Full width home advertisement

EVENT

Post Page Advertisement [Top]


        Nama saya Towina Sabaskian, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah, yang saat ini sedang menempuh semester 5. Menjadi mahasiswa di bidang bahasa dan sastra adalah perjalanan yang penuh cerita. Ada lelah, ada ragu, tetapi juga banyak pelajaran berharga yang perlahan membentuk saya menjadi pribadi yang lebih kuat dan lebih siap belajar dari setiap proses.

        Semester 5 menjadi salah satu semester yang paling terasa berat bagi saya. Bukan karena saya tidak menyukai perkuliahannya, tetapi karena hampir semua mata kuliah menuntut energi, fokus, dan kesungguhan yang lebih besar dari semester sebelumnya. Salah satu mata kuliah yang sangat menguras pikiran adalah Penelitian Pendidikan BSI. Di mata kuliah ini, saya belajar bagaimana sebuah penelitian tidak hanya ditulis, tetapi benar-benar dipikirkan secara matang. Mulai dari menentukan masalah, membaca banyak referensi, hingga menyusun rancangan penelitian yang runtut. Prosesnya cukup melelahkan, tetapi dari sinilah saya belajar untuk lebih sabar, teliti, dan bertanggung jawab terhadap apa yang saya kerjakan. 

        Selain itu, ada mata kuliah Jurnalistik yang mungkin terlihat ringan karena hanya berbobot 2 SKS, tetapi kenyataannya sangat menantang. Bersama teman-teman, saya tergabung dalam sebuah kelompok dengan tugas akhir membuat majalah sekolah. Kami melakukan observasi langsung ke salah satu SMA di Kabupaten Malang. Kami datang ke sekolah, mengamati kegiatan di dalamnya, serta mewawancarai guru dan murid untuk menggali berbagai informasi. Pengalaman turun langsung ke lapangan ini sangat berkesan bagi saya. Saya belajar bagaimana cara berbicara dengan narasumber secara sopan, menyusun pertanyaan yang tepat, serta menuliskan informasi menjadi sebuah berita, baik hard news maupun soft news. Proses menyusun majalah dari awal hingga akhir tidak selalu berjalan mulus. Ada perbedaan pendapat, ada revisi berkali-kali, dan ada rasa lelah. Namun, dari situlah saya belajar arti kerja sama, saling menghargai, dan bertanggung jawab terhadap tugas kelompok.

        Mata kuliah lain yang juga meninggalkan kesan mendalam adalah Apresiasi Sastra Jawa. Pada mata kuliah ini, kami mendapatkan tugas akhir berupa pementasan ludruk kreasi. Jujur saja, pada awalnya saya merasa ragu karena belum pernah terlibat langsung dalam pementasan semacam ini. Namun, saya mencoba memberanikan diri dan akhirnya mendapat peran untuk menabuh alat musik tradisional bonang.

        Pengalaman ini menjadi salah satu momen yang paling saya syukuri. Saya bisa mencoba hal baru yang sebelumnya belum pernah saya lakukan. Latihan demi latihan kami jalani bersama, dengan segala keterbatasan dan rasa lelah. Dari pementasan ludruk ini, saya belajar bahwa sastra dan budaya bukan hanya untuk dipelajari, tetapi juga untuk dihidupkan dan dirasakan bersama. Di tengah padatnya aktivitas perkuliahan pada semester ini, saya berusaha untuk tidak menyerah. Saya belajar mengatur waktu, membagi energi, dan tetap berusaha menyelesaikan setiap tugas sebaik mungkin. Puji Tuhan, usaha tersebut membuahkan hasil yang sangat saya syukuri. Nilai akademik saya pada semester ini meningkat cukup drastis dibandingkan semester sebelumnya.

        Peningkatan ini menjadi penyemangat bagi saya untuk terus bertahan dan percaya pada proses. Bagi saya, beasiswa pendidikan bukan hanya soal bantuan biaya, tetapi juga bentuk kepercayaan dan dukungan agar saya bisa terus melangkah. Dengan adanya beasiswa, saya berharap dapat lebih fokus belajar, mengembangkan diri, dan mempersiapkan masa depan sebagai pendidik bahasa dan sastra yang tidak hanya mengajar, tetapi juga menginspirasi.

        Semester 5 mengajarkan saya banyak hal: tentang lelah yang harus diterima, tentang proses yang tidak selalu mudah, dan tentang rasa syukur atas setiap kesempatan belajar. Melalui esai ini, saya berharap dapat menunjukkan bahwa saya adalah mahasiswa yang terus berusaha berkembang, belajar dari pengalaman, dan tidak berhenti melangkah meskipun jalannya terasa berat. Demikian esai ini saya tuliskan dengan tulus. Semoga dapat menjadi gambaran kecil tentang perjalanan saya sebagai mahasiswa dan harapan saya untuk terus belajar melalui dukungan beasiswa pendidikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]

| Designed by Colorlib