Full width home advertisement

EVENT

Post Page Advertisement [Top]

 







            “Semeter ganjil akan selalu jadi masa yang paling berat, apalagi di semester tiga”. Itulah yang dulu sering aku dengar dari para kakak tingkat di Prodiku, tapi aku rasa kalimat itu tidak sepenuhnya benar. Malahan aku merasa bahwa semester tiga yang aku lalui merupakan periode yang penuh warna, namun juga tetap terdapat tantangan di dalamnya.

            Sama halnya dengan semester sebelumya, tantangan demi tantangan muncul, mulai dari kesulitan dalam memahami materi kuliah yang semakin kompleks hingga manajemen waktu yang harus aku atur dengan baik. Salah satu mata kuliah yang cukup menantang adalah Strategi Pembelajaran, di mana aku dituntut untuk merancang rencana pembelajaran yang inovatif dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Tugas ini memerlukan kreativitas dan pemikiran kritis, serta kemampuan untuk berkolaborasi dengan teman-teman sekelas. Terkadang, aku merasa tertekan dengan deadline yang mendekat, tetapi hal ini justru mendorongku untuk lebih disiplin dan bekerja sama dalam tim.

            Selain itu, aku juga menghadapi tantangan dalam hal komunikasi dan interaksi dengan dosen. Beberapa dari temanku juga merasa kesulitan untuk mengungkapkan pendapat atau bertanya di depan kelas, terutama ketika diskusi berlangsung dengan intens. Namun, pengalaman ini mengajarkan aku pentingnya keberanian untuk berbicara dan menyampaikan ide. Belajar bahwa setiap pendapat memiliki nilai, dan diskusi yang baik dapat memperkaya pemahaman tentang materi yang diajarkan. 

            Di luar tantangan akademis, semester ini juga menjadi waktu bagiku untuk menjalin persahabatan yang lebih erat dengan teman-teman sekelasku. Kami sering mengadakan kerja kelompok, di mana kami saling membantu dalam memahami materi kuliah dan berbagi pengalaman. Momen-momen kebersamaan ini tidak hanya membuat kami lebih dekat, tetapi juga menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Kami menyadari bahwa dukungan sosial sangat penting dalam menghadapi berbagai kesulitan yang ada. 

            Di tengah rutinitas perkuliahan yang padat, aku tidak hanya belajar teori, tetapi juga terlibat dalam berbagai kegiatan praktis yang memperkaya pengalaman kami sebagai calon pendidik. Salah satu kegiatan yang paling berkesan adalah kegiatan Kursus Mahir Tingkat Dasar (KMD) Pramuka yang aku ikuti bersama teman-teman mahasiswa PGSD angkatan 2023 Universitas Jember. KMD yang aku ikuti merupakan salah satu persyaratan untuk kelulusan di mata kuliah Pramuka pada semester tiga ini. Sudah jadi mahasiswa tapi masih ada Pramuka? Iya, selain belajar teori mendidik dan mata kuliah umum yang lain aku juga harus mendalami mengenai Pramuka. Yang mana seorang pendidik boleh menjadi pembina Pramuka hanya bila sudah dinyatakan lulus dan memperoleh sertifikat KMD. Kegiatan KMD yang aku ikuti tersebut dilaksanakan selama enam hari, tiga hari dilaksanakan secara daring (full dari pukul 05.00 hingga 18.00) dan tiga hari selanjutnya secara luring (berkemah di bumi perkemahan). 

            Dibalik beratnya kegiatan KMD yang telah aku rasakan, ternyata aku juga memperoleh pelajaran dari dalamnya, Setiap kegiatan yang dilakukan, mulai dari berkemah, belajar keterampilan, hingga menjalin persahabatan, adalah wujud nyata dari kasih yang diberikan oleh anggota pramuka satu sama lain. . Di tengah hujan deras yang mengguyur, bersama-sama belajar untuk saling melindungi, dan menguatkan satu sama lain agar tetap tegar. Momen-momen seperti ini mengajarkan arti dari solidaritas dan kepedulian. Dalam kegiatan pelatihan dan lomba, ada keinginan belajar bekerja sama, memanfaatkan kelebihan masing-masing, dan saling melengkapi. Dalam KMD, setiap anggota berkesempatan untuk berlatih dan membagikan pengetahuan, yang semakin memperkuat rasa solidaritas dan kasih di antara mereka. Tidak hanya itu, pramuka juga mengajarkan untuk mencintai alam. Melalui kegiatan penjelajahan dan pelestarian lingkungan, dapat diambil pelajaran untuk menghargai keindahan alam yang ada di sekitar. Anggota pramuka memahami bahwa menjaga alam adalah salah satu bentuk kasih sayang yang harus kita lakukan, tidak hanya untuk diri kita sendiri, tetapi juga untuk generasi mendatang. Dengan mencintai alam, pramuka berkontribusi untuk menciptakan dunia yang lebih baik dan lebih sehat. Kegiatan KMD juga sering kali melibatkan pembelajaran tentang lingkungan, di mana anggota diajak untuk lebih peduli dan aktif dalam menjaga kelestarian alam.

            Secara keseluruhan, di semester tiga ini adalah pengalaman yang sangat berharga bagi diriku. Aku belajar banyak tentang diri sendiri, tentang pentingnya kolaborasi, dan tentang bagaimana menghadapi tantangan dengan sikap positif. Setiap kesulitan yang aku hadapi menjadi pelajaran berharga yang akan membentuk diriku menjadi pendidik yang lebih baik di masa depan. Dengan semangat yang aku miliki, aku siap menghadapi semester-semester berikutnya, membawa semua pengalaman dan pelajaran yang telah kami dapatkan.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]

| Designed by Colorlib