Full width home advertisement

EVENT

Post Page Advertisement [Top]

 

    Semester tiga di Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Jember menjadi salah satu semester yang paling padat dan melelahkan, tetapi juga sangat berkesan bagi saya. Pada semester ini, saya mulai benar-benar merasakan bagaimana dunia perkuliahan yang sesungguhnya, karena jadwal yang sangat penuh dan tuntutan tugas yang semakin banyak. Hampir setiap minggu diisi dengan kegiatan praktikum yang jumlahnya mencapai empat kali dalam satu minggu. Praktikum tersebut meliputi mata kuliah Taksonomi Hewan, Genetika, dan Anatomi Tumbuhan. Kondisi ini membuat saya harus lebih pandai mengatur waktu antara kuliah, praktikum, laporan, dan kegiatan lainnya. Tidak jarang saya harus mengerjakan laporan hingga larut malam demi mengejar deadline. Meskipun terasa berat, saya merasa kegiatan ini sangat melatih kedisiplinan dan tanggung jawab. Dari sini saya belajar bahwa menjadi mahasiswa tidak hanya soal datang ke kelas, tetapi juga siap menghadapi beban akademik yang cukup besar.

    Pada mata kuliah Taksonomi Hewan, saya mendapatkan pengalaman yang sangat menarik melalui kegiatan studi lapang. Studi lapang ini dilakukan di dua tempat, yaitu Pantai Bama Baluran dan Jatim Park 2 Malang. Di Pantai Bama Baluran, kami mencari dan mengamati berbagai jenis hewan invertebrata yang hidup di lingkungan pantai, seperti moluska, porifera, platyhelminthes, serta berbagai jenis invertebrata lainnya. Kami belajar mengenali ciri-ciri hewan tersebut secara langsung dari bentuk tubuh, tekstur, serta habitat tempat hewan tersebut ditemukan. Kegiatan ini cukup menantang karena kami harus berjalan di area pantai hingga ke bagian yang sedikit menjorok ke tengah serta menyusuri hutan mangrove untuk menemukan spesimen. Perjalanan ke Baluran dimulai pada malam hari dan kami tiba di lokasi pada dini hari sekitar pukul 03.00. Setelah tiba, kami menunggu waktu subuh untuk beribadah sekaligus melakukan persiapan sebelum masuk ke area pantai. Sekitar pagi hari, kami mulai melakukan pencarian spesimen hingga kurang lebih pukul 08.00. Setelah itu, kami melakukan proses identifikasi awal dan mengambil dokumentasi sebagai bukti kegiatan serta bahan untuk tugas. Spesimen yang ditemukan kemudian digambar dan dicatat di buku kerja praktikum sebagai bagian dari laporan. Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, pada sore hari kami kembali ke Jember. Selain menambah wawasan, suasana alam yang masih asri membuat kegiatan ini terasa lebih seru, menyenangkan, dan tidak membosankan, meskipun kami cukup lelah secara fisik.

    Di Jatim Park 2 Malang, kami melakukan pengamatan dan pengenalan berbagai jenis hewan, terutama hewan vertebrata dari kelas Amphibia, Aves, Pisces, Reptilia, dan Mamalia melalui fasilitas edukasi yang tersedia. Kami mengamati secara langsung morfologi hewan, klasifikasi, serta beberapa ciri khusus yang dimiliki masing-masing hewan, seperti bentuk dan fungsi cakar, jenis-jenis taring, paruh, sirip, dan struktur tubuh lainnya. Melalui pengamatan ini, kami dapat membandingkan perbedaan ciri antara satu kelompok hewan dengan kelompok lainnya. Kami juga belajar mengaitkan bentuk tubuh hewan dengan habitat serta cara hidupnya. Selama kegiatan, kami mengelilingi hampir seluruh area Jatim Park 2 untuk mengamati berbagai koleksi hewan yang ada. Banyak informasi yang kami dapatkan dari papan edukasi maupun penjelasan dari dosen dan asisten praktikum. Kegiatan ini membuat saya lebih mudah memahami materi vertebrata karena melihat langsung contoh nyatanya. Selain menambah pengetahuan, kegiatan ini juga menjadi pengalaman yang menyenangkan karena suasana belajar terasa lebih santai dan tidak hanya berfokus pada teori di kelas

    Selain studi lapang yang dilakukan sebanyak dua kali di tempat yang berbeda, pada mata kuliah Taksonomi Hewan di semester tiga ini juga terdapat kegiatan praktikum rutin yang dilaksanakan setiap minggu. Dalam praktikum tersebut, kami mempelajari cara mengidentifikasi seluruh bagian tubuh hewan, baik hewan invertebrata maupun vertebrata. Kami tidak hanya mengamati dari luar, tetapi juga belajar mengenali struktur tubuh secara lebih mendalam. Salah satu kegiatan yang cukup menantang adalah melakukan pembedahan pada beberapa jenis hewan. Melalui kegiatan pembedahan ini, kami mengidentifikasi organ-organ dalam serta bagian tubuh lainnya secara langsung. Kegiatan ini membantu kami memahami perbedaan struktur tubuh antar kelompok hewan

    Praktikum genetika menjadi salah satu praktikum yang paling menantang sekaligus menarik selama semester tiga. Dalam praktikum ini, kami melakukan pemeliharaan dan eksperimen penyilangan genetik menggunakan Drosophila melanogaster atau lalat buah selama satu semester penuh. Sejak awal semester, kami sudah dikenalkan dengan cara menyiapkan media kultur, memindahkan lalat buah, serta menjaga kondisi botol kultur agar tetap bersih dan tidak terkontaminasi. Kami harus merawat lalat buah tersebut dengan teliti agar tetap hidup dan dapat digunakan untuk setiap tahap praktikum. Dalam proses penyilangan, kami menggunakan beberapa strain Drosophila, seperti strain normal (wild type), strain clot, serta beberapa strain mutan lainnya yang memiliki ciri fenotipe berbeda. Proses penyilangan dilakukan dengan memisahkan lalat jantan dan betina, kemudian mengawinkannya sesuai dengan desain percobaan yang telah ditentukan. Setiap minggu, kami melakukan pengamatan terhadap jumlah keturunan, jenis kelamin, serta perbedaan fenotipe yang muncul, seperti bentuk sayap, warna mata, dan ciri tubuh lainnya. Hasil pengamatan tersebut kemudian dicatat secara rinci dalam tabel dan dianalisis untuk melihat pola pewarisan sifat berdasarkan hukum Mendel. Selain eksperimen di laboratorium, kami
juga melakukan kegiatan wawancara dan analisis keturunan pada seseorang yang mengalami kelainan genetik, seperti Down syndrome, Alopecia, Albino, Dwarfisme dan lainnya. Kegiatan ini bertujuan untuk memahami bagaimana kelainan genetik dapat diwariskan dan bagaimana dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari. Kami mempelajari riwayat keluarga dan membuat bagan silsilah untuk membantu menganalisis pola pewarisan sifat. Melalui kegiatan ini, saya menjadi lebih memahami bahwa genetika tidak hanya berkaitan dengan lalat buah, tetapi juga sangat relevan dengan kondisi manusia. Pengalaman ini membuat saya lebih peka terhadap isu-isu kesehatan dan kelainan genetik di masyarakat

    Pada praktikum Anatomi Tumbuhan, kami lebih banyak melakukan pengamatan terhadap struktur dan bahan penyusun tumbuhan selama satu semester penuh. Sejak awal praktikum, kami diperkenalkan dengan berbagai jenis preparat dan teknik penggunaan mikroskop yang benar agar hasil pengamatan lebih jelas. Kami mempelajari berbagai jaringan tumbuhan, seperti epidermis, parenkim, xilem, dan floem, melalui pengamatan mikroskopis. Setiap pertemuan, kami mengamati preparat yang berbeda, mulai dari akar, batang, hingga daun, untuk memahami susunan organ tumbuhan secara lebih detail. Kami juga belajar membedakan jaringan primer dan jaringan sekunder serta memahami proses pertumbuhan primer dan sekunder pada tumbuhan. Selain itu, kami mengamati perbedaan struktur jaringan pada tumbuhan monokotil dan dikotil. Kegiatan ini membantu saya untuk lebih memahami bagaimana tumbuhan bekerja dari dalam, mulai dari proses pengangkutan air dan hasil fotosintesis hingga perlindungan jaringan luar. Meskipun terlihat sederhana, kegiatan pengamatan ini membutuhkan ketelitian dan kesabaran agar tidak salah dalam mengidentifikasi jaringan. Kami harus mencocokkan hasil pengamatan dengan gambar referensi di modul praktikum dan buku anatomi tumbuhan. Setiap hasil pengamatan kemudian digambar kembali di buku kerja praktikum sebagai bagian dari laporan. Proses menggambar ini membantu saya untuk lebih mengingat bentuk dan susunan jaringan tumbuhan. Saya juga belajar menghubungkan antara struktur dan fungsi dari masing-masing bagian tumbuhan

    Selain itu, pada mata kuliah Entomologi juga diadakan studi lapang dan kegiatan praktikum yang dilakukan secara berkala selama satu semester. Studi lapang ini dilakukan di lingkungan Universitas Jember, di beberapa lokasi seperti stadion, taman, kebun, dan beberapa area hijau lainnya di sekitar kampus. Kami ditugaskan untuk mencari berbagai jenis serangga yang ada di lingkungan tersebut dengan menggunakan jaring serangga dan alat bantu lainnya. Kegiatan pencarian serangga ini mengajarkan kami untuk lebih teliti dalam mengamati lingkungan sekitar. Setelah serangga ditemukan, kami melakukan proses identifikasi berdasarkan ciri-ciri morfologinya, seperti bentuk sayap, tipe mulut, jumlah kaki, dan struktur antena. Kami juga mencocokkan hasil pengamatan dengan kunci determinasi untuk menentukan ordo dan famili serangga tersebut. Proses identifikasi ini membutuhkan ketelitian karena banyak jenis serangga yang memiliki bentuk yang mirip. Selain identifikasi, kami juga belajar teknik pengawetan serangga agar dapat dijadikan koleksi dan bahan pembelajaran. Kami mempelajari cara mematikan serangga secara etis, melakukan penataan posisi tubuh, serta menyematkan serangga pada papan koleksi. Setiap spesimen juga diberi label yang berisi informasi seperti lokasi penangkapan, tanggal, dan nama pengumpul. Selama kegiatan studi lapang, kami mengumpulkan berbagai jenis serangga dari kelompok yang berbeda sebagai bagian dari tugas koleksi. Proses ini membutuhkan ketelatenan karena setiap spesimen harus dirawat agar tidak rusak

    Di luar kegiatan akademik, saya juga sempat mengikuti beberapa kegiatan kepanitiaan dan volunteer. Saya menjadi panitia dalam kegiatan ulang tahun program studi, di mana saya terlibat dalam proses persiapan acara, mulai dari perencanaan, koordinasi antar anggota, hingga pelaksanaan kegiatan pada hari H. Selain itu, saya juga terlibat sebagai panitia dalam kegiatan Olimpiade Biologi tingkat SMP dan SMA yang diselenggarakan oleh program studi dengan Tingkat Nasional. Dalam kegiatan ini, saya menjadi anggota dari sie humas yang membantu dalam berbagai bagian, seperti pendataan peserta, serta membantu kelancaran acara selama perlombaan berlangsung. Melalui kepanitiaan ini, saya belajar bagaimana bekerja dalam tim yang lebih besar dan berinteraksi dengan peserta dari berbagai sekolah. Saya juga belajar mengatur waktu dengan lebih baik karena harus menyeimbangkan antara kuliah, praktikum, dan tanggung jawab kepanitiaan. Meskipun cukup melelahkan, pengalaman ini sangat berharga untuk melatih tanggung jawab, komunikasi, dan kemampuan organisasi. Dari kegiatan-kegiatan ini, saya berusaha dan belajar menjadi lebih percaya diri dan terbiasa bekerja dalam situasi yang membutuhkan koordinasi yang baik.

    Selain kepanitiaan, saya juga mengikuti kegiatan volunteer di YPAC SDLB BCD Jember. Di sana, kami melakukan berbagai aktivitas, seperti membuat strap phone, bermain game, bercerita, bernyanyi, serta makan bersama. Kegiatan-kegiatan tersebut bertujuan untuk melatih kreativitas, membangun kedekatan, serta memberikan suasana yang menyenangkan bagi adikadik. Melalui interaksi ini, saya belajar untuk lebih sabar dalam menghadapi berbagai karakter dan kebutuhan yang berbeda. Saya juga belajar untuk lebih peka terhadap kondisi dan perasaan orang lain. Kegiatan volunteer ini memberikan pengalaman emosional yang sangat berharga dan membuat saya lebih bersyukur. Secara keseluruhan, semester tiga tidak hanya memberikan pengalaman akademik, tetapi juga membentuk karakter dan kepribadian saya menjadi lebih baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]

| Designed by Colorlib