Menjadi Pengurus Organisasi di Tahun Pertama
Hai, pembaca cerita perjuanganku semoga kalian
sedang sehat dan bahagia dengan kesibukan kalian saat ini. Cerita ini aku awali
dengan terpilihnya aku sebagai anggota dari Himpunan Mahasiswa Akuntansi Universitas
Airlangga tahun 2020. Saat itu aku daftar pada masa liburanku semester 1
tepatnya bulan desember 2019, dengan penuh keyakinan aku mendaftarkan diri
dengan ketidakpunyaan pengalaman organisasi sebelumnya. Karena pada saat SMA
aku hanya fokus ke akademik sehingga tidak memiliki pengalaman dalam organisasi
sekolah maupun kepanitiaan yang ada. Saat itu, aku telah menyiapkan beberapa
persyaratan yang dibutuhkan untuk mendaftar Hima, salah satunya adalah CV dan
cerita motivasi atau motivation letter. Setelah membuatnya segera aku kirim
melalui email yang tertera. Karena dalam pendaftaran hima terdapat tahap
seleksi wawancara, akhirnya sebelum perkuliahan dimulai aku sudah harus
berangkat ke Surabaya. Seleksi berupa wawancara ada 2 tahap, tahap pertama adalah
wawancara mengenai hima secara umum dan tahap yang kedua adalah wawancara
spesifik mengenai bidang yang aku pilih. Saat itu aku memilih 3 pilihan bidang
yaitu yang pertama adalah eksternal, intelektual, dan yang ketiga adalah human
resource. Kenapa bidang eksternal aku pilih pertama karena dari awal aku
berniat untuk mencari pengalaman yang berhubungan dengan pengabdian masyarakat.
Namun, setelah aku menjalani 2 tahap wawancara ternyata aku diterima di bidang
human resource. Sebenarnya aku sedikit kaget karena HR menjadi pilihan
terakhirku tetapi aku tetap senang dan bangga dengan diriku sendiri karena
telah berhasil diterima menjadi salah satu staff Himpunan Mahasiswa Akuntansi
Universitas Airlangga 2020. Setelah pengumuman, aku datang ke acara welcome
party sekaligus bertemu dengan teman-temanku yang diterima menjadi staff HMA.
Disinilah ceritaku dimulai, bertemu teman baru, pengalaman baru, dan juga
tantangan baru selain menjadi mahasiswa biasa.
Senang
dan bangga hal pertama yang aku rasakan saat telah resmi menjadi bagian dari
HMA 2020. Namun, dilain sisi aku juga mendapat tantangan baru dimana aku harus
tetap bisa mempertahankan IPK ku ditengah kesibukan organisasi yang pastinya
banyak menyita waktu belajarku. Perkuliahan semester 2 dimulai akhir januari
2020, aku menjalani aktifitas kuliah seperti biasanya kuliah pagi hingga siang
tetapi yang berbeda kali ini aku tidak langsung pulang setelah kuliah karena
langsung ke sekre hima untuk rapat membahas mengenai proker dan agenda yang
akan kami jalankan. Aku berada di kampus hampir seharian, mulai pagi jam 7
hingga larut malam diatas jam 12 karena memang bidangku human resource dimana
aku harus mengurus anggota hima secara keseluruhan.
Proker pertama ku di semester 2 ini yaitu tasyakuran
wisudawan atau yang lebih dikenal dengan TAWA, di program kerja ini aku
menjaladi salah satu staff kesekretariatan. Proker ini dijalankan selama 4 kali
dalam satu tahun, jadi aku selama satu tahun ini panitia yang bertugas tetap
sama. Aku menjalani kuliah secara tatap muka hanya kurang lebih 1 bulan
setengah, karena secara tiba-tiba pandemic covid-19 datang melanda Indonesia.
Dampak yang ditimbulkan dari pandemic ini adalah perkuliahan dilaksanakan
secara online atau daring. Dimulai saat aku ujian tengah semester sudah secara
online, kemudian aku pulang kerumah sebelum virus covid-19 ini kasusnya terus
bertambah. Aku melakukan isolasi mandiri dirumah selama 14 hari, karena
Surabaya saat itu sudah banyak kasus yang terjadi disana.
Perkuliahan setelah UTS aku lakukan full dirumah,
rumahku yang berada di pelosok desa Kandangan membuatku harus berjuang lebih.
Pasalnya internet sangat susah diakses disini, meskipun wifi ada namun di
daerahku sering sekali listrik mendadak mati. Demi bisa tetap mengikuti
perkuliahan aku beberapa kali harus menginap dirumah teman, untuk bisa kuliah
dengan jaringan yang cukup stabil. Pihak kampus memang telah memberikan pulsa
selama 2 bulan yang dapat digunakan untuk membeli paket data, namun bagiku hal
itu tidak berguna karena jaringan yang susah. Proker dan agenda yang aku jalani
pun juga dilakukan secara online. Tentu saja keadaan seperti ini membuatku
kurang nyaman, namun aku tidak bisa berbuat banyak karena memang kondisi yang
mengharuskan kita semua untuk dirumah saja. Salah satu proker yang banyak
menyita waktuku disaat kuliah daring adalah CNA. CNA merupakan rangkaian ospek
yang ada di jurusanku. Saat ini CNA dilaksanakan secara online karena covid-19,
yang akhirnya rapat persiapannya pun dilaksanakan secara online. Hampir setiap
hari jadwal rapat internal, sc, dan pemaparan dilakukan. Sedikit sedih karena
tidak bisa melaksanakan ospek secara tatap muka, namun keadaan seperti ini
tidak mengurangi semangatku dan teman-teman untuk tetap memberikan rangkaian
acara ospek yang optimal bagi mahasiswa baru. Dengan banyaknya rintangan dan
tantangan yang ada selama aku berkuliah di semester 2 ini tidak sia-sia, karena
hasil yang aku peroleh cukup memuaskan bagiku. Aku tetap bisa mengimbangi
antara kesibukanku di himpunan dan kesibukanku dalam akademik. Nilai yang aku
dapatkan meningkat dari semester satu kemarin. Untuk itu, sebenarnya kondisi
pandemic seperti saat ini bukanlah alasan yang dapat menghambat proses belajar
kita, kita tetap bisa produktif asalkan ada kemauan dari kita sendiri untuk
terus melangkah demi mengejar cita-cita. Itulah cerita perjuanganku selama
semester 2 ini, semoga pembaca bisa mengambil makna dari ceritaku ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar