Full width home advertisement

EVENT

Post Page Advertisement [Top]

 



        Selama saya berkuliah di Universitas Darusasalam Gontor, saya pada awal semester 5 berpartisipasi aktif dalam kepanitiaan Ospek mahasiswa Baru tahun 2022. Kepanitiaan itu Bernama kepanitiaan Za’eem. Dalam kepanitiaan ini, saya menjabat sebagai ketua divisi bagian kerohanian. Dalam kepanitiaan ini, saya bertanggung jawab dalam merencanakan dan melaksanakan berbagai program kerja yang ada pada dua minggu masa ospek ini. Berbagai program kerja tersebut adalah seperti membangunkan shubuh untuk sholat berjamaah, baca qur’an Bersama, diskusi kerohanian per kelompok ospek, dan malam Unida Bersholawat. Berbagai macam karakteristik mahasiswa baru saya hadapi dan selalu saya berikan motivasi terkait urusan ibadah dan sebagainya. Walaupun saya menjabat sebagai ketua divisi kerohanian ini, tidak menutup peran saya hanya pada bagian rohani, tetapi setiap urusan mahasiswa baru saya bantu semaksimal mungkin, baik itu urusan administrasi pendaftaran, kamar asrama, keuangan, logistic, dan lain sebagainya. Selama saya menjabat sebagai ketua kepanitiaan ini, saya belajar dan mengembangkan berbagai macam Soft Skill, Seperti Skill Leadership, Skill Public Speaking, Skill berkoordinasi dengan divisi lain, dan Skill interpersonal, yaitu kemampuan untuk berinteraksi dengan berbagai macam sifat dan karakteristik mahasiswa.

            Setelah kepanitiaan ospek telah usai, saya memutuskan untuk memberikan sedekah waktu dan tenaga saya untuk mengabdi ke masyarakat sekitar, yaitu dengan menjadi staff Departemen Pengabdian Masyarakat (DPM), didalam departemen mahasiswa ini, saya menjabat sebagai ketua divisi Hubungan Masyarakat/Humas. Didalam Departemen ini, secara umum kami semua bertanggung jawab dalam berbagai macam kegiatan yang melibatkan mahasiswa dengan masyarakat, contohnya adalah, kami merkerut berbagai mahasiswa baru yang telah lulus ospek untuk menjadi ustadz pengajar berbagai TPA yang berada dibawah naungan Unida Gontor. Perekrutan mahasiswa baru ini melewati berbagai macam proses dan seleksi yang ketat, terbukti dari kurang lebih 200 mahasiswa baru yang mendaftar, hanya sekitar 90 Ustadz pengajar yang diterima. Selain bidang pengajaran ini, kami juga berpartisipasi aktif alam kegiatan pengabdian masyarakat lainnya, seperti mengatur jadwal khutbah di masjid sekitar unida yang diisi mahasiswa semester akhir, bekerjasama dengan Lembaga Lazis Assalam fil Alamin untuk mendistribusikan bantuan sosial dan sedekah kepada 1000 masyarakat Ponorogo sekitarnya. Selain kegiatan eksternal, kami juga mengadakan kegiatan internal untuk ustadz-ustadz pengajar Unida, contohnya adalah seminar Qiro’ah Al-Qur’an, lomba olahraga seperti DPM Cup, dan lain sebagainya. Di Departemen ini, secara khusus saya menjabat sebagai ketua humas seperti yang saya sebutkan sebelumnya. Sebagai ketua humas, saya berperan aktif dalam mempromosikan dan memperkenalkan kepada berbagai macam lapisan masyarakat terkait berbagai program yang ada di Departemen kami ini, selain itu saya juga berpartisipasi aktif dalam mengurus berbagai macam perizinan kegiatan DPM demi kelancaran agenda kami dulu, sekarang, hingga masa yang akan mendatang.

            Selain aktif dalam kegiatan organisasi, saya juga menekuni hobi saya dalam bidang olahraga, yaitu Badminton. Untuk itu, saya berpartisipasi dalam salah satu UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) PB. Unida. (Persatuan Badminton Unida). Berbagai event dan sparing saya ikuti.

            Selain kegiatan organisasi dan hobi, bidang akademik pun saya tekuni. Alhamdulillah, selama semester ini saya telah menulis dua jurnal nasional yang salah satu judulnya terindeks Scopus 4. Jurnal pertama saya berjudul “Eksistensi Realisme dalam Aneksasi Israel Terhadap Palestina”. Jurnal ini telah terindeks dan di publish kedalam “Journal of legal Research milik UIN Jakarta.” Berikut link Journal tersebut: https://bit.ly/AzzamJournal1. Selain itu, judul jurnal kedua, alhamdulillah terindeks sebagai scopus-4. Jurnal kedua ini berjudul “Analisa Kebijakan Ekonomi Politik Russia Terhadap Pemerintahan Afghanistan Pasca kemenangan Taliban Tahun 2021.” Berikut link Jurnal tersebut: https://bit.ly/AzzamJournal2. Pencapaian ini merupakan bukti dedikasi saya untuk keunggulan akademik dan semangat saya untuk memajukan pengetahuan di bidang saya. Sebagai hasil dari pencapaian ini, saya dapat terhubung dengan ilmuwan dan peneliti lain, dan untuk berbagi temuan penelitian saya dengan audiens yang lebih luas. Pengalaman ini telah mengajari saya pentingnya kolaborasi, ketekunan, dan perhatian terhadap detail, dan telah menanamkan dalam diri saya keinginan untuk terus mengejar peluang penelitian dan publikasi di masa depan. Secara keseluruhan, saya bangga dengan pencapaian ini dan percaya bahwa ini menunjukkan komitmen saya terhadap kesuksesan dan keunggulan akademik.

            Setelah perkuliahan berjalan selama 3 bulan, datanglah sebuah tawaran dari dosen pembimbing akademik (DPA) kami, untuk mengikuti program kampus merdeka. Program tersebut adalah program ‘Pertukaran Mahasiswa Merdeka 2’. Program ini merupakan program yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan kita, Bapak Nadiem Anwar Makarim, B.A., M.B.A. Progam ini dilaksanakan agar semua mahasiswa mempunyai hak yang sama, hak merdeka untuk belajar di kampus. Program kampus merdeka ini mempunyai banyak sub-program, ada kampus merdeka, Wirausaha merdeka, IISMA, dan Pertukaran mahasiswa merdeka. Saya mengikuti pertukaran mahasiswa merdeka ini dan berhasil lolos penyeleksian. Dari Jumlah mahasiswa yang mendaftar sebanyak 35.107, hanya sebanyak 12.722 mahasiswa yang lolos. Dan saya salah satunya. Alhamdlillah saya mendapat kesempatan belajar di kampus lain, yaitu di Universitas Mataram Lombok. Selama satu semester saya jalani masa-masa perkuliahan disana. Selama saya belajar disana, banyak hal baru, pengalaman baru yang saya rasakan. Selain jaringan relasi yang tambah luas, saya mampu merasakan atmosfer perkuliahan yang berbeda dan sangat mendukung untuk pembelajaran ‘praktek’ yang sebelumnya susah saya alami. Selain perkuliahan, saya disini juga setiap minggunya melaksanakan Modul Nusantara. Modul Nusantara bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif tentang kebinekaan, wawasan kebangsaan dan cinta tanah air. Alhamdulillah, selama satu semester disini, saya mendapatkan IpK yang cukup lumayan, yaitu 4,00.

Selama saya kuliah, saya berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang membantu saya mengembangkan keterampilan yang berharga dan memberikan dampak positif bagi komunitas saya. Saya menjabat sebagai anggota komite dan ketua dalam program orientasi mahasiswa baru, melakukan penelitian, menerbitkan artikel, dan berpartisipasi dalam pertukaran mahasiswa. Melalui pengalaman ini, saya belajar pentingnya komunikasi, kerja tim, dan kemampuan beradaptasi, serta mengembangkan kualitas kepemimpinan yang kuat. Saya yakin bahwa keterampilan dan pengetahuan yang saya peroleh di perguruan tinggi akan membantu saya dengan baik dalam upaya akademis dan profesional saya di masa depan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]

| Designed by Colorlib