Full width home advertisement

EVENT

Post Page Advertisement [Top]

 





            Ketika saya berdiri di depan gerbang Universitas Negeri Malang (UM), saya merasakan betapa monumental momen ini bagi hidup saya. Nama saya Saca Setya Wardana, dan saya berasal dari Desa Subermulyo di Kecamatan Pesanggaran. Saat ini, saya adalah mahasiswa di program studi Teknologi Rekayasa Sistem Elektronika di Fakultas Vokasi. Saya ingin mengungkapkan rasa syukur yang mendalam karena saya terpilih sebagai salah satu penerima beasiswa dari PT Bumi Suksesindo. Beasiswa ini tidak hanya membantu saya mengatasi masalah keuangan, tetapi juga memberi saya kesempatan untuk mewujudkan impian kuliah yang sebelumnya hanya tampak seperti harapan belaka. Dukungan ini semakin memotivasi saya untuk terus mengejar pendidikan yang lebih tinggi.

            Sebagai mahasiswa baru di program studi Teknologi Rekayasa Sistem Elektronika, semester ganjil ini terasa seperti kanvas kosong yang siap saya isi dengan pengalaman dan pengetahuan baru. Sebelum minggu orientasi dimulai, kami menerima jas almamater UM lengkap dengan topi dan dasi. Minggu orientasi mahasiswa baru (PKKMB) adalah pengalaman yang penuh emosi—gugup, bersemangat, dan sedikit bingung. Bersama ribuan mahasiswa baru lainnya, saya mengikuti serangkaian acara pengenalan kampus. Aula utama, Graha Cakrawala, menjadi saksi dari yel-yel fakultas yang menggema, senyum ramah dosen, dan penjelasan tentang sistem perkuliahan yang terkadang membuat kepala saya pusing. Namun, di balik semua itu, saya menyimpan harapan besar untuk meraih cita-cita di "Kampus Biru" ini. Hari pertama orientasi cukup melelahkan karena kami diminta hadir sebelum jam lima pagi, dan di rumah pun kami harus menyelesaikan tugas untuk hari berikutnya. Mungkin, kami akan segera terbiasa dengan ritme ini. PKKMB biasanya dibagi menjadi beberapa tingkatan, yaitu Universitas, Departemen, Fakultas, dan program studi, dan berlangsung hampir selama satu semester penuh.

            Kuliah pertama saya dimulai dengan mata kuliah "Dasar-Dasar Elektronika". Ruang kuliah terasa penuh, namun semangat belajar mengalahkan rasa kantuk akibat begadang menyelesaikan tugas ospek. Para dosen menjelaskan konsep-konsep dasar dengan sabar, mulai dari hukum Ohm hingga komponen-komponen elektronika. Selain teori, praktikum menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perkuliahan. Di laboratorium, kami belajar merakit rangkaian sederhana, mengukur tegangan dan arus, serta menggunakan osiloskop untuk menganalisis sinyal dan alat pengukuran elektronika lainnya. Pengalaman ini membantu saya memahami aplikasi teori yang sebelumnya hanya saya pelajari di kelas. Selain itu, kami juga diharapkan untuk mencari materi kuliah sendiri melalui buku referensi yang diberikan, karena terkadang dosen tidak dapat hadir di kelas. 

            Selain kuliah dan praktikum, ada juga tugas terstruktur dan laporan praktikum yang harus kami kerjakan. Tugas terstruktur biasanya berupa soal-soal latihan atau studi kasus, sementara laporan praktikum mencakup perhitungan teori dan praktik dalam bentuk file excel atau tulisan tangan. Semua ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman materi dan melatih kemampuan pemecahan masalah. Kebetulan, saya juga mengikuti kegiatan magang di bidang robotika dan KMB UM untuk menambah poin ekstrakurikuler

            Menjelang akhir semester, suasana kampus terasa semakin tegang. Ujian Akhir Semester (UAS) menjadi momok yang menghantui kami semua. Saya dan teman-teman belajar bersama, saling bertukar catatan, dan mengerjakan soal-soal latihan yang pernah kami kerjakan sebelumnya, sambil mempersiapkan tugas besar yang diberikan sebagai pengganti UAS.

            Hari ujian akhirnya tiba. Jantung saya berdebar kencang saat memasuki ruang ujian. Soal-soal yang diberikan cukup menantang. Saya berusaha mengerjakan setiap soal dengan teliti dan percaya diri. Setelah ujian selesai, perasaan lega bercampur cemas menghantui saya. Saya hanya bisa berdoa dan berharap mendapatkan hasil yang baik.

            Beberapa minggu kemudian, pengumuman nilai UAS akhirnya dirilis. Dengan jantung berdebar, saya membuka website SIPEJAR, sistem pengelolaan pembelajaran UM. Satu per satu, nilai mata kuliah muncul di layar. Syukurlah, saya mendapatkan nilai yang cukup memuaskan, meskipun ada beberapa yang sedikit di bawah rata-rata, tetapi tidak sampai perlu mengulang mata kuliah tersebut.

            Semester ganjil ini berakhir dengan baik. Saya merasa telah belajar banyak hal baru, baik secara akademik maupun personal. Pengalaman di kampus biru ini telah membentuk saya menjadi mahasiswa yang lebih mandiri, bertanggung jawab, dan peduli terhadap sesama.

            Semester ganjil di program studi Teknologi Rekayasa Sistem Elektronika Universitas Negeri Malang adalah perjalanan yang penuh warna. Dari orientasi yang penuh harapan hingga ujian yang mendebarkan, setiap momen memberikan pelajaran berharga. Saya bersyukur bisa menjadi bagian dari komunitas akademik yang inspiratif ini.

            Sebagai penutup, saya ingin mengutip sebuah kalimat bijak: "Pendidikan adalah tiket menuju masa depan. Hari esok dimiliki oleh orang-orang yang mempersiapkan dirinya hari ini." Saya akan terus belajar dan berkembang, mempersiapkan diri untuk menjadi seorang insinyur elektronika yang handal dan memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]

| Designed by Colorlib