Full width home advertisement

EVENT

Post Page Advertisement [Top]


        Semester empat datang tanpa banyak basa-basi, langsung membawa tantangan yang tidak main-main. Jika di semester sebelumnya saya “hanya” menjadi Staf Menteri Dalam Negeri, kali ini saya resmi naik jabatan menjadi Menteri Dalam Negeri BEM Poliwangi. Peran ini menempatkan saya di garda terdepan untuk menaungi para ketua organisasi mahasiswa yang ada di kampus, sebuah tanggung jawab yang tidak sekadar soal koordinasi, tetapi juga menjaga harmoni dan arah gerak seluruh ormawa. Hampir setiap minggu saya terlibat dalam rapat koordinasi, diskusi lintas ormawa, hingga menyelesaikan berbagai urusan mendadak yang membutuhkan keputusan cepat. Tidak jarang, pesan singkat dan panggilan masuk di luar jam kerja organisasi mengharuskan saya langsung turun tangan, memastikan setiap masalah terselesaikan sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

        Tidak hanya di BEM, di HMJBI saya juga mendapatkan amanah baru sebagai Sekretaris Umum. Jabatan ini menuntut ketelitian dan kecepatan dalam menangani administrasi, mulai dari membuat notulensi rapat, mengelola arsip, hingga memastikan semua surat keluar dan masuk teratur. Dua peran besar ini berjalan beriringan dengan jadwal kuliah yang padat, membuat manajemen waktu menjadi tantangan utama di semester ini.

       Di sisi akademik, semester ini menerapkan sistem Project-Based Learning yang benarbenar menguji kemampuan saya dalam mengatur prioritas dan konsistensi. Saya bersama tim harus mencari permasalahan nyata di lingkungan sekitar, kemudian mengubahnya menjadi sebuah aplikasi yang dapat digunakan secara langsung oleh mitra kerja sama. Proses ini tidak hanya menuntut kreativitas dalam merancang solusi, tetapi juga ketelitian dalam menganalisis kebutuhan pengguna. Kami harus membagi waktu antara survei lapangan untuk memahami kondisi nyata, diskusi intensif dengan dosen pembimbing untuk memvalidasi konsep, proses pengembangan aplikasi yang penuh revisi, hingga tahap uji coba bersama mitra. Semua itu berlangsung bersamaan dengan agenda organisasi yang padat, sehingga setiap langkah memerlukan manajemen waktu yang disiplin agar tidak ada tanggung jawab yang terbengkalai.

        Awalnya saya sempat ragu apakah semua ini bisa berjalan seimbang. Namun, dengan manajemen waktu yang ketat, kerja sama tim yang solid, dan kesediaan untuk mengorbankan sedikit waktu istirahat, saya berhasil menyelesaikan semua tanggung jawab tepat waktu. Hasilnya, nilai semester ini keluar dengan sangat memuaskan dan menjadi penutup manis dari seluruh perjuangan. Semester empat mengajarkan saya bahwa kesibukan bukanlah alasan untuk berhenti berkembang. Selama mampu beradaptasi dan konsisten, semua peran dapat dijalani. Dan yang tidak kalah penting, menjaga kesehatan mental adalah kunci agar tetap bisa melangkah ke semester berikutnya dengan kesiapan penuh. Semester lima? Saya siap




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]

| Designed by Colorlib