Biaya peluang adalah konsep ekonomi yang merujuk pada nilai dari alternatif terbaik yang harus dikorbankan demi memperoleh hasil tertentu. Dalam hidup, kita sering dihadapkan dengan situasi beragam yang jika menemui hal tersebut saya akan menjawab dengan pengambilan keputusan yang bijaksana dengan mengorbankan kenyamanan dan ketakutan untuk mencapai tujuan yang lebih besar. Mengutip Buya Hamka, salah satu penghinaan terkejam dalam hidup adalah membiarkan pikiran yang cemerlang menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang mendahulukan istirahat sebelum lelah. Saya, Lorenza Ulfiana Dewi, mahasiswa Universitas Jember (UNEJ) jurusan Ilmu Ekonomi program studi Ekonomi Pembangunan angkatan 2024. Hal yang melatarbelakangi saya untuk memilih Universitas Jember yaitu karena telah terakreditasi unggul dan menjadi salah satu universitas terbaik di Jawa Timur. Saya memilih program studi Ekonomi Pembangunan karena saya yakin program studi tersebut akan membantu dalam mewujudkan dedikasi saya untuk negeri melalui upaya maksimal dalam mengembangkan potensi diri untuk memberikan kontribusi nyata, khususnya di bidang ekonomi. Saya selalu yakin dengan prinsip Man Jadda Wa Jadda, barang siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil, yang merupakan landasan saya untuk menapaki perjalanan hidup. Ketertarikan saya terhadap ilmu ekonomi muncul sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), terutama terkait konsep ekonomi yang berperan penting dalam memengaruhi jalannya kehidupan global. Saya terkagum dengan kompleksitas sistem moneter dunia, termasuk untuk mengkategorikan suatu negara sebagai negara maju atau berkembang berdasarkan parameter ekonominya. Saya memilih program studi Ekonomi Pembangunan karena saya yakin bahwa bidang tersebut memiliki relevansi luas dan diaplikasikan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, program studi tersebut sudah terakreditasi unggul secara nasional oleh LAMEMBA dan internasional oleh FIBAA.
Pada semester pertama, saya menghadapi sejumlah tantangan sebagai mahasiswa baru. Salah satu kesulitan terbesar adalah manajemen waktu. Di awal perkuliahan, saya merasa ragu untuk terlibat dalam berbagai kegiatan karena takut tidak mampu membagi waktu antara akademik dan aktivitas non-akademik. Namun, saya sadar bahwa tanpa mencoba, saya tidak akan pernah tahu kemampuan saya yang sebenarnya. Saya yakin dan selalu mempraktikkan sistem jam terbang yang memiliki konsep semakin sering dilatih maka semakin mahir. Langkah pertama saya adalah bergabung dengan organisasi eksternal fakultas yaitu Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sebagai Anggota Muda. Organisasi tersebut merupakan gerbang utama saya yang menjadikan lebih terbukanya wawasan dan melatih kemampuan untuk berpikir kritis. Selanjutnya, saya ikut serta dalam berbagai kegiatan kampus seperti kepanitiaan Gebyar Budaya dan Dies Natalis IMAWANGI UNEJ dan berperan sebagai Anggota Divisi Acara. Melalui pengalaman tersebut, saya belajar banyak hal baru yang sebelumnya asing bagi saya. Saya juga bergabung dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kelompok Studi Penelitian Ekonomi (KSPE) yang berfokus pada kepenulisan, seperti pembuatan karya ilmiah sebagai Anggota Muda. Selain itu, saya aktif dalam UKM Lembaga Pers Mahasiswa Ekonomi (LPME) ECPOST yang berorientasi pada dunia jurnalistik. Di ECPOST, saya diberi amanah sebagai Redaktur Pelaksana 1, yang manfaatnya dapat mengasah keterampilan menulis dan membuka wawasan saya terkait fenomena terkini di Indonesia, termsuk isu-isu kecil di lingkungan Universitas Jember. Tidak hanya itu, saya juga terlibat dalam kegiatan kepanitiaan Laporan Pertanggungjawaban dan Musyawarah Anggota KSPE, dengan diberi kepercayaan menjadi anggota Divisi Acara sekaligus menjadi Presidium 1 dalam persidangan UKM tersebut. Terakhir, saya berkontribusi dalam Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa Fakultas (KPUMF) untuk Pemilihan Umum Raya (PEMIRA) sebagai Koordinator Hubungan Masyarakat (HUMAS) yang pelaksanaannya dimulai dari akhir Desember 2024 sampai pertengahan Januari 2025. Mengikuti berbagai kegiatan tersebut, membuat saya banyak mendapatkan relasi dari pelbagai program studi dan angkatan.
Karakter saya yang ambisius membuat saya tidak pernah merasa cukup dengan pencapaian yang diraih. Saya percaya bahwa pengorbanan waktu, kenyamanan, dan keamanan diperlukan untuk mencapai tujuan yang lebih besar. Dalam konteks ekonomi, pengelolaan sumber daya yang tepat dapat mendorong kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, saya aktif mengikuti perlombaan di dunia literasi untuk mengasah kemampuan saya. Meskipun sempat mengalami kegagalan, saya tidak pernah menyerah. Dengan kerja keras, saya berhasil meraih juara 2 di Pekan Raya Cendekia Muda 2024 dalam kategori P2MW yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember. Selain itu, saya berhasil memublikasikan artikel di platform resmi Kompasiana milik Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Keseimbangan antara akademik dan aktivitas non-akademik tetap menjadi prioritas utama. Hasilnya, saya meraih Indeks Prestasi (IP) sebesar 3.95 pada semester pertama. Prestasi tersebut dicapai dengan usaha, doa, dan komitmen literasi sebagai kuncinya. Bagi saya, buku adalah jendela dunia yang membuka peluang untuk menciptakan solusi atas pelbagai permasalahan yang dihadapi bangsa, termasuk isu literasi.
Saya percaya bahwa tanpa keberanian mencoba, hasil terbaik tidak akan tercapai. Dengan berpartisipasi dalam berbagi kegiatan, saya sekaligus belajar mempraktikkan manajemen waktu dan menentukan skala prioritas. Prinsip hidup yang saya pegang teguh akan menjadi pijakan untuk mewujudkan impian dan berkontribusi bagi negeri. Selanjutnya, saya akan mengupayakan untuk dapat mempertahankan dan meningkatkan prestasi yang telah dicapai. Saya berharap dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkembang dan mencapai potensi terbaik mereka. Saya berharap dan yakin PT Bumi Suksesindo akan terus memercayakan kepada saya untuk mengemban amanah yang ada. Saya juga berkomitmen untuk memanfaatkan peluang sebagai penerima beasiswa PT Bumi Suksesindo untuk memberikan kontribusi nyata bagi universitas, keluarga, bangsa, dan negara.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar