Assalamualiakum Wr.Wb, sahabat Bumi Sukses
Indo yang tercinta. Kembali lagi dengan tulisan saya, eitss jangan bosen –
bosen dulu ya, karena tulisan saya kali
ini mengenai pengalaman di semester 6. Yuk disimak dulu siapa tau bisa menjadi
inspirasi dan membuka wawasan kalian semua mengenai prodi yang saya ambil. Mengapa
berbagi dan mengabdi ? yups karena sesuai dengan judulnya, kali ini saya
akan menuliskan sebuah cerita pengalaman di semester 6 mengenai pengalaman saya
mengabdi pada masyarakat dan berbagai ilmu yang telah saya dapatkan di kampus.
Tak
terasa kini saya hampir berada pada puncak akhir masa – masa kuliah, dimana masa – masa ini
penuh dengan cerita – cerita yang begitu mengesankan dan sepertinya tidak bisa
dilupakan. Mengapa demikian ? karena pada semester ini saya merasakan bagaimana
rasanya mengabdi dan berbagi pada dunia sebenarnya yaitu dengan cara terjun
langsung pada masyarakat. pada semester 6 ini saya dan seluruh mahasiswa
angkatan 2015 mengambil mata kuliah kerja nyata yang notabennya mengabdikan
diri pada masyarakat. Seluruh mahasiswa UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA dari
berbagai jurusan dipilih secara random dan dikelompokkan untuk melaksanakan
KKN, jadi setiap kelompok terdiri dari berbagai jurusan sehingga bisa saling
berbagai pengetahuan tentang apa yang akan diberikan ketika mengabdi di
masyarakat.
Tepat
pada bulan maret 2018 saya mengikuti KKN yang berada di desa Menganti Gresik.
Selama 3 minggu mengabdikan diri pada masyarakat menganti. Mulai dari membantu
di kantor desa, membuat program kerja hingga membaur dengan masyarakatnya.
Banyak program kerja yang dilaksanakan selama KKN, mulai dari menangani
masalahan sampah yang ada di desa tersebut, hingga berbagi ilmu yang saya dapat
di kampus. Cara saya berbagi ilmu selama KKN yaitu dengan mengadakan sebuah
pelatihan mengenai perawatan kulit bersama dengan ibu – ibu PKK desa menganti.
Saya memilih melakukan pelatihan ini dikarenakan masih kurangnya kesadaran diri
untuk melakukan perawatan wajah, padahal perawatan wajah sangat diperlukan
terutama untuk ibu – ibu usia diatas 30 tahun yang sudah memiliki berbagai masalah
wajah yang memerlukan penanganan khusus. Saya melakukan pelatihan ini
dimaksudkan untuk membuka wawasan ibu – ibu mengenai pentingnya melakukan
perawatan wajah dengan baik dan benar. Dengan antusias yang luar biasa sehingga
pelatihan ini berjalan dengan baik dan ibu – ibu dapat mengambil manfaat dari
pelatihan yang diadakan.
Tidak
hanya itu saja, program kerja selanjutnya yang saya lakukan dengan merambah
pada dunia pendidikan khususnya pada sekolah dasar dengan mengambil tema bahaya
NARKOTIKA, karena hingga saat ini Indonesia terancam oleh bahaya narkotika yang
tidak hanya menyerang orang dewasa tetapi juga anak – anak kecil. Dengan adanya
penyuluhan yang dilakukan bemaksud untuk memberi pengertian tentang bahaya
narkotika dan dampak – dampaknya sehingga mereka tau bahaya nya dan
menghindarinya. Dengan adanya pogram kerja ini sangat bermanfaat bagi lembaga
sekolah. Melalui gaya penyampaian yang asyik sesuai umur mereka sehingga materi
yang disampaikan mudah diterima dan dimengerti.
Berbagi
dan mengabdi yang saya lakukan tidak sampai disitu saja, setelah masa KKN
terlewati, saya memasuki masa baru yaitu PPL, sebuah pengabdian pada lembaga
sekolah menengah kejuruan. Masa ini merupakan masa saya untuk menyalurkan dan
berbagi ilmu selama saya kuliah di UNESA, semua pengetahuan dan praktik yang
saya ketahui saya bagi dengan anak – anak smk kecantikan. PPL yang saya pilih
yaitu di SMKN 8 Surabaya, saya memilih di Surabaya supaya lebih hemat tidak
perlu mengeluarkan uang untuk biaya kos lagi hehehehe, selain itu di SMK 8 juga
merupakan salah satu SMK unggulan yang ada di Surabaya.
Selama
1 bulan setengah saya mengabdikan diri menjadi guru di SMK 8 jurusan
kecantikan, dari berbagai kelas dengan bermacam karakter siswa saya hadapi.
Dengan berbekal ilmu yang saya dapat dikampus saya mulai mengajarkan kepada
mereka dengan metode – metode terbaru sehingga mudah dipahami. Yah walaupun
awalnya saya tidak ada keinginan untuk menjadi seorang guru tapi PPL ini
mengajarkan saya bahwa hal – hal yang tidak disukai jika dilakukan dengan
senang hati lama – lama menjadi hal yang menarik dan disukai.
Dengan
bimbingan guru – guru yang ada di SMK 8 dan siswa – siswa yang begitu asyik
karena berasa masih seumuran jadi pada saat mengajarpun seakan seperti sedang
sharing sehingga pembelajaran menjadi asyik tidak membosankan. Mulai dari
pelajaran sanggul, merias, perawatan badan semua saya ajarkan kepada mereka
dengan metode yang menyenangkan sehingga pelajaran mudah dipahami oleh siswa.
Walaupun ada berbagai macam beban seperti membuat perangkat pembelajaran yang
tidak hanya 1, merasakan berangkat pagi pulang petang. Tapi semua ini meupakan
pengalaman yang luar biasa dan tidak bisa dilupakan sampai kapanpun. Entah
suatu saat saya benar – benar menjadi guru atau tidak yang penting sekarang
sudah merasakan suka duka nya menjadi seorang guru hehehe.
Nah
sekian tulisan yang bisa saya bagikan mengenai pengalaman saya di semester 6,
semoga tulisan saya ini dapat bermanfaat untuk sahabat semua, dan bisa menjadi
inspirasi bahwa dengan hanya bermodal ilmu yang kita punya, kita bisa berbagi
dan berguna untuk semua orang yang membutuhkan. Dan perlu di ingat bahwa sebanyak
apapun ilmu yang kita bagi tidak akan membuat kita merugi justru akan semakin
menjadikan kita pintar dan mengalir pahala yang kita dapatkan.
Wassalamualaikum wr, wb.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar