Full width home advertisement

EVENT

Post Page Advertisement [Top]

 


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita semua.

Saya Indis Suyanto Putri, salah satu penerima beasiswa bumisuksesindo angkatan ke-7. Ini adalah cerita perkuliahan saya pada semester 5. Ada banyak sekali hal yang membahagiakan, namun juga ada beberapa hal yang kurang mengenakkan untuk diceritakan.

Mata kuliah saya pada semester 5 saya rasa lumayan sulit. Mulai dari neuropsikiatri, agromedis dan penyakit tropis, dan ditutup dengan neurobehavior. Di fakultas kedokteran, kami terbiasa dalam mempelajari matkul secara sistematis. Dimulai dari anatomi, histologi, fisiologi, lalu patologinya. Biasanya untuk menentukan diagnosis, kita akan melakukan beberapa pemeriksaan penunjang yang hasilnya nanti bisa dijadikan salah satu acuan untuk menegakkan diagnosisnya. Akan tetapi sedikit berbeda dengan psikiatri, disana system belajarnya tidak lagi seperti blok-blok lainnya. Pada awalnya lumayan kaget dan sedikit bingung, agak panik juga sih melihat teman-teman yang sedikit banyak sudah nyicil belajar sedangkan waktu liburan saya habiskan dengan foya-foya, hehe. Tapi tidak apa-apa, tetap berpegang teguh pada prinsip yang saya anut, “semua punya timelinenya masing-masing”. Dan alhasil, hal itu beneran works kok di aku, aku tetap bisa mengejar ketertinggalanku di awal dan sangat beryukurnya aku saat nilai ujian blokku dapat A.

Ohh iyaa… kalo saya ga salah ingat, sepertinya semester 5 kemarin adalah semester pertama dimana saya akhirnya merasakan atmosfer ujian offline praktikum di lab. Menegangkan….

Lanjuuutt…pada blok berikutnya yakni agromedis dan penyakit tropis, saya kebetulan dapat dokter pengampu tutor yang lumayan killer. Tiap tutor wajib tulis materi di kertas, tulis tangan, dilarang ngetik. Setiap dilaksanakan tutor juga tidak diperbolehkan untuk membuka gadget dan sejenisnya. Tapi gara-gara itu, saya jadi tergerak untuk benar-benar menyimak kegiatan tutorial, akhirnya dapat ilmu banyakk. Saya senanggg.

Hal lain yang saya ingat di blok itu adalah banyak sekali jadwal praktikum parasitology. Lihat serangga, cacing, dan sebagainya. Awal-awal seru, tapi lama-lama bosan juga. Tapi tetap berusaha enjoy saja.

Di blok terakhir yakni neurobehavior, saya belajar 3 sistem indera. Ada mata, telinga, dan kulit. Yang biasanya hanya belajar mengenai 1 organ, ini harus belajar 3 organ. Anatomi, histologi, dan fisiologi serta patologinya. Saya rasa ini blok yang cukup sulit.

Blok ini sangat teringat dalam benak saya, saya merasa banyak struggle yang saya hadapi pada blok ini. Pertama kalinya saya merasakan kegelisahan yang mendalam. Saya memiliki banyak planning yang tidak terlaksana hingga berdampak banyak hal pada tubuh dan mental saya. Saya jadi susah tidur, tidak nafsu makan, sulit berkosentrasi, sering sakit kepala, hingga membuat saya kemudian memutuskan untuk konsul ke psikiater. Saya yakin itu sebenarnya hanya kekhawatiran sementara, saya yakin juga saya bisa melewatinya. Dan benar saja, setelahnya saya kembali seperti semula dan mengejar ketertinggalan belajar saya sebelumnya. Alhamdulillah, saya juga bisa menjalani ujian dengan baik dan mendapatkan nilai yang baik.

Dari apa yang saya alami di blok ini, saya sangat menyadari bahwa ketenangan dan kebahagiaan sangatlah penting. Kedepannya, saya akan sangat berusaha untuk mengutamakan diri saya, membatasi apa yang sebaiknya memang tidak saya tahu, serta tetap berusaha berpikir positif atas setiap hal yang terjadi. Saya berharap, apa yang saya alami di blok ini tidak saya alami lagi di kemudian hari. Cukup saat itu saja saya mengalaminya. Saya benar-benar kapok, jangan sampai terulang lagi ya Allah.

Selanjutnya mengenai kegiatan traklindas atau OSCE, saya lumayan suka sebenarnya sama topiknya, belajarnya juga enjoy karna banyak praktiknya. Saya belajar sama teman-teman di kos saya, hampir tiap hari di h-2 minggu sebelum ujian. Alhasil kami semua berhasil di ujian kami dengan nilai yang memuaskan.

Banyak sekali hal yang patut di syukuri. Saya punya kedua orang tua yang suportif, teman-teman yang super perhatian, lingkungan belajar yang mendukung, dari segi materi Alhamdulillah lancar dan cukup, tidak pernah kekurangan. Banyak juga pembelajaran bagi saya setelah saya menempuh semester 5. Saya harus menjadi pribadi yang lebih care dengan teman, dengan diri sendiri, dan dengan orang tua serta keluarga.

Saya harus bisa membanggakan dan membahagiakan semua orang yang mendukung saya, terutama ayah dan ibuk. Semoga tetap sehat wal afiat..tunggu anakmu ini pake jas putih nggih yah, buk. Nanti kita foto studio berempat. Hihi.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]

| Designed by Colorlib