Saya bisa berkuliah karena orang tua saya. Sejak kecil, orang tua saya memotivasi
untuk berkuliah, meskipun kami berasal dari keluarga sederhana. Kedua orang tua
saya memiliki statement “kalau ingin mengangkat drajat manusia baik dihadapan
tuhan maupun diantara makhluk social harus dengan ilmu”. Karena motivasi orang
tua saya menjadi siswa yang bercita-cita untuk kuliah. Karena kuliah merupakan
salah satu cara mendapatkan ilmu yang tidak dapat didapatkan di sekolah dasar dan
sekolah menengah. Orang-orang sekitarku banyak yang meragukan saya akan
kuliah karena orang tua saya bukan orang yang kaya. Saya sangat beruntung karena
memiliki orang tua yang mengedepankan pendidikan anak-anaknya. Meskipun
dianggap kurang mampu, ayah dan ibu mencari cara agar anaknya untuk bisa
bersekolah hingga bangku kuliah. Setelah memikirkan banyak cara, kami
menemukan solusi untuk mengatasinya yaitu dengan cara mencari beasiswa, salah
satunya beasiswa PT. Bumi Suksesindo (BSI).
Saya memasuki kampus negeri dengan jalur SNBT yang dilaksanakan di salah satu
PTN di Jawa Timur yaitu UNEJ. Saya berangkat ke lokasi ujian dengan diantar oleh
tanteku yang terbaik di dunia. “Why I saw that?”, karena beliau membantuku
sekuat tenaga dan sepenuh hati, dari mendaftar SNBT hingga registrasi ulang
kampus. Saya diterima di kampus negeri vokasi yang terletak di Jember pada
pilihan ke-3 di progam studi D3 Bahasa Inggris.
17 tahun berlalu, saya tidak pernah merasakan tidur di pondok pesantren. Akhirnya
saya merasakan pondok pesantren ketika memasuki perkuliahan. Orang tua saya
memilih lebih baik di pondok pesantren mahasiswa daripada hidup di kos-kosan.
Tinggal di pesantren mahasiswa tidak seperti di pondok klasik. Disebut pondok
pesantren mahasiswa karena 98% santri terdiri dari mahasiswa dan 2% merupakan
siswa SMA. Banyak orang berpikir menjadi mahasiswa sekaligus menjadi santri
akan memberatkan, namun kenyataannya tidak seperti itu. Banyak alumni
pondokku yang menjadi sukses karena mengabdikan hidup pada pondok ini.
Bahkan, lulusan pondokku banyak yang menjadi pengajar mulai dari TK hingga
bangku perkuliahan.
Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) merupakan hal
yang wajib dilakukan bagi setiap mahasiswa di Indonesia. Saya melakukan
PKKMB selama 1 minggu penuh. Disini saya bertemu dengan semua mahasiswa
baru Politeknik Negeri Jember, baik dari kampus utama hingga kampus-kampus
cabang. Disini juga kami bisa bertemu orang-orang dari berbagai ras dan kalangan
dari Sabang sampai Merauke. Rata-rata perguruan tinggi memiliki kegiatan yang
hamper sama pada PKKMB, diantaranya adalah melakukan paper mob. Menurut
saya paper mob merupakan kegiatan paling seru selama PKKMB. Karena disini
kami diharuskan bekerja sama untuk malakukan sebuah move dalam waktu
bersamaan untuk menghasilkan visual yang luar biasa dan hanya dengan pelatihan
yang sangat singkat. Selain paper mob, hal yang membekas pada ingatan saya pada
PKKMB adalah penampilan pentas seni oleh mahasiswa study movement dari
South Korea. Mereka menampilkan seni karate dan salah satu most famous dunia
entertainment mereka yaitu K-pop dance yang meneriakkan semua mahasiswa baru
yang hadir di Gor Djoeang 45.
Perjalanan hidup adalah hal yang tidak akan ada habisnya jika dituangkan dalam
sebuah pena. Karena kehidupan adalah sesuatu yang tanpa ujung selama kita masih
menjadi makhluk. Sebagai orang yang percaya bahwa kehidupan dunia bukanlah
kehidupan pertama, saya berusaha untuk terus menulis kehidupan yang saya miliki
dengan kegiatan yang berujung pada kebaikan. Saya ingin berterima kasih sekali
lagi kepada orang-orang yang sudah membantu saya hingga detik ini, semoga Allah
swt. membalas semua kebaikan kalian. Walaupun saya masih memiliki banyak
cerita untuk diceritakan. Namun saya akan berhenti sampai sini dulu. Semoga cerita
saya bisa menginspirasi para pembaca terutama bagi yang ingin berkuliah tetapi
terhalang masalah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar