. Sedangkan tuntutan tugas masih terus menghantui, berbekal tekad dan semangat untuk terus berjalan memenuhi harapan agar tidak menyesal kelak. Menjalani semester akhir yang tergolong “penuh ujian” dan bayang-bayang mengenai langkah selanjutnya tidak membiarkan ketenangan hinggap terlalu lama. Resah dan pesimis memikirkan bagaimana menjalani semester akhir yang konon katanya penuh lika-liku. Mahasiswa akhir harus selalu optimis dalam menjalani tiap semesternya sehingga diperoleh hasil yang sesuai dengan harapan.

            Semester genap diawali dengan rangkaian tugas tatap muka serta beberapa laporan praktikum, dapat dikatakan masih sama seperti semester sebelumnya. Akan tetapi, terdapat perbedaan yaitu beberapa mata kuliah pilihan lebih banyak ditempuh pada semester ini dan laporan sudah tidak sebanyak sebelumnya. Memasuki detik-detik semester akhir dan bayangan tugas akhir yang sering diceritakan sebagai tugas terberat sepanjang perkuliahan. Semester akhir yang harus dimulai dengan menentukan judul skripsi dan penentuan DPU maupun DPA, bahkan tak juga lepas dari keluhan. Memenuhi tugas kuliah dan pekerjaan laboratorium yang pasang surut arusnya, tetapi masih harus tetap pasang badan agar tidak goyah maupun jatuh. Menjadi mahasiswa memang tak mudah, tetapi hal itu patut disyukuri karena tidak semua orang dapat beruntung merasakan menjadi mahasiswa. Hal paling krusial yaitu mengenai waktu yang akan terus berjalan dan tidak berhenti begitu saja, seperti halnya perihal deadline tugas maupun laporan menjadi target yang semacam reminder untuk segera dipenuhi. Sebagai motivasi bagi diri sendiri yaitu menanamkan bahwa segala kesibukan, tuntutan, maupun kegagalan patut untuk disyukuri karena percaya bahwa semua hal itu akan menjadi pembelajaran.

            Kegiatan perkuliahan maupun praktikum masih berjalan seperti semester-semester sebelumnya. Mata kuliah dengan praktikum didalamnya menerapkan sistem project base yang membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk memperoleh hasil dan mengolah datanya. Project base dilakukan secara kelompok dalam pengamatan objek selama praktikum dan individu dan disajikan melalui jurnal ilmiah dan dipresentasikan dalam Power Point. Mata kuliah yang memiliki jadwal project base memiliki timeline berbeda dan setiap tugas yang diberikan pasti memiliki deadline yang sama yaitu di minggu ke-14 hingga ke-15 perkuliahan. Timeline pengerjaan dari setiap bab materi yaitu maksimal selama 3 minggu bahkan mencapai 1 bulan serta beberapa dilakukan secara kelompok. Sistem project base yang dilakukan pada setiap praktikum memberikan manfaat bagi mahasiswa maupun dosen. Manfaat yang dapat diperoleh yaitu dapat memberikan gambaran bagi mahasiswa tentang bekerja secara berkelompok sesuai target dan timeline yang telah ditentukan. Mahasiswa juga dituntut aktif selama pengerjaan proyek tersebut, seperti saling berkoordinasi mengenai progres dan mengatur jadwal pergantian untuk perawatan, pemeliharaan, dan pengamatan. Sistem project base juga dapat meningkatkan komunikasi antara dosen dan mahasiswa sebab pastinya mahasiswa akan meminta solusi atau saran dari dosen mengenai topik project base nya. Akan tetapi, pastilah terdapat beberapa kendala yang diperoleh selama pengerjaan project base misalnya yaitu penyesuaian jadwal dengan anggota kelompok, sulit untuk memulai koordinasi apabila setiap anggotanya kurang aktif merespon, serta penyusunan hasil akhir dari proyek yang menganut sistem dadakan. Anggota kelompok yang kurang berpartisipasi aktif dalam pengerjaan proyek membuktikkan bahwa minimnya tanggung jawab yang dimiliki serta kurang aktif mengikuti terhadap tugas yang dibebankan. Hal ini dapat digunakan sebagai pembelajaran bagaimana solusi untuk menyikapi hal tersebut serta sebagai bekal kelak di dunia kerja. Sistem project base memberikan gambaran pada mahasiswa mengenai topik tugas akhir atau skripsinya. Melalui sistem tersebut, mahasiswa dapat bertanggung jawab pada pilihan dan tugasnya.

            Semester genap ini juga mayoritas mahasiswa masih tergabung pada organisasi yang berasal dari tingkat jurusan maupun fakultas. Bagi penulis, organisasi dapat memberi kesibukan diluar mata kuliah bagi mahasiswa, dapat dikatakan sebagai “pengalihan isu” dari banyaknya tugas maupun laporan. Selain itu, melalui organisasi juga dapat mengenal berbagai kalangan mahasiswa dari jurusan lain yang masih di lingkup fakultas MIPA. Acara dari organisasi dilakukan pada setiap weekend sehingga tidak mengganggu proses belajar ataupun perkuliahan. Berbagai kegiatan dari organisasi terkadang juga melibatkan dari organisasi di fakultas lain, sehingga hal ini dapat dimanfaatkan untuk menambah relasi dan informasi. Setiap kegiatan seperti organisasi maupun perkuliahan sudah pasti membawa manfaat bagi diri sendiri, sehingga setiap tanggung jawab yang diambil sudah seharusnya dilakukan dengan baik. Melalui dunia perkuliahan dapat diperoleh beragam ilmu dan bermanfaat kelak ketika sudah terjun di masyarakat.

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]

| Designed by Colorlib