Full width home advertisement

EVENT

Post Page Advertisement [Top]

         


Saat ini saya telah berada di semester 7, dimana semester ini menjadi awal perkuliahan tatap muka luring pertama saya setelah 2 tahun lebih harus menjalankan perkuliahan secara daring. Senang rasanya saya dapat kembali ke kampus dan berkumpul dengan teman-teman saya yang sudah lama tidak bertemu.

        Semester ini saya awali dengan mengikuti kegiatan KKN yang diadakan oleh Universitas Jember yang bekerja sama dengan PemKab Jember dan beberapa universitas lainnya yang berada di Jember. Awalnya memang saya tidak tahu bahwa KKN di periode ini akan dilakukan secara serentak dengan 13 universitas lainnya, namun setelah dijalani ternyata program KKN Kolaboratif ini sangat bermanfaat karena dapat membantu para mahasiswa meningkatkan komunikasi dengan mahasiwa dari perguruan tinggi lainnya dan juga karena latar belakang pendidikan yang berbeda dapat menjadi tambahan ilmu untuk kita.

        Untuk lokasi KKN ini saya mendapat lokasi di Desa Panti, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember dimana sebenarnya desa tersebut tidak terlalu jauh dari pusat kota dan hanya ±45 menit dari Universitas Jember. Meskipun jarak lokasi yang tidak terlalu jauh denggan kota namun dapat saya temukan perbedaan sosial dan ekonomi yang cukup signifikan disana. Masih banyaknya angka putus sekolah dan pernikahan dini yang terjadi di Desa Panti tersebut, hal tersebut dikarenakan kurangnya kesadaran akan pentingnya pendidikan dan perekonomian keluarga yang kurang baik. Keadaan tersebut cukup memperihatinkan karena kebanyakan anak-anak di desa tersebut memilih putus sekolah di jenjang SMP.

        Saya dan kelompok mengangkat isu pendidikan dan pernikahan dini sebagai proker kelompok, kami mengadakan sosialisasi kepada siswa-siswi yang ada di desa dan kami kemas dengan acara yang non-formal agar mereka lebih tertarik untuk mengikuti acara yang kami adakan. Kegiatan yang kami adakan seperti nobar (Nonton Bareng), menyaksikan drama dari kelompok kami, dan diadakan kuis.

        Satu hal yang cukup miris ketika salah satu teman kelompok saya yang bertugas sebagai pengisi acara bertanya kepada para siswa-siswi yang hadir mengenai cita-cita dan pendidikan mereka, jawaban yang diberikan tidak sesuai ekspektasi kami. Mereka mengatakan bahwa cita-citanya hanya ingin menjadi buruh sawah, menurut kami jawaban tersebut merupakan jawaban yang kurang wajar dituturkan oleh anak yang duduk di bangku SD maupun SMP. Umumnya pada usia tersebut akan mengatakan cita-cita mereka adalah menjadi polisi, dokter, guru dan semancamnya, bahkan setelah kami berikan video dan film mengenai cita-cita mereka seakan kurang termotivasi untuk meraih pendidikan tinggi dengan alasan bahwa keadaan ekonomi keluarga mereka kurang mampu.

        Ketika kelompok saya mengunjungi salah satu SD yang berada di desa dan bertemu dengan kepala sekolah untuk menyampaikan tujuan kami yang ingin menyosialisasikan mengenai pendidikan dan pernikahan dini beliau menerima kami dengan baik dan berharap kegiatan ini membuka sedikit pola piker siswa-siswinya karena beliau mengatakan bahwa banyak alumni sekolah dasar tersebut yang menikah ketika mereka lulus SMP dan bahkan ketika mereka masih duduk di bangku SMP orang tua mereka akan menunangkan anaknya dann langsung menikah ketika sudah lulus.

        Pernikahan dini bukan hanya menjadi masalah yang ada di Desa Panti tetapi juga di seluruh Indonesia tanpa mereka ketahui dampak buruk dari hal tersebut, seperti keadaan mental dan emosi yang masih kurang stabil, keadaan ekonomi yang kurang baik, dan bahaya yang mengancam nyawa wanita yang terlalu muda. Dampak yang paling sering terjadi Desa Panti ialah terjadinya perceraian dan adanya anak yang mengalami kondisi stunting karena orang tua mereka tidak bisa memberikan gizi yang cukup pada masa pertumbuhan.

        Keluar dari sisi negatif, di Desa Panti terdapat daerah yang bernama Dusun Prapah yang sekitarnya ditanami tumbuh-tumbuhan yang bermanfaat seperti sayur dan TOGA (Tanaman Obat Keluarga). Selain berkujung ke Dusun Prapah kami juga mengikuti kegiatan Bank Sampah untuk mengumpulkan sampah rumah tangga yang akan di daur ulang, mengikuti kegiatan bersih-bersih desa dan merayakan 17 Agustus-an bersama warga serta mengunjungi beberapa UMKM yang berada di Desa Panti.

        Usai kegiatan KKN saya kembali menjalani aktifitas perkuliahan seperti biasanya sembari mengerjakan proposal skripsi saya. Saya mendaftarkan diri untuk mengikuti program akselerasi skripsi pada semester 7 ini dengan harapan dapat lulus dengan cepat dan semoga saja di semester 8 nanti saya bisa lulus dengan nilai yang memuaskan.

        Sekian cerita kegiatan saya selama satu semester kemarin, apabila terdapat salah kata saya mohon maaf. Terima Kasih.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]

| Designed by Colorlib