Full width home advertisement

EVENT

Post Page Advertisement [Top]

        Pada awal semester ketiga saya ini, kehidupan perkuliahan terasa lebih seru dan pastinya lebih serius, di bulan pertama perkuliahan tepatnya di bulan September, saya memiliki kesempatan untuk mengikuti salah satu kegiatan kepanitiaan ospek mahasiswa baru di Himpunan Mahasiswa Departemen Seni dan Desain (SEDESA) departemen jurusan saya sendiri. Pada kegiatan ini saya dapat berinteraksi langsung bersama teman-teman baru mulai dari angkatan 2023 hingga 2025 (mahasiswa baru) dalam TAMASJA 2025 (Tataran Mahasiswa Jurusan). Pada kegiatan kepanitiaan kali ini saya tergabung kedalam divisi LO Maba sesuai dengan pilihan yang telah saya pilih pada Open Recruitment Panitia dibulan sebelumnya.

        Dalam divisi LO Maba ini kami para panitia akan langsung membantu segala sesuatu yang perlu disiapkan oleh maba dan apa saja barang penting yang nanti digunakan selama kegiatan berlangsung, mulai dari barang bawaan pribadi yang wajib dibawa (baju ganti, sleeping bag, jaket tebal, celana training, alat mandi, alat ibadah, alat tulis, dll), selain barang bawaan pribadi para mahasiswa baru departemen SEDESA juga di perkenankan membawa barang perlengkapan materi prodi seperti prodi Desain Komunikasi Visual (DKV) dan Pendidikan Seni Rupa (PSRU) dapat membawa buku gambar ukuran A3 dan membawa alat tulis dan menggambar (perwarna), sedangkan untuk Pendidikan Seni Tari dan Musik (PSTM) untuk Tari diperkenankan membawa jarik, stagen, dan sampur dan untuk Musik
diperkenankan membawa barang bekas yang dapat menghasilkan bunyi.

        Awalnya saya berpikir cukup lama untuk mengambil keputusan mengikuti kegiatan kepanitiaan ini, secara saya sebelumnya tidak sama sekali memiliki basic dan belum pernah mengikuti kegiatan kepanitiaan. Namun, mengingat dengan adanya kewajiban untuk memenuhi Sistem Kredit Ekstrakurikuler (SKE) yang memerlukan minimal 100 poin untuk syarat kelulusan Yudisium, serta setelah pikir kembali bahwasannya pada semester 3 ini sudah saatnya saya keluar dari zona nyaman saya dan memulainya dengan mengikuti kegiatan-kegiatan yang dapat melatih diri saya agar lebih berkembang dan dapat membantu memenuhi syarat kelulusan saya. Dan juga perlahan adanya dorongan dari teman sekelas saya yang sangat antusias mengikuti kegiatan kepanitian TAMASJA 2025.

        Kegiatan kepanitiaan ini berlangsung selama dua hari satu malam di salam satu camp ground yang terletak di Kota Batu, setelah kegiatan selesai saya melanjutkan rutinitas saya kembali seperti mahasiswa Pendidikan Seni Rupa pada umumnya. Pada awalnya, saya rasa beberapa mata kuliah di semester 3 ini terlihat sulit yang dimana dapat dilihat dari namanya saja dan jumlah SKS nya. Namun, tetap ada mata kuliah yang menurut saya dan teman-teman sekelas saya seru, yaitu mata kuliah Gambar Ilustrasi. Mata kuliah ini merupakan matkul praktek yang mempelajari tentang fungsi gambar ilustrasi sendiri, kami juga di berikan tugastugas yang menggunakan teknik serta media yang menarik dan beragam. Terlepas dari itu semua, dosen pengampu mata kuliah Gambar Ilustrasi ini memang sudah seru dan beliau sangat membaur dengan kami para mahasiswa Gen Z, dengan itu kegiatan pembelajaran di kelas dapat berjalan lebih baik.

     Kemudian ada juga mata kuliah yang cukup membuat saya dan teman-teman kewalahan, dikarenakan memiliki bobot sebanyak 6 SKS, yang dimana nantinya kegiatan perkuliahan akan dilakukan 2 kali pertemuan setiap minggunya, belum juga untuk tugastugas yang diberikan oleh dosen pengampu cukup banyak dan beberapa sulit. Di semester 3 ini, saya menemui hari yang dimana menurut saya dan beberapa teman dengan peminatan yang sama dengan saya cukup melelahkan, yaitu hari Kamis. Di hari kamis, kami peminatan Kriya, mendapati jadwal perkuliahan yang cukup padat, dimulai dari pagi harinya kami mendapatkan mata kuliah teori sampai siang di jam 12.45. Setelah itu kami langsung melanjutkan perkuliahan di gedung yang berbeda untuk mata kuliah peminatan Kriya (Batik) sampai jam 5 sore. Total keseluruhan kami menempuh 10 SKS setiap hari kamis.

        Bulan November dan Desember kemarin merupakan bulan yang sangat berkesan bagi saya. Di mulai dari bulan November, saya diberikan kesempatan untuk ikutserta menjadi salah satu talent tari tradisional pada acara NUSA FEST 2025, yang dimana ini merupakan acara yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa UM 2025 untuk mengenalkan kembali serta melestarikan budaya-budaya yang ada di Indonesia. Pada event ini Nusa Fest berkolaborasi dengan Organisasi-organisasi Daerah yang tedapat di UM. Saya sendiri tergabung kedalam orda Ikatan Mahasiswa Banyuwangi (IKAWANGI UM), dan berproses bersama teman-teman yang berasal dari Banyuwangi sendiri. Masih di bulan yang sama dibulan November, saya kembali di berikan kesempatan untuk mengikuti kegiatan kepanitiaan pameran NOVART 2025 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Departemen Seni dan Desain (SEDESA). Pada kegiatan kepanitiaan kali ini saya tergabung ke dalam Divisi Display, sebenarnya saya dapat masuk ke dalam divisi display ini dikarenakan saya diberikan ajakan oleh penanggungjawab divisi Display langsung, yang dimana dia juga merupakan teman satu angkatan saya sendiri. Singkat cerita saya mendapatkan informasi bahwasannya panitian pameran juga diperbolehkan mengikutsertakan sebuah karya. Jadi saya langsung membuat sebuah konsep karya yang dimana tetap mengikuti tema yang telah ditentukan oleh ketua pelaksana NOVART 2025. Dan Alhamdullillah nya, karya yang telah saya buat dan saya masukkan kedalam Open Submision NovArt25 dinyatakan lolos dan dapat mengikuti pameran selama 7 hari penuh di lokasi pameran yang terletak di Pabrik Keramik Dinoyo.

        Kemudian di bulan Desember kemarin ini, kami 2 angkatan dari tahun 2023 dan 2024 Pendidikan Seni Rupa mengadakan sebuah kegiatan pameran (ANTARUPA EXHIBITION 2025) dengan menggabungkan ketiga penjurusan atau peminatan yang terdapat di Program Studi kami. Mulai dari peminatan Seni Murni, Seni Kriya, dan Desain. Sangat beragam sekali karya yang dihadirkan mulai dari karya Lukis, Kriya Tekstil, Kriya Kayu dan Logam, Batik, Patung, Maket Arsitektur Eksterior Interior, Poster, Animasi, dan juga penayangan Film Pendek oleh angkatan 2023. Dalam kegiatan pameran kali ini saya diberikan kepercayaan untuk menjadi koodinasi divisi Publikasi, dan saya juga turut mengikutsertakan karya Batik pada kegiatan pameran kemarin. Dengan demikian Essay Perkuliahan saya pada Semester 3 ini, saya sangat banyak berterimakasih kepada PT. BSI yang telah memberikan saya kesempatan untuk menerima Program Beasiswa yang telah di selenggarakan. Saya berharap dengan bantuan Program Beasiswa ini saya dapat lebih rajin dan bersemangat dalam menempuh pendidikan di
Universitas Negeri Malang. Serta, semoga PT. BSI semakin sukses dan jaya selalu kedepannya. Sekian Terima Kasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]

| Designed by Colorlib