Pertengahan Semester 4 Diserang Covid-19? Kuliah dan Organisasinya Gimana?
Hai
sobat penerima beasiswa BSI, dan readers yang selalu membaca cerita Sawiti
mulai dari masih menjadi maba hingga akan masuk ke semester 5. Jadi cerita kali
ini tidak akan jauh-jauh dari cerita sebelumnya hehehe. Pada awal perkuliahan
semester 4 tepatnya, saya mengambil sejumlah 8 mata kuliah. Perkuliahan
semester 4 saya di Universitas Negeri Malang dimulai pada akhir bulan Januari
2020. Saya masih tergabung dalam UKM Paduan Suara, dan menjadi bagian dari Unit
Aktivitas MP3 (Mahasiswa Peneliti dan Penulis Produktif).
Seperti kepengurusan organisasi pada
umunya, tentu saja UKM dan UA yang saya ikuti memiliki program kegiatan. Saya
juga berpartisipasi menjadi panitia acara tersebut. Sembari mengikuti
kepanitiaan yang diadakan oleh UKM dan UA yang saya ikuti, saya juga melakukan
kewajiban saya sebagai mahasiswa yaitu mengikuti kegiatan perkuliahan. Karena
pada semester 3 lalu saya merasa sedikit kecewa nilai IP saya turun, di
kesempatan perkuliahan semseter 4 ini saya mencoba lebih aktif lagi, dan
memperbanyak kegiatan berorganisasi. Pengalaman berorganisasi memang sangat
memiliki benefit yang cukup besar, baik dalam aspek relasi, public speaking,
wawasan, masih banyak benefit lainnya yang mungkin belum saya temukan dan masih
dalam proses untuk diri saya sendiri.
Berkaitan dengan kabar tersebarnya
Pandemi Covid-19, tepat di hari Senin perkuliahan mata kuliah Metode Penulisan
Karya Ilmiah oleh dosen senior bernama Bu Ratna Trieka yang kebetulan saat ini
sudah pensiun. Beliau menyampaikan mengenai berita penyebaran Covid-19.
Meskipun saat itu di Indonesia belum ada yang terpapar virus tersebut, namun
tidak menutup kemungkinan akan menyebar ke seluruh dunia. Beliau juga
mengirimkan protokol kesehatan yang harus dipatuhi. Saat itu perkuliahan baru
dimulai sekitar 2 atau 3 bulan berjalan. Hingga pada akhirnya virus tersebut
menyebar ke Indonesia bahkan hingga mahasiswa salah satu kampus yang berada di
Kota Malang juga terpapar virus tersebut. Pada akhirnya, pihak Universitas
Negeri Malang mengeluarkan surat edaran pemberhentian perkuliahan tatap muka
sekitar satu minggu atau dua minggu lamanya.
Menunggu keadaan semakin baik,
nyatanya tak kunjung baik. Akhirnya diputuskan untuk kuliah jarak jauh atau
kuliah dari rumah, istilah lainnya juga disebut dengan work from home. Awalnya kami merasa sangat senang karena dapat
pulang kampung dan berkumpul bersama keluarga di rumah. Namun ada beberapa
kendala pada saat pelaksanaan perkuliahan online atau daring. Salah satu
diantaranya adalah penggunaan kuota internet yang membengkak, jam perkuliahan
bisa lebih molor, sulit dalam berkomunikasi karena komunikasi yang digunakan
biasanya melalui GWA (Grup WA), Telegram, atau room apps, jaringan yang kurang baik juga sangat tidak mendukung
perkuliahan daring seperti ini.
Meskipun demikian, ada upaya yang
telah dilakukan oleh pihak kampus, salah satunya adalah bantuan kuota internet
dan platform pembelajaran bernama “Sipejar”. Hal tersebut memang menjadi salah
satu alternatif untuk mengatasi perkuliahan daring dengan keadaan yang sedang
terjadi seperti saat ini. Perkuliahan daring berjalan cukup lancar hingga pada
akhir perkuliahan dan UAS. Adapun tugas yang harus dilampirkan ada yang berupa
makalah, proposal, dan video.
Cerita lainnya dengan kegiatan
berorganisasi saya di kampus selama pandemi, pada awal tahun 2020 saya sempat
menjadi bagian dari divisi acara untuk oprec diklat ke-32 UKM Paduan Suara,
membuat konser untuk diklat baru, disisi lain UKM kami juga akan mengadakan
perlombaan Paduan Suara tingkat Nasional dan perlombaan tingkat Internasional.
Dalam waktu yang bersamaan saya juga tergabung dalam anggota sie acara SAMBA di
jurusan saya, acara semacam penyambutan mahasiswa baru. Namun sayangnya langkah
kami harus terhenti karena pandemi ini, ada beberapa acara yang harus tertunda,
dan bahkan dibatalkan.
Meskipun di rumah aja, saya juga
tetap mengikuti beberapa kegiatan kepanitiaan yang diselenggarakan oleh UKM,
maupun UA yang saya ikuti. Keadaan saat ini memang menghambat acara yang telah
dirancang sedemikian rupa, tak memungkinkan untuk sering bersua. Namun
bangkitlah dan cobalah untuk tetap membuat karya J
sekian dari Sawiti, sampai jumpa di cerita selanjutnya J



Tidak ada komentar:
Posting Komentar