Full width home advertisement

EVENT

Post Page Advertisement [Top]

 

          


 Semester tiga adalah pertama kalinya aku kuliah tatap muka satu semester penuh. Segala kegiatan benar-benar kembali seperti semula. Bangun pagi, berangkat pagi-pagi, bahkan terkadang langit masih gelap ketika aku berangkat hingga tiba saatnya pulang langit sudah gelap lagi. Semua hal benar-benar nyata. Hampir tidak pernah lagi aku duduk berjam-jam di depan laptop untuk mengikuti perkuliahan, presentasi melalui Zoom Meeting, ataupun diskusi kerja kelompok melalui Google Meet. Hampir seluruh kegiatan kampus aku lakukan secara langsung, meski capek tapi seru.

            Mata kuliah semester tiga tentu saja lebih challenging dibandingkan dengan semester sebelumnya. Beberapa di antaranya cukup tricky karena berhubungan dengan skill berbahasa, namun syukurlah semuanya terlewati dengan hasil yang baik. Terdapat satu mata kuliah yang paling aku sukai, yaitu English Language Teaching Media (ELT Media) atau media pembelajaran Bahasa Inggris. Pada kelas tersebut, masing-masing mahasiswa diwajibkan membuat media pembelajaran sekreatif mungkin sesuai dengan modul yang diberikan pada setiap pertemuan, kemudian dipraktikkan ke depan kelas satu persatu. Mengapa mata kuliah tersebut menjadi favoritku? Karena kami secara tidak langsung telah berlatih mengajar seperti sungguhan. Meskipun muridnya adalah teman sekelas, tetapi rasanya seperti mengajar siswa sekolah sungguhan. Saat di depan, kami belajar bagaimana cara membangun suasana pembelajaran agar tidak membosankan, bagaimana cara agar media yang dibuat dapat menjadi alat penyampaian materi dengan baik, dan lain sebagainya. Selain itu, juga sangat seru ketika memperhatikan teman-teman saat di depan. Aku mengambil banyak sekali ilmu dari setiap mahasiswa yang maju, karena di akhir praktik mengajar dosen selalu memberikan evaluasi yang membangun.

            Tidak hanya mata kuliah yang semakin sulit, kebanyakan projek dan tugas-tugas diberikan merupakan group work. Hal tersebut sedikit membuatku kelelahan karena waktu untuk bekerja kelompok sering bentrok dengan kegiatan organisasi. Sehingga aku harus pandai-pandai mengatur waktu antara keduanya agar semua tanggung jawab yang aku punya dapat terlaksana dengan baik. Semenjak saat itu, kerja kelompok kurang aku sukai apalagi bila mendapatkan anggota yang sama-sama sibuknya. Kami kesulitan menentukan waktu yang sama karena perbedaan jadwal kegiatan. Mau tak mau harus memutar otak mencari cara apa pun agar tugas tersebut dapat diselesaikan dengan baik. Salah satunya dengan membagi bagian pekerjaan melalui grup chat saja. Meski kadang terasa kurang efektif, kami mengerjakan sebaik mungkin. Terakhir saat finishing kami juga saling mengoreksi jikalau terdapat hasil yang kurang tepat.

            Seperti yang sudah-sudah, kegiatan kuliah dan organisasi sering kali jalan beriringan. Jika kerja kelompok menguras tenaga, maka berikut adalah event di HMP ESA yang sangat menguras tenaga dan menyita waktu. Pertama adalah ESA Super League. Acara pekan olahraga yang diselenggarakan oleh program studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Jember. Kebetulan, di acara tersebut aku dipercaya untuk memegang kendali atas sponsorship dan konsumsi. Pertama kalinya aku mendapatkan tugas untuk menghubungi orang banyak dengan tujuan untuk mengambil hati agar bersedia bekerja sama dengan kami. Sungguh tidak mudah ternyata, ditambah lagi tenggat waktu yang cukup singkat membuat kami susah mendapatkan beberapa brand karena kuota kerja sama yang mereka buka telah penuh. Adapun pemicu lelah adalah karena waktu pelaksanaan yang berlangsung lama, sekitar dua minggu. Pagi kuliah malam acara. Meski begitu, ini sangat berkesan dan menyenangkan.

            Kedua yaitu acara PKMB jurusan. Menjadi panitia PKMB sebenarnya seru sekali karena bisa mengenal lebih banyak teman-teman panitia dari kelas lain dan juga kenal adik-adik mahasiswa baru. Pada hari pertama, acara dilaksanakan pagi hari hingga sore. Lalu hari kedua dilaksanakan pagi sampai siang, kemudian dilanjutkan malam hari. Pada hari kedua ini sekaligus acara penutupan. Fantastis! Ini adalah pengenalan kampus pertama secara offline pertama kali setelah dua tahun online. Hingga kini, euforia keseruan dan rasa kekeluargaan yang hangat saat itu masih terasa sekali.

            Akan selalu ada cerita di setiap hari yang aku lewati. Menjalani kehidupan sebagai anak rantau yang jauh dari orang tua, aku merasa jauh lebih mandiri. Didukung pula dengan banyaknya kegiatan di luar kuliah yang mendorongku untuk memiliki kemampuan manajemen waktu yang baik. Tak akan bosan aku mengatakan semester tiga ini seru. Meskipun capek, tapi di setiap kegiatan pasti memiliki pengalaman yang mengesankan.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]

| Designed by Colorlib